
Daniash memperhatikan Aryo yang beberapa kali terlihat kurang fokus, bahkan sesekali pria itu menguap dengan mata yang hampir tertutup sempurna. Seperti nya, Aryo kurang tidur semalam.
"Ar.."
"H-ahh, iya tuan?" Jawab nya sedikit terbata, mungkin malu karena ketahuan tak fokus saat bekerja oleh atasan nya sendiri.
"Aku perhatikan dari tadi, kau kurang fokus, Ar. Kenapa?" Tanya Daniash pelan.
"Tidak ada, Tuan."
"Jangan bohong, Ar!" Tegas Daniash, membuat Aryo sedikit gelagapan. Rasa kantuk yang sedari tadi melanda nya, kini hilang entah kemana hanya karena mendengar suara Daniash yang tegas.
"Saya kurang tidur semalam, Tuan. Baby Attar rewel semalaman suntuk." Jawab Aryo jujur akhirnya.
"Sudah kamu periksa ke dokter, Ar?"
"Sudah kemarin, Tuan." Jawab Aryo.
"Kalau gak ada perkembangan, sebaiknya di rawat saja Ar." Saran Daniash.
"Iya Tuan, saya juga berpikir seperti itu."
"Kau ingin tidur? Tidur saja di sofa." Tawar Daniash.
"Tidak, Tuan. Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Jawab Aryo.
"Dari pada kerjaan kacau? Mendingan istirahat dulu, sana."
"Baiklah, Tuan. Terimakasih, saya akan beristirahat sebentar." Daniash mengangguk mengiyakan, dia merasa kasihan dengan sekretaris nya itu.
Aryo pun berbaring di sofa panjang yang tersedia, benar saja hanya dalam hitungan menit, Aryo sudah tertidur nyenyak bahkan hingga mendengkur.
"Astaga, seperti nya aku salah menyuruh Aryo tidur di sofa, suara dengkuran nya luar biasa." Gumam Daniash sambil menggelengkan kepala nya, bisa di pastikan dia juga akan kurang fokus karena terganggu suara dengkuran Aryo yang cukup keras.
Daniash mencoba fokus bekerja, tapi rupanya dia tak bisa melakukan nya. Akhirnya, Daniash pun ikut-ikutan tidur menelungkup di atas meja.
CEO dan asisten nya ini begitu kompak. Tapi ya, dari pada pekerjaan berantakan gara-gara kurang fokus, mendingan istirahat saja dulu.
Hingga tak terasa, waktu menunjukan waktu makan siang. Daniash terbangun dari tidur nya karena merasa lapar. Sedangkan Aryo masih tertidur, tapi seingat nya tadi sekretaris nya itu tidur di atas sofa kan? Lalu, kenapa sekarang dia tidur di bawah?
Apa mungkin pria itu tak merasakan sakit saat terjatuh dari sofa hingga tidur nya tak terganggu sama sekali?
"Seperti nya dia memang sangat kelelahan."
"Niat dari rumah berangkat ngantor buat kerja, eehh di kantor malah molor." Gumam Daniash sambil terkekeh. Pria itu melirik jam di tangan nya.
"Pantes aja udah laper." Daniash pun menghubungi resepsionis yang bertugas di bawah, seperti biasa nya dia akan meminta pada OB untuk mengantarkan makanan ke ruangan nya. Biasa nya Aryo yang melakukan nya, tapi karena dia sedang tertidur nyenyak dan Daniash tak mau menganggu tidur nya, akhirnya dia sendiri yang menghubungi resepsionis itu.
"Steak Wagyu nya 3, minum nya es lemon tea sama cola." Ucap Daniash di telepon.
'Baik Tuan, beberapa menit lagi akan di antar.'
"Hmm.." Daniash hanya berdehem sebagai jawaban, setelah di rasa selesai dia mematikan telepon nya secara sepihak tanpa basa basi terlebih dulu, berbeda dengan Aryo.
__ADS_1
"Ar, bangun." Ucap Daniash sambil mengguncang bahu Aryo yang masih nyenyak tertidur, padahal tadi sudah jatuh dari sofa, tapi tidur nya masih nyenyak saja, cukup mengherankan.
"Hoaamm.."
"Isshh bau sapi, bangun kau!"
"Emm, kenapa tuan?" Tanya Aryo sambil mendudukan tubuh nya, pria itu menggaruk kepala nya yang terasa gatal. Kebiasaan yang baru Daniash ketahui dari sekretaris nya.
