Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Bab 131 - Akhir Yang Membahagiakan


__ADS_3

Daniash menatap istrinya yang sedang makan, kata dokter Maura sudah bisa di beri makan sekarang. Beberapa alat kesehatan yang menempel di tubuh nya, sudah di lepaskan oleh dokter tadi. Pria itu terus saja tersenyum menatap istrinya, rasanya begitu membahagiakan melihat istri nya kembali menemani nya.


"Daddy, kenapa lihatin aku terus sih? Aku jelek ya?" Tanya Maura.


"Enggak, sayang. Kamu adalah wanita tercantik yang pernah Daddy kenal, bahkan bidadari saja tak secantik dirimu." Jawab Daniash membuat wajah Maura merona seketika.


"Aku tinggal tidur seminggu, kok Daddy jadi pinter gombal gini sih?" 


"Siapa yang gombal sih, yang. Daddy gak gombal, itu fakta nya." Jawab Daniash sambil mengusap kepala sang istri dengan lembut.


"Mom.."


"Iya, Dad. Kenapa?"


"Apa kamu tahu setakut apa Daddy kemarin, saat kamu tidur, sayang?" 


"Aku hanya beristirahat, Dad. Melupakan sejenak rasa sakit, itu saja. Aku tak kemana-mana, aku akan menemani Daddy." Jawab Maura sambil tersenyum manis, membuat hati Daniash menghangat. Akhirnya senyuman yang sangat dia rindukan selama satu minggu ini kembali.


"Tetap saja, rasa nya Daddy sangat putus asa. Daddy bahkan tak bisa menghirup nafas dengan bebas saat kamu tak bersama Daddy, Mom."


"Daddy percaya padaku, kan? Harusnya Daddy jangan seperti itu, apalagi sampai mengabaikan putra kita. Aku susah payah melahirkan mereka, tapi Daddy malah mengabaikan nya, seolah tak menerima mereka." Ucap Maura sendu.


"Bukan begitu, Mom. Maafkan Daddy, Daddy mengaku salah karena sudah melupakan putra kita." 


"Hmmm ya, jangan lakukan lagi." Maura tersenyum, Daniash mengambil tangan istrinya lalu mengecup dengan penuh kasih sayang.


"I love you, Mommy.."


"I love you more, Daddy." Jawab Maura, Daniash pun kembali melanjutkan menyuapi istrinya dengan hati-hati. 


Tak lama kemudian, pintu terbuka menampilkan Nayna yang menggendong baby Attar dengan gendongan kangguru.


"Maura.."


"Nayna, heyy.." sambut Maura sambil tersenyum, Nayna berjalan cepat dan ingin memeluk sahabatnya, tapi sayang nya Baby Attar menghalangi keinginan mereka.


"Susah meluk nya, Ra."


"Gapapa, kamu apa kabar?" Tanya Maura.


"Baik, aku sangat baik, Ra. Tapi aku gak pernah baik-baik saja saat kamu di nyatakan koma, aku sakit Ra. Bahkan untuk makan saja, rasanya tak berselera." Mendengar ucapan Nayna, Maura tersenyum kecil.


"Kamu mengkhawatirkan aku, Nay?"


"Tentu, aku sangat mengkhawatirkan kamu, Ra."


"Terimakasih ya, aku gak bakal kemana-mana kok." 


"Syukurlah, aku sangat senang saat mendengar kamu sudah sadar dari Daddy." Jelas Nayna sambil mengusap lembut wajah sahabat nya.


"Aku cuma capek, jadi istirahat dulu."


"Jangan bikin kami khawatir lagi ya? Bahkan suami kamu mogok makan, Ra. Lihat, berat badan nya turun sebanyak lima kilogram selama satu minggu." Jelas Nayna, dia mengetahui hal itu dari suami nya. Karena Daniash bercerita pada nya.


"Apa benar itu, Dad?"

__ADS_1


"Tidak, sayang."


"Jangan bohong, Daddy gak pandai bohong ya!" Tegas Maura. Daniash pun menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Iya, Daddy kehilangan berat badan karena gak selera makan, kurang tidur juga." Jawab Daniash.


