Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 59 - Jenguk Adek Bayi


__ADS_3

Pagi harinya, Nayna meringis sambil memegangi area inti nya, terasa sangat sakit, perih dan ngilu juga. Semalam, Aryo benar-benar menuntaskan semua hasraat yang sudah dia pendam lama. 


Malam tadi, mereka melakukan nya eronde-ronde, hingga Nayna baru bisa tidur jam tiga dini hari. Bisa di bayangkan sesakit apa inti nya saat ini, bahkan bibir nya sampai membengkak, itulah yang membuatnya sakit juga perih. 


"Eehhmmm, sakit sekali. Alamat bolos kelas hari ini." Gumam Nayna sambil berusaha bangkit dari tiduran nya, tubuh nya terasa sangat lengket juga sakit sekali, seolah tubuh nya telah copot semua akibat permainan Aryo yang beringas di atas ranjang. 


Pria itu seperti bukan dirinya saat berada di atas ranjang, benar-benar perkasa hingga membuat Nayna tak berdaya. Namun benar, rasa nikmat nya membuat dia pasrah meskipun rasa sakit itu tetap dia rasakan. 


"Bby, kenapa gak bangunin Daddy hmmm?" Tanya Aryo, dia bangun saat merasakan ranjang di samping nya kosong.


"Daddy bobo nya pules banget, gak tega mau bangunin nya juga." 


"Bangunin aja kali, Bby. Dari pada kamu jalan tertatih-tatih gitu, pasti sakit ya Bby?" Tanya Aryo sambil memakai celana pendek nya dengan cepat, lalu berjalan ke arah gadisnya.


"Sakit Dad, perih terus ngilu juga." 


"Tuhkan, kata Daddy juga apa." 


"Kalo gak berkali-kali, mungkin gak sesakit ini Dad. Ini ya karena Daddy terlalu bersemangat gempur aku semalaman, jadi gini akibatnya." Ketus Nayna membuat Aryo terkekeh. Pria itu menggendong tubuh gadis nya ala bridal style dan membawa nya ke kamar mandi. 


"Makanya, gak usah mancing-mancing singa kelaparan, Bby. Kan jadinya sakit gini, kapok gak?"


"Enggak, nanti aku godain Daddy lagi pake lingerie baru." Jawab Nayna membuat pria itu kembali terkekeh, gadisnya ini berbeda dengan gadis lain. Istilah lain nya, Nayna adalah gadis limited edition.


"Kamu ini, mau beli sama siapa? Nona Maura nya kan sekarang lagi di pingit." 


"Lho, Maura mau nikah ya?" Tanya Nayna keheranan, pasalnya sahabatnya itu belum membicarakan tentang pernikahan.


"Pasti dong, Nona Maura sudah hamil dan tuan Daniash juga sudah resmi bercerai, jadi mau tunggu apa coba, Bby?" 


"Ya iya juga sih, pasti sekarang dia lagi bahagia banget deh." 


"Seperti nya mereka sedang menyiapkan mental deh Bby, soalnya besok mau ke rumah Om Elgar buat lamar, Daddy takut kalo beliau gak setuju terus marah-marah sama tuan Daniash." 


"Gak bakal terjadi apa-apa, Dad. Om Elgar memang keras, tapi dia menyayangi putrinya. Pasti dia akan mengerti dan merestui hubungan Maura sama Daddy nya." Ucap Nayna sambil menyandarkan punggung nya di dada bidang Aryo.


"Iya Bby, semoga aja Om Elgar bisa bersikap bijaksana." 


"Heem, Bby." Jawab Aryo, sambil mengusap lembut punggung gadisnya dengan busa sabun.


Awalnya hanya mengantar, tapi malah berujung mandi bareng. Meskipun tak melakukan apa-apa selain mandi, tapi suasana di lagi hari ini terasa lebih hangat dari biasanya. 


Sedangkan di rumah keluarga Kim, Daniash dan Maura sedang sarapan bersama. Gadis itu makan dengan lahap, sedangkan pria nya hanya mengaduk-aduk makanan tanpa selera. Padahal makanan yang tersaji, terlihat sangat enak.

__ADS_1


"Kok gak di makan sih, Dad? Enak lho."


"Enggak nafssu, Bby." Jawab Daniash pelan.


"Terus, mau nya makan apa?"


"Rujak, kayaknya enak deh." Seketika, wajah lusuh pria itu berbinar ketika membayangkan sepiring rujak dengan bumbu kacang yang pedas, air liur nya hampir saja menetes bahkan dengan membayangkan nya saja.


"Masih pagi lho, nanti Daddy ada penyakit lambung kalo gak makan dulu malah mam rujak." 


