Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 42 -Memperjuangkan Maura


__ADS_3

Setelah mengantar gadisnya pulang, Daniash memutuskan untuk pulang ke rumah besarnya, rumah yang menjadi saksi bisu hampa nya rumah tangga antara dirinya dan Herra. Setelah hampir dua minggu dia tak menginjak kan kaki nya di rumah ini, tapi disinilah dia sekarang. 


Pria itu tersenyum kecut sebelum masuk ke dalam rumahnya, lalu memantapkan langkahnya masuk ke dalam rumahnya. 


"Eehemm.." Daniash berdehem pelan, lalu melangkah tegap melewati Herra dan seorang pria yang sedang bercumbu di ruang tengah. 


"Kalau ingin berbuat mesuum, jangan di rumahku!" Ketus Daniash, lalu masuk ke kamarnya. 


Herra terkejut mendengar suara Daniash, dia terlalu menikmati kegiatan nya dengan kekasihnya hingga tak menyadari kedatangan Daniash, suaminya. Lebih tepatnya, suami di atas kertas nya. 


"Mark, sebaiknya kamu pulang dulu. Besok kita lanjutkan, atau nanti malam aku yang ke apart. Aku harus bicara empat mata dengan Daniash, kumohon mengerti lah." 


Terlihat pria itu mendengus dengan wajah tak suka nya, tapi mau bagaimana lagi. 


"Baiklah, nanti malam kau harus datang. Aku tak menerima alasan apapun, kau mengerti?"


"T-api Mark.." 


"Seperti dirimu yang ingin di mengerti, aku juga begitu, Herra. Sudah cukup aku bersabar selama beberapa tahun ini, sampai kapan hubungan kita akan seperti ini hmmm?" Tanya Mark, pria itu mengetatkan rahang nya pertanda menahan amarah.


"Iya iya, maka dari itu aku perlu bicara dengan Daniash."


"Bicarakan baik-baik, kalau perlu kalian cerai besok!" 


"Mark, kau tau sendiri kan.." Bujuk Herra, tapi sepertinya kesabaran pria itu sudah ada di ujungnya. 


"Aku tak menerima alasan apapun lagi, kuberi dua pilihan. Cerai dengan pria itu lalu menikah denganku, atau tetap melanjutkan hubungan mu dengan nya, tapi hubungan kita selesai." 


"Mark.."


"Pikirkan baik-baik, Herra. Aku pulang, silahkan bicara." Pria itu melangkah dengan langkah cepatnya meninggalkan rumah Herra dengan perasaan dongkol setengah mati. 


"Kulihat, hubungan mu dengan kekasih mu itu kurang baik, Herra." Sebuah suara yang terdengar tak asing membuat lamunan Herra buyar. Dia berbalik dan menatap Daniash dengan tatapan yang tak bisa di artikan, ada sorot kemarahan dan kebencian disana. 


"Seperti yang aku katakan tadi, kita harus membicarakan tentang perpisahan kita secara serius, Herra." 


"Mas, aku tak menginginkan sebuah perpisahan di antara kita." Ucap Herra lantang, membuat Daniash terkekeh. 

__ADS_1


"Kau mencintai Mark kan? Kenapa tak kau kejar dia, kenapa memilih tetap terikat dengan ku dalam hubungan tanpa arah ini?" Tanya Daniash pelan namun terdengar sangat tegas. 


"Kau tau benar alasan nya, Mas."


"Karena orang tua kita? Mereka akan mengerti, seegois apapun orang tua jika menyangkut kebahagiaan anak nya pasti akan luluh juga. Apa kau bahagia dengan hubungan ini? Aku, tidak sama sekali." 


"Ya, karena kau sudah punya gadis lain di luar sana sebagai tempat persinggahan mu, Mas." Ucap Herra, tersenyum kecut menatap Daniash yang nampak tenang dengan wajah datar seperti biasa. 


"Lalu kau, apa kabar? Dari awal pernikahan kau selalu menunjukkan kalau pria itu lebih unggul dariku, lalu apa salahnya aku membalas mu hmm? Aku baru melakukan nya selama 2 bulan belakangan, lalu kau? Selama pernikahan kita, artinya 3 tahun." 


"Mas, kita menikah hanya karena perjodohan tapi bukan berarti kau bisa seenaknya melakukan hal ini padaku." 


"Hahaha, Herra! Tak kusangka kau bisa memutar balikan fakta, tak usah bertele-tele sekarang. Aku akan mengajukan berkas-berkas perceraian kita secepatnya, tak peduli meskipun kau menolak sekalipun." Tegas Daniash membuat Herra ketar ketir, seperti nya Daniash serius dengan ucapan nya.


"Mas, aku mohon jangan lakukan ini. Ayo kita perbaiki hubungan kita dari awal, aku akan mencoba membuka hatiku untukmu."