"Daddy, harusnya Daddy tahu kan kalau aku tak suka hal itu?"


"Iya sayang, maafin Daddy ya?"


"Jangan pernah melakukan hal konyol seperti itu lagi, Dad." 


"Iya sayang, Daddy janji gak bakal ngulangin hal itu lagi." Jawab Daniash bersungguh-sungguh.


"Oke, aku maafin Daddy kali ini." 


Setelah nya, mereka pun lanjut mengobrol. Hingga Aryo tiba, tadi Nayna datang sendiri dengan seorang supir yang Aryo tugaskan untuk menjemput istrinya juga mengantarkan nya ke rumah sakit, sedangkan dirinya sedang ada meeting penting bersama Danish. Karena, Daniash belum mau masuk ke kantor, jadi sementara waktu posisi Daniash di gantikan ayahnya.


"Selamat siang, Nona, Tuan." Sapa Aryo dengan senyum yang tersungging manis.


"Senyuman mu lebih lebar dari biasanya, Ar. Kenapa? Apa hal yang membuat mu bahagia, ya selain uang atau naik gaji." 


"Hehe, tidak ada Tuan. Saya hanya ikut senang melihat Tuan lebih bergairaah menjalani hidup, berkat Nona Maura." Jawab Aryo masih dengan senyuman manis nya.


"Mengandung sindiran halus."


"Hehe, tuan tau saja."


"Setelah istriku di bawa pulang ke rumah, aku akan kembali ke perusahaan, Ar." Jawab Daniash, seolah dia tahu maksud terselubung sekretaris yang juga merangkap menjadi asisten nya.


"Benarkah? Aahh syukurlah, saya sangat senang mendengar nya. Itu lebih menggembirakan dari pada berita naik gaji, Tuan." 


"Hehe, tuan besar nyeremin, Tuan. Saya takut gitu, mana sikap nya berubah-ubah gak bisa di tebak." Jawab Aryo membuat Daniash terkekeh.


"Jadi, kau merasa tertindas, Ar?"


"Tidak sih, tapi sedikit tidak nyaman saja, Tuan." Jawab Aryo sambil cengengesan.


"Hmmm, baiklah aku akan segera kembali ke kantor." 


"Baik tuan, terimakasih." Jawab Aryo.


"Ohh ya, bagaimana operasi papah Elgar, Ar?" Tanya Daniash.


"Semua nya lancar, tuan. Saat ini, Tuan Elgar sedang dalam masa pemulihan, sekitar dua atau tiga hari lagi beliau sudah bisa pulang." 


"Syukurlah kalau begitu, ada banyak kabar baik hari ini. Kita harus mengadakan syukuran, Ar." Ucap Daniash.


"Saya akan menyiapkan nya, syukuran di kantor cabang yang baru, Tuan?" 


"Ya, pastikan semua nya atas nama istriku." 


"Siap, Tuan. Saya akan mengurus nya." Jawab Aryo dengan sigap.


"Perusahaan cabang, Mas?" Tanya Maura heran, dia tak tahu kalau suaminya diam-diam membuat perusahaan cabang. 

__ADS_1


"Iya, perusahaan milikmu dan anak-anak kita. Semua saham nya atas nama mu dan anak-anak kita, Daddy memberikan nya sebagai hadiah ulang tahun kamu dan anak-anak." 


"Tapi aku baru saja melahirkan, Dad."


"Kamu lupa punya Davi sama Anna? Kamu melewatkan ulang tahun mereka, sayang." 


"Benarkah? Astaga, aku ibu yang sangat buruk. Bahkan melupakan hari ulang tahun anak nya sendiri." Ucap Maura sambil meringis.


"Tidak, kamu adalah ibu yang terbaik, sayang." 


Ya, Maura adalah ibu yang sangat baik versi Daniash. Dia rela mengorbankan semua nya demi anak-anak, bahkan harus merelakan rahim nya di angkat karena terjadi robekan saat melahirkan. Bisa di bayangkan sesakit apa kan? Sakit melahirkan saja sudah sangat menyiksa, di tambah dengan komplikasi yang terjadi. 


