Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 96 - Piala Bergilir


__ADS_3

"Ma.." 


"Iya sayang, sudah pulang?" Ucap Riana sambil memeluk menantu nya.


"Udah, Ma. Itu belanjaan nya di bawa sama Pak Saman." Jawab Maura, Pak Saman adalah security yang sedang berjaga malam ini.


"Kamu kecapean? Maafin Mama ya."


"Gapapa kok, Ma. Maura seneng banget deh."


"Seneng kenapa, sayang?"


"Habis borong buah mangga." Jawab Maura sambil tersenyum kegirangan.


"Astaga sayang, Mama kira seneng karena apa." 


"Lihat deh, Ma. Mangga nya besar-besar, namanya mangga gajah lho." Ucap Maura sambil menunjukkan buah mangga yang dia beli.


"Wahh, kalau Mama makan satu pasti kenyang. Tapi kalo kamu, mungkin makan dua atau tiga, baru kenyang." 


"Hehe, mangga kan buah kesukaan aku."


"Yaudah, sekarang mau makan buah mangga?" Tanya Riana, sambil mengusap sayang kepala menantu nya.


"Maura mau nya di jus, terus di pakein es krim vanilla." Lirih Maura.


"Oke, mama bikinin sayang." 


"Seriusan, Ma?" Tanya Maura dengan kedua mata berbinar cerah.


"Tentu, sayang. Apa sih yang enggak buat kamu, hmm."


"Yeee, makasih Mama. Sayang deh sama Mama." Ucap Maura sambil mengecupi wajah ibu mertua nya.


"Mama juga sayang sama kamu." Sekarang, gantian Riana yang mengecupi wajah cantik menantu nya.


"Mama, itu punya Dani. Isshhh.." 


"Cuma cium dikit juga, pelit amat." Ketus Riana membuat Daniash cemberut. 


"Pawang kamu marah, bujukin dulu gih."


"Hehe, gampang bujukin dia mah, Ma." Jawab Maura sambil terkekeh, begitu pun Riana. Wanita paruh baya itu membawa buah mangga ke dapur untuk membuat jus. 


"Kok cemberut, kenapa hmm?" Tanya Maura sambil mengusap wajah suaminya.


"Sebel, tadi kamu di kecup Mama."


"Ya gapapa dong, kan cuma di kecup doang. Masa gitu aja cemburu sih?" Tanya Maura.


"Heemm, pengen neneen." Jawab Daniash sambil tersenyum lucu.


"Kok larinya kesitu?"

__ADS_1


"Mau ya?" Bujuk Daniash, membuat Maura akhirnya kalah. 


"Yaudah boleh, tapi udahan ngambek nya?" 


"Iya, Bby. Yuk ke kamar." Ajak Daniash, lalu menggenggam tangan istrinya ke kamar, hal itu tak luput dari tatapan seorang Danish. Dia menggelengkan kepala nya, tingkah putra nya sama dengan nya dulu. Kalau mau membujuk ya harus dengan susu gantung, atau ya anu.


Tau kan anu? Itu lho, maen bola di atas ranjang. Kalo udah suhu dalam dunia peranuan, pasti ngerti.


"Astaga anak itu, benar-benar copy paste an aku sewaktu muda dulu, bahkan mesuum nya pun sama." 


"Ya kan anak pasti niruin sifat bapaknya, kalau bapaknya aja mesuum, ya anak nya juga mesuum. Jangan nyalahin anaknya, tapi introspeksi diri." Celetuk Riana yang mendengar ucapan suaminya.


"Eehhh Mama.." ucap Danish sambil cengengesan.


"Wajah tanpa dosa." Cibir nya lalu pergi ke dapur, niatnya ingin menanyakan es krim vanilla nya, tapi setelah melihat plastik di atas meja, Riana tau isinya es krim. 


"Mama.."


"Diam, gak usah ngerengek kayak bayi." 


"Isshh Mama, kejam banget sama suami sendiri."


