Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 120 - Kesiangan


__ADS_3

Sore hari nya, Daniash pulang dengan langkah gontai nya. Dia lelah bekerja, juga lelah menghadapi tingkah sekretaris nya, itu juga cukup menguras tenaga dan juga pikiran. 


"Selamat sore, Daddy tampan ku." Sapa Maura di depan pintu, dia menyambut sang suami dengan senyuman yang merekah. Seperti nya ada sesuatu yang membuat wanita itu nampak lebih bahagia dari biasanya.


"Sore, Mom." Jawab Daniash datar, pria itu langsung memeluk sang istri dan menyandarkan kepala nya di pundak Maura dengan manja. 


"Kenapa, Dad? Kok kelihatan nya lemes banget." Tanya Maura sambil mengusap kepala suami nya dengan lembut. 


Hanin dan Mira yang tadi nya ingin memberitahukan kalau stok susu formula untuk baby twins sudah menipis pun mengurungkan niat mereka, jujur saja keduanya merasa malu sendiri melihat adegan uwu yang setiap hari nya di perlihatkan oleh pasangan suami istri itu. 


"Capek, Mom. Kerjaan Daddy banyak, malah Aryo nya kurang tidur, jadi dia gak fokus." 


"Iya, katanya Om Aryo semalaman bantuin Nayna mengasuh baby Attar yang rewel." Jelas Maura sambil tetap mengusap kepala suami nya dengan lembut.


"Heem, mana si Aryo ketombean."


"Hah, apa iya Dad?"


"Gak tau ketombe, atau kutu. Yang jelas, dia garuk-garuk kepala terus dari tadi." Jelas Daniash sambil tetap mendusel di ceruk leher sang istri.


"Masa sih? Om Aryo kan keliatan rapi, bersih gitu. Masa kutuan sih?"


"Gak tau, jarang keramas kali." Jawab Daniash ketus. 


"Ya udah, yuk masuk Dad." 


"Laper, pengen makan. Kamu masak apa hari ini, Mom?" 


"Hehe, gak masak Dad. Tapi Mommy cuma masakin sup daging aja buat makan baby twins, tapi sekarang udah habis."


"Terus, Daddy makan sama apa, Mom?" Tanya Daniash.


"Opor ayam, tadi bibi yang masak." 


"Yaudah deh, opor juga enak kayaknya." Jawab Daniash, Maura tersenyum. Meskipun dia tidak memasak untuk suami nya, tapi pria itu tak kecewa sama sekali. Karena dari awal, Daniash memang mencari sosok istri, bukan koki atau chef. 


"Mommy udah makan?"


"Belum, sengaja nungguin Daddy." Jawab Daniash.


"Hmm, ya sudah. Ayo makan, mom." Ajak Daniash, kedua nya pun akan langsung pergi ke dapur. Tapi, saat di ruang tamu baby Anna langsung menggelayut di kaki sang Daddy dengan manja. 

__ADS_1


"Ututu, anak cantik nya Daddy. Kenapa sayang?" Ucap Daniash gemas, pria itu menggesek-gesekan hidung nya dengan hidung putrinya, membuat bayi gembul itu tertawa kegirangan. 


"Baby, sudah makan?" 


"Tutahh.." Celoteh bayi gembul itu cadel dengan bahasa ala planet Merkurius nya. 


"Ya sudah, baby main dulu sama aunty Hanin ya. Daddy mau makan dulu, laper." 


"Nana.." Jawabnya sambil menggeleng, menandakan kalau Daddy nya tidak boleh makan. 


"Yahh, nanti Daddy nya pingsan dong kalau gak makan." 


"Itan?" Tanya Baby Anna mengulang perkataan sang Daddy dengan bahasa bayi nya.


"Iya, nanti Daddy nya itan kalau gak boleh makan. Boleh ya?" Baby Anna mengangguk, dia pun menunjuk-nunjuk ke arah Hanin, mengajak nanny nya itu bermain. 


Hanin segera mengambil alih Baby Anna dari pangkuan Daniash dan mengajak nya bermain bersama baby Davi yang sedang berada di area play zone. 


Setelah usia baby twins menginjak usia satu tahun, Maura menyudahi ASI nya dan memberikan susu formula sebagai tambahan asupan vitamin, karena sekarang kedua nya sudah di beri makan nasi. Tentu nya, semua nya atas persetujuan suami nya. 


