Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 116 - Suami dan Ayah Siaga


__ADS_3

Daniash menatap baby Davi yang tengah tertidur di box bayi nya, begitu juga dengan baby Anna, kedua bayi kembar nya sangat anteng, gak pernah rewel. Paling rewel nya kalau mau nyusu atau popok nya sudah kepenuhan, karena tak nyaman jadi nya rewel. Selebihnya, kedua nya lebih sering tertidur dalam buaian.


"Daddy, kenapa di liatin terus anak-anak nya? Padahal mereka lagi tidur." Ucap Maura, dia heran dengan suami nya yang sedari tadi berdiri di dekat box kedua buah hati nya.


"Aahh, tidak apa-apa sayang. Lihatlah, mereka sangat tampan dan cantik ya. Gak pernah rewel juga." 


"Iya, Dad. Anak-anak anteng kok, Daddy nya yang gak anteng kalo gak nyusu sebelum tidur." Ketus Maura membuat suami nya langsung berbalik dan terkekeh.


"Daddy juga kan masih bayi, susu ibu bagus untuk pertumbuhan."


"Apa nya lagi yang mau di tumbuhin hmm? Udah tinggi kayak tiang listrik, gigi udah tumbuh semua, rambut juga, itu nya juga udah gede banget bertumbuh dengan sempurna." Celetuk Maura. 


"Apa nya, Mom?"


"Ya itu nya."


"Itu nya apa? Yang mana?" Goda Daniash, seperti biasa menggoda istrinya jauh lebih menyenangkan dari pada mengerjakan pekerjaan di kantor. 


"Hisshh, gak usah goda aku. Aku ngantuk, pengen tidur."


"Yaudah, ayo ke kamar." Ajak Daniash, memang baby twins selalu tidur di kamar terpisah. Tentu nya dengan kedua nanny yang selalu siap siaga, kapan pun kedua bayi itu terbangun dari tidur mereka.


Maura dan Daniash pun pergi dari kamar baby twins, masuk ke kamar mereka di lantai yang sama, bahkan bersebelahan. Hanya saja, kamar nya di buat kedap suara agar nanny yang mengasuh kedua baby twins tidak terganggu dengan suara-suara laknat yang di timbulkan kala kedua nya tengah bermain kuda-kudaan. 


"Gak main dulu ya malam ini, Dad. Aku capek banget, gak kuat." 


"Iya Mom, Daddy juga gak minta kok. Lagi pengen istirahat aja sambil meluk kamu." Jawab Daniash, pria itu tersenyum sambil memeluk tubuh istrinya. 


Kedua nya sudah berbaring, Daniash memeluk istrinya, begitu juga dengan Maura yang tak pernah absen sedetik pun untuk memeluk tubuh suami nya. Selain nyaman, wangi pria itu membuat nya betah lama-lama berdekatan dengan pria ini. 


"Aroma tubuh Daddy selalu bikin nyaman." Gumam Maura, dia menduselkan wajah di dada bidang sang suami. 


"Hmm, itu daya tarik Daddy dari dulu, kan Mom?" 


"Iya, ini yang bikin Maura selalu pengen deket sama Daddy." Jawab Maura manja, pria itu mengeratkan pelukan nya. Sebelah tangan nya mengusap puncak kepala istri nya, melabuhkan ciuman-ciuman singkat di kening Maura.


"Daddy gak nyangka kita bakalan seperti ini lho, Mom."


"Hmmm, awalnya kan Daddy cuma nyari pelampiasan nafssu aja kan? Eehh malah keterusan. Kalau aja aku gak hamil, mungkin Daddy gak bakal kepikiran buat nikahin aku kan?" Tanya Maura lirih.


"Gak begitu, sayang. Ini semua nya sudah takdir untuk kita berdua."

__ADS_1


"Kalau aku gak hamil, apa Daddy bakal mau nikahin aku Dad?" 


"Tentu saja, karena dari awal Daddy sudah merasa cocok dengan mu. Itu alasan nya, kenapa Daddy memilih melepaskan Herra dan memperjuangkan mu, sayang." 


"Daddy, aku meleleh ini." 


"Meleleh apa nya, memang nya kamu es krim hmm?" Goda Daniash, membuat Maura semakin menduselkan wajah nya di dada suami nya.


"Tidurlah, sayang."


"Iya, Daddy." 