"Terus, mau nya di puk puk gitu?"


"Hehe iya, Ma." Jawab Danish.


"Nanti, di kamar. Udah jangan ganggu dulu, mama lagi buat jus."


"Maura, katanya pengen jus mangga pake es krim." 


"Ohh, sekalian buatin buat papa ya?" 


"Hmmm, khusus buat papa harus bayar." Goda Riana.


"Lho kok gitu? Mama pilih kasih aaahh."


"Iya iya, mama cuma becanda kok, Pa. Gak usah cemberut gitu, gak lucu lagi sekarang, jijik iya." 


"Ihhh Mama.."


"Udah, gak usah kayak gitu. Malu sama anak menantu, sebentar lagi jadi kakek."


"Heemm, iya deh Ma." Jawab Danish, dia pun memilih duduk di meja makan sambil memperhatikan istrinya.


Di kamar, Daniash sedang anteng menyusu di sumber nya langsung. Pria itu terlihat seperti bayi yang tengah kehausan setelah bermain seharian. 


"Pelan-pelan, Daddy." Ucap Maura sambil mengusapi kepala suaminya.


"Enak, Bby."


"Enak apanya, kan gak ada rasanya Dad." 


"Pokoknya enak, kamu mana tau rasanya." Jawab Daniash. Ya, mana bisa dia menyusu di dada nya sendiri.

__ADS_1


Maura tersenyum kecil, tangan nya terus mengusap lembut kepala belakang suaminya, sedangkan Daniash juga sibuk dengan kegiatan nya, menyusu di dada besar istrinya. 


"Semakin hari, dada mu semakin montook, Bby." 


"Kenapa memang nya?"


"Ya gapapa, bagus malah. Jadi Daddy puas mainin nya."


"Hmmm, puas-puasin dulu mainin ini nya sekarang. Nanti, kalau baby twins udah lahir, Daddy bakal rebutan."


"Pake susu formula aja sih, Bby. Daddy gak mau berbagi." Jawab Daniash membuat Maura cukup terhenyak. Dia tak habis pikir dengan suaminya. Berbagi dengan darah daging nya saja dia tak mau, cukup mengherankan.


"Kok gitu, Dad? Aku maunya baby aku tumbuh sehat, dengan minum ASI ibu nya." 


"Tapi Daddy gak mau berbagi, ini cuma milik Daddy, Bby."


"Tapi kan ini juga anak-anak Daddy." 


"Ya gapapa, selagi ada susu formula kenapa harus dari sini langsung." Jawab Daniash membuat Maura menggelengkan kepala nya.


"Oke, tapi pake dot. Tanpa penolakan, titik gak pake koma." Tegas Daniash, membuat Maura lagi-lagi menggelengkan kepala nya. Ada ya, pria semacam Daniash di dunia ini? Saking posesif nya hingga tak mau berbagi, bahkan dengan anak-anak nya sendiri.


"Daddy egois."


"Lho, kok egois sih?"


"Ya egois, masa aku gak boleh nyusuin anak aku sendiri." 


"Daddy kan udah ngebolehin, tapi di pompa gitu, terus di masukin ke dalam dot, Bby."


"Terserah Daddy saja lah, sudah neneen nya? Aku haus."


"Yuk." Ajak Daniash sambil bangkit dari rebahan nya.


"Kemana?"


"Keluar, minum jus mangga."


"Dih, emang nya Daddy di ajak? Kan enggak."


"Ya terus, apa gak boleh Bby?" Tanya Daniash.


"Gak."


"Yah, kok gitu sih Bby?"


"Tau aahh sebel." Jawab Maura, lalu pergi dari kamar dengan langkah cepatnya, meninggalkan Daniash sendirian di kamar.


"Hmmm, kayak piala bergilir ini mah." Gumam Daniash, lalu merapikan pakaian nya dan pergi keluar menyusul istri cantiknya.


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


__ADS_2