Maura juga sudah mulai promil lagi, entah kenapa dia menginginkan kembali anggota keluarga baru untuk meramaikan rumah mereka. Meskipun awalnya Daniash tidak memperbolehkan, karena dia merasa trauma saat melihat istrinya melahirkan kedua bayi mereka, tapi akhirnya Daniash juga menyetujui keinginan istrinya untuk kembali mengandung.


"Daddy.." 


"Emm, gak jadi deh. Besok aja." 


"Yaudah, Daddy laper Mom." 


"Aahh iya, maaf Dad." Maura pun mengambilkan nasi dan lauk untuk sang suami, lalu meletakan nya di depan Daniash. Pria itu langsung menyantap nasi dan lauk yang sudah istrinya sajikan. 


Setelah selesai makan, Daniash memutuskan untuk ke kamar lebih dulu. Dia ingin membersihkan tubuh nya, lalu langsung tidur. Biasa nya, sepulang kerja dia akan bermain bersama kedua anaknya, tapi hari ini dia benar-benar merasa lelah dan ingin langsung beristirahat saja.


"Liat Daddy gak?" Tanya Maura pada Hanin yang sedang menidurkan baby Anna dalam gendongan nya.


"Ke kamar, Nona." 


"Ohh ya sudah, aku ke kamar dulu ya. Kalian juga langsung tidur kalau baby twins udah tidur ya."


"Baik, Nona." Jawab kedua nya dengan cepat. Sejauh ini, pekerjaan kedua nya sangat rapih, sigap dan siaga. Tak pernah sedikitpun baby twins mengalami insiden apapun ketika sedang di asuh oleh kedua nya, syukurlah. 


Maura meniti satu persatu anak tangga dengan perlahan. Saat dia membuka pintu, kedua mata nya terbelalak saat melihat suami nya sudah tepar di atas ranjang.

__ADS_1


"Tidur ya? Hmm, besok aja kalo gitu." Gumam Maura, tadi nya dia ingin memberitahukan sesuatu. Tapi, suami nya malah tidur lebih dulu. Maura tau, kalau suami nya sangat kelelahan. Tak biasa nya pria itu tidur lebih awal, tanpa menyusu lebih dulu atau bermain satu ronde.


Maura pun menyelimuti sang suami, dia juga berganti pakaian dan menyusul sang suami dengan berbaring dan akhirnya terlelap dalam hitungan menit saja. 


Pagi hari nya, Maura bangun terlambat dari biasa nya. Entah kenapa juga dia menjadi pemalas, dulu dia juga begini saat sedang hamil baby twins. 


Saat terbangun, hari sudah cukup siang. Maura terlihat panik, dia melirik jam kecil yang ada di atas nakas. Sudah menunjukan pukul delapan lebih beberapa menit.


"Astaga, aku bangun kesiangan!" Pekik Maura, wanita itu mengikat rambut nya dengan jedai dan segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya, lalu keluar dari kamar dengan terburu-buru.


"Selamat pagi, Nona." 


"Pagi, apa kalian melihat Daddy?" Tanya Maura.


"Sudah pergi ke kantor, Nona." 


"Sama siapa?"


"Tuan Aryo." Jawab Mira. Maura menghembuskan nafas nya dengan kasar, kenapa pula dia harus bangun terlambat dari biasa nya?


"Aahh ya sudah."


"Ada apa, Nona?" Tanya Hanin khawatir.


"Tidak apa-apa, Han. Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Hanya saja, Daddy tak membangunkan aku. Jadi aku sibuk mencari nya."


"Ohh iya, tadi Tuan Daniash mengatakan agar Nona beristirahat yang cukup, jangan kelelahan dan harus segera sarapan." Ucap Hanin mengatakan pesan majikan nya tadi.


"Hmm ya, aku juga merasa lapar sekarang. Kalian sudah makan?" Kedua nya kompak menggeleng, karena sedari tadi mereka memang belum sarapan. 


"Belum, Nona."


"Kita makan bareng yuk? Temenin aku makan, biar gak sepi." 


"Tapi.."


"Baby twins masih tidur kan? Yuk makan dulu." 


"Baik, Nona." Akhirnya, Maura sarapan di temani oleh kedua nanny buah hati rasa teman nya itu. 


Setelah selesai sarapan, Maura pun kembali ke kamar nya. Sedangkan Hanin dan Mira di sibukan dengan baby twins yang sudah bangun dan merengek meminta susu, tapi Maura sudah memasak ikan salmon untuk menu sarapan kedua buah hati nya. 

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2