
Malam hari nya, Daniash dan keluarga menggelar acara syukuran rumah baru juga kelahiran baby twins bersama anak yatim dari panti asuhan. Tentu nya, ini semua keinginan sang istri berhati malaikat nya. Dan lagi, Daniash pasti akan selalu mewujudkan apapun keinginan istri tercinta nya.
"Daddy.."
"Yes, Mommy?" Tanya Daniash, dia tengah menggendong baby Anna di pelukan nya.
"Ya ampun, suami ku ganteng nya bertambah berkali-kali lipat." Puji Maura. Daniash tersenyum lalu berjalan mendekat ke arah istri nya.
"Tentu, kalau Daddy gak ganteng kamu nya gak bakal mau sama Daddy. Apalagi usia Daddy yang sudah tidak muda lagi sekarang." Jelas Daniash membuat Maura langsung menggelayut manja di lengan kekar suami tampan nya.
"My hot Daddy." Bisik Maura, membuat Daniash tertawa. Yaps, gelar hot Daddy memang layak dia sandang. Usia nya yang saat ini sudah 33 tahun, punya dua anak kembar dan satu istri yang cantik.
"Ke bawah yuk, Dad?" Ajak Maura.
"Baiklah, kamu gak usah gendong baby Davi. Sini, biar Daddy aja."
"Lho, kan Daddy udah bawa baby Anna. Gimana mau bawa baby Davi juga?" Tanya Maura heran, mana bisa menggendong dua bayi sekaligus. Tapi tentunya, Daniash sudah belajar tentang hal ini dari buku tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik, Daniash membeli nya secara khusus bahkan sebelum istrinya melahirkan.
Meskipun Daniash tak pernah terlihat membaca buku apapun, karena dia mempelajari nya secara rahasia. Dia tak mau sang istri mengetahui nya, dia hanya ingin suatu saat bisa membantu istrinya menjaga kedua buah hati mereka dengan baik dan benar.
"Daddy bisa, Mom." Jawab Daniash, dia pun meletakan baby Davi di tangan sebelah kanan nya. Karena kedua nya sudah cukup besar saat ini, jadi Daniash tak mau istrinya kelelahan karena membawa salah satu dari anak kembar mereka.
"Wahh, Daddy. Bener-bener definisi hot Daddy ini mah." Puji Maura, membuat senyuman terukir di bibir Daniash. Dia mengecup kening istrinya dengan dalam, lalu mengajak nya ke lantai bawah untuk melihat acara syukuran itu.
"Banyak sekali tamu yang datang, Dad."
"Bukankah ini kemauan kamu, Mom?" Tanya Daniash.
"Ya, iya sih. Tapi gak sebanyak ini juga kali, Dad."
"Ya sudahlah, gak mungkin tamu nya kita usir sebagian kan? Ayo, nikmati saja pesta nya." Ajak Daniash, Maura pun menurut dan kedua nya menuruni tangga dengan perlahan.
"Daddy, Nayna sama Om Aryo mana?"
"Di rumah nya, mungkin sedang bersiap-siap, Mom."
"Yaahh, kan acara nya sudah mau di mulai Dad." Keluh Maura lirih.
"Terus, kenapa Mom?"
"Mereka gak bakal keburu datang dong, Dad."
"Kata siapa? Rumah nya deket kok, tuh tinggal nyebrang jalan doang." Jelas Daniash.
"Hah?"
"Iya, rumah kita berseberangan dengan rumah Aryo, Mom."
__ADS_1
"What? Daddy serius?" Tanya Maura tak percaya.
"Apa wajah Daddy terlihat sedang bercanda, Mom?"
"Eemm, enggak sih. Wajah Daddy datar seperti biasa nya aja."
"Datar?"
"Iya, kayak tembok."
"Astaga, kamu ini Mom. Ngatain wajah tampan suami mu sendiri, pake bilang kayak tembok pula."
"Hehe, ya maaf Dad. Gak usah marah dong, jadi lebih nakutin kalo lagi marah tuh." Ucap Maura sambil tersenyum jahil.
"Siapa yang marah, Daddy enggak tuh. Cuma kesel aja."
"Ya sama aja, inti nya Daddy marah. Mommy minta maaf ya Dad?"
"Iya iya Mommy, Daddy maafin kok." Balas Daniash, toh dia takkan bisa marah pada istrinya apalagi dalam jangka waktu yang lama. Marahan dengan istrinya, hanya akan membuat dirinya rugi, serugi rugi nya. Ya alasan nya, karena tak bisa bermanja dengan istri cantik nya.
"Jadi, beneran rumah kita sama rumah Om Aryo itu deketan, Dad?"
"Iya sayang, Daddy sengaja bangun rumah deketan sama Aryo, biar kalian bisa kumpul-kumpul kalau kami sedang bekerja. Jadi nya kalian gak bakal kesepian." Jelas Daniash membuat Maura tersenyum bahagia.