"Kau berkutu kah? Atau tidak keramas?" Tanya Daniash.
"Memang nya kenapa?"
"Kau menggaruk-garuk kepala mu dari tadi, apa gak ngilu itu?" Tanya Daniash lagi, pria itu nyengir-nyengir jijik melihat tingkah asisten nya.
"Hehe, udah kebiasaan Tuan. Kalau bangun tidur ya gini."
"Isshh jijik, sana ke kamar mandi."
"Iya tuan, ini ketombe nya banyak banget. Tuan mau?"
"Astaga, pergi kau!" Ucap Daniash sambil menendang pantaat sekretaris nya hingga membuat pria itu terhuyung ke depan, untung saja tidak terjungkal.
"Sakit, tuan.."
"Bodo, sana ke kamar mandi. Kalau perlu, keramas sana! Jorok sekali." Ketus Daniash, tapi Aryo masih enggan beranjak dari tempat nya, membuat pria itu kesal karena sekretaris nya masih saja menggaruk kepala nya.
"Aryo, keramas sekarang!" Tegas Daniash, membuat pria itu terlonjak kaget.
"Iya, bentar lagi."
"Dosa apa ya? Hemm, mungkin karena tuan besar menikah dengan nyonya besar, jadi terbentuklah anda dan.."
Daniash menendang kembali pantat Aryo ke kamar mandi dan langsung menutup pintu nya. Pria itu menghembuskan nafas nya dengan kasar, sudah mah dia lapar belum makan, malah di sajikan adegan yang menguras emosi.
"Tuan, buka pintu nya!" Teriak Aryo dari arah kamar mandi.
"Keramas dulu!" Tegas Daniash.
"Dingin, Tuan."
"Kalau mau keluar, harus keramas dulu!"
Hening, senyap, hanya terdengar bunyi gemericik air. Seperti nya Aryo benar-benar keramas.
Tak lama kemudian, seorang office boy masuk dengan membawakan makanan pesanan Daniash.
"Ini makanan pesanan anda, Tuan."
"Terimakasih."
"Sama-sama, Tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu."
"Ya, lanjutkan pekerjaan mu. Kau sudah makan?" Tanya Daniash sambil membuka bungkusan makanan nya.
__ADS_1
"Sudah, Tuan."
"Ya sudah, ini buat jajan anak istri." Daniash mengulurkan tiga lembar uang berwarna merah.
"Terlalu banyak, Tuan."
"Tidak, jangan menolak rezeki."
"Baiklah, Tuan. Terimakasih banyak."
"Ya, sama-sama. Giatlah bekerja, semangat."
"Baik tuan." Jawab nya, lalu segera pergi dari ruangan itu dengan hati yang berbunga dan wajah berbinar. Siapa yang tidak senang sih di beri uang oleh atasan? Banyak lagi, padahal cuma nganterin pesanan makanan doang.
Daniash pun membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, dia kira Aryo keramas ternyata malah tidur di kamar mandi.
"Astaga, Aryo!"
"Eehh, tuan. Hehe, masih ngantuk."
"Masih belum keramas juga?" Tanya Daniash sinis.
"Dingin." Tanpa basa basi, Daniash mengambil shower dan menyiram kepala sekretaris nya hingga basah.
"Tuan, dingin.."
"Biar seger." Jawab Daniash.
Setelah selesai mengeramasi sekretaris nya, Daniash pun membawa nya keluar. Aryo menggigil, dia berjalan pelan dengan memegangi kedua lengan nya.
"Makan."
"T-terimakasih tuan."
"Gak usah drama, cuma di siram gitu doang juga. Suruh siapa malah tidur di kamar mandi hmm?"
"Hehe, habisnya masih ngantuk, Tuan."
"Tidur di rumah, jangan di kantor." Jawab Daniash.
"Baik tuan."
"Mau kemana?"
"Pulang, kan di suruh tidur?"
"Lihat jam, ini belum waktu nya pulang kantor, Aryo! Kau ini menguji kesabaran ku yang sudah tipis, setipis tissu di bagi dua ini hmm?"
"Hehe, maaf Tuan." Jawab Aryo. Dia pun duduk kembali dan makan bersama Daniash.
Daniash hanya memutar mata nya dengan jengah. Dia pun makan dengan lahap, menghadapi Aryo, cukup menguras tenaga juga. Jadi, dia makan dua porsi steak saat ini, padahal biasa nya hanya satu saja.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