"Tapi Daddy pengen, Bby.." Rengek Daniash membuat kedua orang tua mereka kompak memutar mata jengah melihat tingkah manja putra mereka.


"Iya, nanti di jalan ya? Kan kita mau periksa ke dokter. Sekarang, makan dulu ya? Sedikit aja." Bujuk Maura, akhirnya Daniash mau makan walau sedikit dan tak selahap biasanya. 


Setelah menghabiskan sarapan mereka, kedua calon ayah dan ibu itu bersiap untuk pergi ke dokter kandungan. 


"Ma, pa, Daniash sama Maura mau ke rumah sakit dulu."


"Iya, hati-hati di jalan ya." Peringat Danish pada putra nya.


"Siap Pah." 


Pria tampan itu membukakan pintu untuk gadisnya, lalu menutup nya kembali setelah memastikan gadisnya duduk dengan tenang di dalam. Daniash berlari memutari mobil dan membuka pintu untuknya sendiri, dia duduk dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Daddy juga, sayang." Daniash melirik sekilas ke arah sang gadis yang nampak cantik dengan gaun berwarna biru navy, rambutnya dia ikat asal, wajahnya di poles dengan sedikit make up. Tapi, sangat terlihat cantik bagi Daniash.


"Aura kamu terpancar indah, Bby. Mungkin karena sedang hamil ya?"


"Seperti nya iya, Dad." Jawab Maura, dia mengusap perutnya dengan lembut. 


Setelah hampir satu jam berkendara, akhirnya Daniash dan Maura sampai di rumah sakit, tempat dokter kandungan terbaik berada.


Daniash menggandeng mesra tangan gadisnya, lalu membawa nya masuk ke ruangan dokter kandungan, tentunya dokter wanita. Karena Daniash takkan mau miliknya di lihat orang lain.


"Bby, kok Daddy deg-degan ya?"


"Sama, Dad." Jawab Maura, dia juga ikut deg-degan. 


Dokter wanita itu tersenyum ramah pada kedua pasangan itu. 


"Selamat pagi, Nona dan Tuan. Ada keluhan apa?" Tanya dokter itu.


"Tak ada dok, hanya ingin periksa USG dok." Jawab Maura.

__ADS_1


"Baiklah, Nona. Silahkan berbaring di sana, Nona." Dokter itu menunjuk brankar yang kosong. Maura mengangguk, lalu bangkit dari duduknya dan berbaring dengan di bantu oleh Daniash.


"Dingin ya dok.."


"Maafkan saya, Nona." 


"Tak apa-apa, dok." Jawab Maura. Dokter itu memutar benda yang tersambung dengan sebuah layar hitam putih.


"Bayi nya twins ini, Nona. Sepasang pula, selamat untuk tuan dan Nona."


"Sepasang dok?"


"Iya Nona, yang ini perempuan, yang satu nya lagi laki-laki." Ucap dokter itu sambil menunjuk janin yang sudah berbentuk itu.


"Perkembangan nya sangat baik, untuk usia nya sekarang menginjak bulan ke empat." 


"Iya dok." Daniash menatap layar itu dengan mata berkaca-kaca. Dia merasa terharu, itu adalah anak-anak nya, buah cinta nya bersama Maura.


"Bisakah saya meminta poto ini, Dok?"


"Tentu, tuan." Dokter itu memberikan sebuah kertas hasil USG itu pada Daniash. 


"Saran dari saya masih sama, Nona. Makan-makanan yang sehat dan bergizi, daging, ikan, buah, sayur-sayuran dan kurangi makanan pedas, mie instan juga sebaiknya di kurangi." 


"Kalau seminggu dua kali masih boleh kan dok?"


"Boleh, Nona." Jawab Dokter itu sambil tersenyum manis.


"Baiklah, sudah selesai Nona." 


Daniash membantu gadisnya turun dari brankar dan sang dokter meresepkan vitamin untuk kandungan Maura. 


"Masih ngidam?"


"Tidak, tapi Daddy yang ngidam rujak terus, dok."


"Hal itu wajar terjadi, nona. Banyak kasus seperti ini, karena rasa simpati suami terhadap kehamilan istrinya." Jawab Dokter itu sambil tersenyum.


Setelah menebus vitamin di bagian farmasi, keduanya pun memutuskan pulang. Namun di jalan, Daniash sering berhenti untuk membeli rujak. Sedangkan Maura malah mood makan jajanan street food, seperti telur gulung atau cilor. Benar-benar definisi Daniash yang ngidam, tapi yang hamil nya B aja. Malah tak suka dengan rujak.


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2