"Ya ampun suami ku yang tampan ini terlalu peka."
"Daddy nya baby twins, plus suami aku."
"Kiss dulu dong?" Pinta Daniash sambil menunjuk pipi nya. Maura sedikit berjinjit untuk bisa mencapai pipi sang suami, karena meskipun sudah punya dua anak, tubuh nya tetap pendek, hanya sedikit melebar ke samping.
Daniash tau kalau istrinya cukup kesulitan, akhirnya dia sedikit menundukan badan nya, dengan begitu Maura bisa dengan mudah mengecup mesra pipi suami nya.
"Sudah ya Dad?"
"Iya, Mom. Lanjut di kamar nanti malam ya?"
"Hmmm, oke deh." Jawab Maura, perempuan itu memang tak pernah menolak saat suami nya meminta jatah malam nya, itulah yang membuat rasa cinta Daniash pada istri nya semakin bertambah besar setiap hari nya.
"Makasih istriku sayang."
"Iya, sama-sama Daddy tampan ku." Jawab Maura, dia kembali menggelayut manja di lengan suami nya.
Tak lama berselang, Aryo dan Nayna datang dengan sang pria yang menggendong baby Attar di pelukan nya.
"Selamat malam, Tuan dan Nona." Sapa Aryo ramah, sedangkan Maura seketika berbinar saat melihat sahabatnya.
"Malam kembali, Ar. Ayo kemarilah, kita adu ketampanan putra kita." Ajak Daniash membuat para istri menggeleng. Pria itu selalu saja tak mau kalah.
__ADS_1
"Tak perlu Daddy, lagi pun itu tidak terlalu penting." Ucap Maura.
"Enak saja, itu penting Mom. Harga diri Daddy di pertaruhkan, predikat sebagai hot Daddy bisa tergeser oleh Aryo!"
"Terus, mau di apain kalo udah di adu ketampanan hmm?" Tanya Maura, matanya menatap suami nya dengan tajam.
"Ya gak di apa-apain sih, Mom. Hehe." Jawab Daniash sambil cengengesan.
"Tuh kan, gak guna."
"Sudahlah, Ra. Ayo kita kesana saja." Ajak Nayna pada Maura. Maura pun memilih ikut bersama Nayna untuk melihat persiapan acara.
Hingga tepat pukul delapan malam, rombongan dari panti asuhan datang dan kemudian segera melaksanakan acara syukuran supaya tidak terlalu malam selesai nya.
Setelah selesai acara, Daniash memberikan amplop berisi santunan untuk panti asuhan, dan Maura yang sibuk membagi-bagikan amplop untuk anak-anak yatim.
"Terimakasih Tuan, semoga rumah dan kelahiran anak-anak tuan dan Nyonya berkah."
Daniash hanya mengangguk sebagai jawaban, namun pria itu tersenyum dengan ramah, wajah nya tak datar seperti biasa nya.
Singkat nya, acara pun selesai. Orang-orang pun sibuk membereskan rumah yang berantakan selepas acara, tentu nya Daniash menyewa orang untuk kembali membereskan rumah nya agar rapuh seperti sedia kala. Dia tak mau repot-repot membereskan rumah nya, apalagi mengandalkan istri nya, sungguh tidak mungkin.
Jadi, dia punya uang mendingan menyewa orang untuk beres-beres. Di rumah ini, Daniash juga menyewa beberapa maid untuk melayani istrinya. Juga dua nanny yang dia sewa dari yayasan, ikut pindah juga ke rumah ini.
"Ra, aku pulang dulu ya? Attar ngantuk deh kayak nya." Ucap Nayna sambil menimang-nimang baby Attar di pangkuan nya.
"Ohh yaudah, hati-hati pulang nya ya. Besok main kesini, kita makan-makan." Ajak Maura.
"Iya, Ra. Aku pulang dulu ya, dah."
"Ini sekalian di bawa, buat makan malam. Tadi kalian gak makan." Maura memberikan tas berisi makanan untuk Aryo dan Nayna.
"Gak usah, Ra. Di rumah juga aku udah masak tadi."
"Gapapa kok, di bawa aja ya? Plis.."
"Hmm, baiklah. Makasih ya kalau gitu."
"Iya sama-sama." Jawab Maura, Nayna dan Aryo pun pulang dari rumah Daniash setelah memastikan semua pekerjaan telah selesai.
Keluarga Daniash dan Maura juga menginap di rumah baru mereka malam ini, mereka baru akan pulang esok hari. Jadi, suasana rumah ini masih terasa sangat hangat, tapi mungkin akan berbeda esok hari.
"Sudah malam, Mom. Kita tidur yuk?" Ajak Daniash.
"Iya Dad, aku sangat lelah sekali." Daniash pun segera menggendong istrinya ke kamar, sedangkan baby twins mereka sudah berada di dalam kamar bersama kedua nanny nya, karena mereka sudah tertidur saat acara syukuran masih berlangsung.
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