Maura juga sosok yang menjadi inspirasi bagi sahabat nya sendiri, Nayna. Dia kagum pada Maura, dia bisa mengurus semua nya dengan baik. Padahal dulu, dia tahu kalau Maura adalah gadis yang manja dan selalu bergantung pada orang tua nya. Tapi sekarang? Setelah punya anak dan suami, dia menjadi sosok wanita yang sangat dewasa dengan segala pemikiran-pemikiran nya, juga bijak dalam menilai sesuatu.


Daniash tersenyum, dia menikmati status baru nya sebagai hot Daddy dengan empat anak sekaligus dari dua kali kehamilan, bibit nya sangat unggul hingga dua kali hamil Maura di berikan keturunan yang kembar.


Pria itu menamai putra ke tiga nya dengan nama Alvendra Kendra Wijaya, sedangkan yang ke empat menamai nya dengan Alvandra Kenzo Wijaya. Dia menamai kedua putra nya dengan marga ibu nya, sebagai bentuk penghargaan atas semua perjuangan yang sudah Maura lakukan untuk nya dan anak-anak mereka. 


Daniash sangat merasa beruntung di pertemukan dengan Maura di waktu yang sangat tepat, kalau saja dia tak berani mengambil langkah, mungkin saat ini dia masih terikat pernikahan penuh drama dengan Herra. Tapi berkat Aryo, akhirnya dia bertemu dengan Maura yang sangat dia cintai saat ini. 


Seminggu kemudian, Maura pun akhirnya bisa pulang ke rumah nya, wanita itu sangat bahagia karena bisa bertemu dengan anak-anak nya. Davi langsung menyambut kepulangan sang mommy dengan membawakan bunga, sedangkan Anna langsung memberikan bando berhiaskan bunga di kepala mommy nya saat wanita itu berjongkok untuk menyamai tinggi kedua baby twins.


"Mommy ulang.." sambut mereka sambil bertepuk tangan lucu, membuat Maura tersenyum namun kedua mata nya berkaca-kaca, itu adalah luapan rasa bahagia nya.


"Sayang.." Maura berbalik, lalu bangkit dan berlari memeluk sang papah.


"Terimakasih sudah pulang, sayang. Papah sangat merindukan kehadiran kamu." Ucap Elgar sambil mengusap kepala putri nya.


"Sama-sama, pah. Bagaimana keadaan papa, sudah lebih baik?"


"Iya, lebih baik dari pada hari itu. Kamu lah yang membuat papah lebih semangat untuk sembuh."


"Papah.."


"Terimakasih sudah hadir dalam hidup papah, Nak. Papah sangat menyayangi kamu, maafkan keegoisan papah dulu."


"Tak ada yang perlu di maafkan, Pah. Maura sudah melupakan dan memaafkan semua kesalahan papah." Jawab Maura, lalu kembali memeluk sang papah. 


"Ayo masuk, kita ngobrol-ngobrol di dalam. Mama sudah masak banyak buat menyambut kalian semua." Ajak Riana. 


"Dani.." 


"Iya, Pah." Jawab Daniash, dia berbalik begitu mendengar ayah mertua nya memanggil nama nya.


"Papah minta maaf.."


"Sudahlah Pah, biarkan yang sudah-sudah berlalu. Jangan di ingat lagi, kita fokus saja dengan masa depan." Jawab Daniash sambil tersenyum, begitupun Elgar.


"Terimakasih juga sudah menjaga dan mencintai putriku sebegitu dalam nya."


"Sama-sama, aku dengan senang hati melakukan nya karena aku ingin." Jawab Daniash.


Elgar pun merangkul menantu nya, kedua pria berbeda generasi itu pun masuk ke dalam rumah. Kebahagiaan mereka pun kembali, semua nya mendapatkan senyum dan tawa mereka berkat kehadiran Maura.


- TAMAT-

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2