
Daniash tersenyum melihat istrinya yang tertidur sangat lelap setelah berhasil dia bujuk untuk memberikan nya satu ronde permainan. Seperti biasa nya, setelah bermain Maura akan kelelahan apalagi fisik nya yang cukup lemah karena sedang mengandung, membuat nya mudah kelelahan. Jadi, setelah selesai bermain dia langsung tertidur lelap.
"Terimakasih, istri cantik ku. Rasa cinta ku semakin bertambah besar setiap hari nya, apalagi dengan hadir nya Anna dan Davi, di tambah lagi dengan calon bayi kita." Gumam Daniash, pria itu mengulas senyum lalu mengusap perut istri nya.
"Sehat-sehat di perut Mama ya, Nak. Jangan nakal, jangan rewel ya, kasian Mommy." Daniash mengecup perut istrinya, lalu kening dan memeluk wanita itu dengan erat. Kedua nya pun tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.
Sedangkan Aryo dan Nayna, mereka menikmati masa-masa perkembangan putra mereka, Attarazka. Bayi tampan nan gembul itu sekarang sudah berusia satu tahun, dia mulai belajar berjalan dengan giat agar bisa berlarian atau bermain layangan bersama Davi.
Usia mereka memang hanya berjarak beberapa bulan saja, tapi baby Attar menyusul. Bahkan tinggi badan nya sama hampir sama dengan Daviandra.
"Cepatlah tidur Attar, Mama lelah mau tidur." Ucap Nayna, dia sudah sangat mengantuk tapi putra nya masih asik bermain dengan mobil-mobilan kesukaan nya.
"Tidurlah, sayang. Biar aku yang menemani Attar bermain." Ucap Aryo.
"Tapi, besok kan kamu kerja, Dad."
"Gapapa, sayang." Jawab Aryo, pria itu tersenyum lalu mengusap rambut sang istri, juga mengecup kening nya
"Yaudah, aku tidur disini saja ya."
"Tapi disini dingin, sayang." Ucap Aryo melarang istrinya untuk tidur hanya beralaskan karpet bulu tipis.
"Tak apa, Dad."
"Ya sudah, tidurlah." Nayna pun berbaring dan menarik selimut nya, lalu memejamkan mata nya dan tertidur di samping baby Attar yang sedang bermain mobil-mobilan di temani Aryo.
__ADS_1
Namun, sepertinya Attar tak suka bermain dengan papa nya, jadi dia terus merengek pada Nayna dan itu membuat tidur wanita itu terganggu, padahal baru beberapa menit saja dia terpejam.
"Hmmm, Attar kenapa sayang? Mama ngantuk."
"Mamama.." Celoteh bayi gembul itu sambil menciumi wajah sang Mama hingga basah oleh liur nya.
"Mau main sama mama ya?" Bayi itu mengerti dan segera menganggukan kepala nya. Sedangkan Aryo hanya menggelengkan kepala nya, padahal main dengan nya atau bersama mama nya kan sama saja.
"Sayang, main nya sama papa aja ya? Kasian mama nya ngantuk."
"Nanana.."
"Yaudahlah, Dad. Tolong bawain cemilan ya, biar aku nya gak terlalu ngantuk."
"Iya sayang." Jawab Aryo, pria itu pun pergi keluar kamar untuk mengambil cemilan yang di inginkan istrinya.
"Daddy.."
"Iya, sayang. Ini cemilan nya, hanya ini yang ada di dapur, Daddy membawa semua nya."
"Terimakasih, Daddy." Jawab Nayna sambil tersenyum.
"Iya, sayang."
"Dad.."
__ADS_1
"Apa sayang?"
"Bagaimana kalau aku hamil lagi seperti Maura?"
"Hmm, kalau kamu mau sih Daddy gapapa. Tapi menurut Daddy, gak dulu ya. Attar masih kecil." Ucap Aryo.
"Baiklah, Dad." Jawab Nayna, dia pun mengemil sambil memperhatikan baby Attar yang tengah bermain.
"Aku mau pipis dulu ya, Dad."
"Iya sayang." Nayna pun pergi ke kamar mandi untuk menunaikan hajat nya.
Tapi, saat Nayna keluar dari kamar mandi, dia melihat Attar dan suami nya tak ada di tempat bermain.
"Dad.."
"Sshhttt, pelan-pelan sayang.."
"Kenapa, Dad?" Tanya Nayna sambil berjalan mendekat.
"Attar bobo, yang."
"Ohh, syukurlah. Aku sudah sangat mengantuk, dad."
"Tidurlah, Daddy juga akan tidur sambil memelukmu." Jawab Aryo, kedua nya pun pergi ke arah ranjang dan tidur bersama dengan saling memeluk.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