Daniash menarik selimut dan menyelimuti istrinya hingga ke dada nya, lalu kembali memeluk nya dengan erat. Kedua nya pun tertidur nyenyak dengan saling memeluk satu sama lain. 


Tengah malam, Daniash terbangun saat mendengar rengekan kecil dari salah satu box bayi. Pria itu bangkit dari tidurnya, berjalan pelan mendekati salah satu box bayi yang terletak di sudut kamar. 


Ya, malam ini kedua baby kembar itu tidur bersama orang tua nya. Karena box nya memiliki roda di bawah nya, jadi box bayi itu bisa di bawa kemana-mana, hanya tinggal di dorong saja. 


Tadi, memang kedua nya sudah meninggalkan kamar baby twins bersama kedua Nany nya, tapi setelah di pikir-pikir Maura menginginkan kedua bayi kembar nya untuk tidur satu kamar, malam ini saja dan kalau sudah begini, Daniash pun pasrah saja. 


Pria itu melihat baby Anna terlihat gelisah dalam tidur nya, Daniash mengecek popok nya dan ternyata memang sudah penuh bahkan rembes mengenai kasur nya.


Pria itu menepuk-nepuk pelan bedak di area yang basah, agar tak terjadi iritasi. Setelah nya, dia kembali menggendong baby Anna dan menimang nya sambil memberikan susu yang sudah tersedia di dalam dot. 


Maura terbangun karena merasa kedinginan, selama ini dia bisa tidur dengan nyenyak karena pelukan hangat suami nya. 


Wanita itu membuka kedua mata nya dengan perlahan, meskipun dia merasa sangat mengantuk, tapi tanpa pelukan suami nya, Maura takkan bisa tidur. 


"Daddy.." Lirih Maura dengan suara serak nya.


"Yes, Mommy.." jawab Daniash, pria itu langsung berbalik ketika mendengar suara lirih dari arah belakang tubuh nya.


"Baby Anna kenapa?"


"Popok nya basah, rembes ke kasur, Mom." Jawab Daniash pelan. 


"Baiklah, biar aku ganti popok nya." 


"Sudah Daddy ganti, Mom." 


"Hah, Daddy serius?" Tanya Maura.

__ADS_1


"Iya, Mom. Memang nya kenapa? Apa Mommy tak percaya sama Daddy hmm?"


"B-ukan begitu, Daddy. Tapi selama ini.." 


"Sudahlah, sayang. Ayo tidur lagi, Baby Anna juga sudah tertidur kembali." Ucap Daniash. Pria itu kembali meletakan putri nya di ranjang nya, dia pun kembali berbaring di atas ranjang dan memeluk istrinya.


"Kenapa kamu terbangun, sayang?"


"Dingin, soalnya Daddy gak peluk aku." Jawab Maura, dia langsung memeluk suami nya dengan erat. 


"Kamu ini, kebiasaan."


"Hehe, habis nya pelukan Daddy tuh hangat." 


"Iya, ya sudah ayo tidur lagi. Besok Daddy harus kerja, kamu juga harus ghibah sama Dara kan?" 


"Iya Daddy, cium dulu.." Pinta Maura, Daniash dengan senang hati memberikan kecupan singkat di kening istri cantiknya. 


Sedangkan di rumah sakit, Aryo tengah begadang karena baby Attar yang rewel. Kedua nya bergantian untuk menjaga putra mereka, Nayna sudah kelelahan jadi dia sedang beristirahat saat ini. Jadi, sekarang bagian Aryo yang menjaga Baby Attar. 


"Daddy, belum tidur juga baby Attar nya?" Tanya Nayna.


"Sshhhtt, dia baru saja tertidur sayang." Nayna tersenyum manis melihat suami nya yang begitu siaga.


"Terimakasih ya Dad."


"Untuk?" Tanya Aryo dengan kening yang berkerut heran.


"Karena sudah mau bergantian menjaga baby Attar."


"Dia juga putraku, sayang." 


"Terimakasih ya, Dad."


"Hmm, sama-sama istriku sayang. Tidurlah, beristirahat." Nayna mengangguk dan mulai memejamkan mata nya.


Keesokan hari nya, Nayna terbangun dari tidur nya. Hati nya terasa hangat begitu melihat suami nya tertidur sambil duduk di sofa, dengan tangan yang masih memeluk baby Attar. 


"Terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik, Dad." Gumam Nayna.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2