"Terlambat, sangat terlambat. Selama tiga tahun ini kemana saja? Maaf, tapi kesabaran juga ada habisnya. Jadi, aku sudah putuskan untuk berpisah dengan mu, Herra Yuliana. Mulai saat ini, kita bukan lagi suami istri." Ucap Daniash membuat jantung Herra terasa berhenti berdetak saat itu juga. 


"Mas, kau serius?"


"Mas…" lirih Herra, air mata nya hampir saja luruh kalau dia tak buru-buru menghapus nya dengan tangan. 


"Baiklah, aku terima semuanya. Besok, aku akan memindahkan semua barang-barang ku dari rumah ini dan pulang ke rumah orang tuaku." 


"Terserah, aku tak peduli. Dan ya, setelah berpisah nanti, rumah ini akan aku jual." Ucap Daniash santai.


"Kenapa harus di jual?" 


"Rumah ini di berikan papa sebagai hadiah pernikahan, jadi anggap saja ini harta gono gini, hasil penjualan nya akan aku bagi dua." 


"Heemm, baiklah." Herra melangkah lemas ke kamar nya. 


Daniash berdecak lalu tersenyum miring, sikap Herra benar-benar tak bisa di tebak. Seperti nya wanita itu punya kepribadian ganda, di luar terlihat seperti wanita baik-baik, padahal di dalam nya busuk.


"Playing victim, bertingkah seolah dia adalah korban, padahal pelaku. Wanita aneh, mengherankan kenapa aku bisa bertahan selama tiga tahun bersama wanita seperti Herra?" 


"Bodooh sekali, kalau saja dari awal aku bertemu dengan Maura, mungkin aku takkan di bully oleh pembaca." Gumam Daniash, dia mengusak rambut nya dengan kasar lalu pergi ke ruang makan. 

__ADS_1


Disana, Daniash di sambut ramah oleh maid-maid. 


"Selamat malam tuan muda.." 


"Malam." 


"Mau makan malam sekarang?"


"Hmmm.." 


Maid itu langsung mengambilkan lauk dan nasi kesukaan Daniash, walaupun Daniash tak pulang ke rumah, tapi menu kesukaan Daniash akan selalu terhidang di atas meja. Jaga-jaga, kalau tuan muda mereka pulang.


"Bi, lusa kalian pulanglah ke rumah utama." Ucap Daniash setelah menghabiskan makanan nya.


"Maaf Den.." 


"Aku dan Herra akan resmi bercerai tak lama lagi, jadi rumah ini akan aku kosongkan. Jadi, kalian pulanglah ke rumah utama." Jawab Daniash, tentu saja membuat semua maid yang ada disana terkejut mendengar kabar yang begitu tiba-tiba ini. 


"Terlalu mendadak ya? Tapi, kalian tau sendiri bagaimana hubungan ku dengan Herra selama tiga tahun ini. Tak ada perubahan apapun, jadi aku rasa sebaiknya kami sudahi saja. Dengan begitu, dia akan bebas mengejar cinta nya, begitu juga aku." 


"B-baik tuan muda, kami berharap semoga tuan muda mendapatkan kebahagiaan yang lebih bersama orang yang tepat." Ucap salah satu maid yang paling tua, dialah kepala maid di rumah ini. 


"Ya, terimakasih. Selamat beristirahat semua nya, terimakasih atas kerja sama nya selama ini. Pesangon kalian akan aku bagikan besok, selamat malam." 


"Selamat malam tuan muda.." jawab mereka serempak. Mereka menatap punggung Daniash dengan nanar, akhirnya moment ini datang juga. Setelah tiga tahun bertahan dengan pernikahan yang hambar, kini Daniash memilih menyerah untuk memperjuangkan pernikahan nya bersama Herra. 


Lagipun, siapa yang tahan dengan sikap wanita itu? Selain angkuh, dia juga tukang selingkuh juga dan playing victim. 


Daniash sudah siap dengan amukan kedua belah pihak, kedua orang tua nya juga kedua mertua nya yang sudah di pastikan akan bertanya-tanya banyak hal tentang kandas nya rumah tangga antara dirinya dan Herra. 


Tapi, Daniash sudah 100 persen menyiapkan mentalnya untuk mengahadapi semuanya. Karena, bisa di pastikan kalau Herra akan menjelek-jelekkan nama nya pada orang tua nya, juga pada orang tua Daniash. Oleh karena itu, dia mengumpulkan banyak bukti kecurangan Herra yang sudah cukup lama dia simpan.


'Aku akan memperjuangkan mu, Maura. Gadis kecilku, apapun caranya kita harus bersama.' batin Daniash, lalu tertidur di kasur nya yang empuk dengan memeluk dress milik Maura yang tertinggal disini saya menginap hari itu. 


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2