
"Yahh, gak ada buah mangga ya." Ucap Maura saat tak melihat ada nya buah favorit nya itu.
"Di ganti aja sama yang lain ya?"
"Hmm, tapi pengen nya buah mangga, Dad." Keluh Maura, wajah nya memberengut kesal. Padahal dia sudah membayangkan meminum jus mangga yang di kasih es krim vanilla.
"Tapi gak ada, gimana dong?"
"Heemm.."
"Nanti kita cari di pedagang buah pinggir jalan aja ya? Kali aja ada yang jual."
"Yaudah deh iya."
"Nah gitu dong, jangan badmood dong. Masih banyak jenis buah tuh." Tunjuk Daniash ke arah deretan buah-buahan.
"Stroberi?"
"Ambil, sayang." Maura tersenyum, lalu mengambil beberapa kotak buah stroberi. Buah itu juga salah satu buah kesukaan nya, tapi stroberi Korea yang berukuran besar dan manis.
"Mau peach ini, Dad. Lihat deh, gede-gede."
"Beli aja Bby, apapun yang kamu mau beli aja. Blackcard Daddy gak bakalan habis kalau cuma buat borong buah doang, kalaupun habis nanti Daddy kerja lagi."
"Hehe, iya Daddy." Jawab Maura, dia kembali berkelana di surga buah. Hingga matanya menatap takjub ke arah buah melon yang di bungkus dengan cantik, bahkan terdapat pita di atas nya.
"Daddy, mau melon ini boleh?"
"Boleh, ambil aja."
"Serius? Tapi harga nya mahal, Dad." Maura menunjuk harga untuk satu buah melon yang di bandrol dengan harga jutaan.
"Gapapa, ada harga ada kualitas Bby. Beli aja, pasti rasanya enak."
"Hehe, gapapa kali ya sekali-kali makan buah mahal." Ucap Maura sambil cekikikan, dia mengambil buah itu dan menyimpan nya ke dalam troly. Bahkan hal itu membuat nya menjadi pusat perhatian, pasalnya harga buah itu sangat mahal, tapi pria yang bersama wanita itu dengan enteng mengatakan beli saja.
"Daddy.."
"Apa sayang?"
"Ini anggur nya juga mahal, boleh juga?"
"Boleh, ambil saja sayang."
"Yang merah apa yang hijau, Dad?" Tanya Maura sambil memperlihatkan dua jenis anggur dengan harga yang cukup mahal hanya untuk beberapa ons anggur.
"Daddy gak tau, beli saja dua-duanya."
__ADS_1
"Bener, kalau bisa beli dua kenapa harus pilih satu, hihi." Lagi-lagi, Maura menjadi pusat perhatian karena mengambil dua bungkus anggur dengan harga yang mahal.
"Titipan Mama udah selesai, Dad. Sekarang tinggal beli es krim sama cemilan buat bumil."
"Yuk beli, jangan lupa beli susu buat adek bayi." Ucap Daniash, Maura pun mengangguk cepat. Lalu menggandeng tangan sang suami, keduanya pun berjalan dengan Daniash yang mendorong troly berisi belanjaan.
"Benar-benar pasangan crazy rich ya, beli dua anggur sama satu melon sultan, gilee. Total belanjaan nya pasti puluhan juta." Celetuk salah satu pengunjung setelah melihat Kirana dan Daniash membeli buah-buahan mahal.
Setelah selesai dengan drama belanja yang cukup rempong, kini kedua nya sedang dalam perjalanan untuk pulang sambil melihat-lihat pedagang buah, karena Maura tetap merengek ingin buah mangga.
"Daddy, disitu ada buah mangga nya." Tunjuk Maura.
"Wahh, kita beli ya sayang." Daniash pun mencari tempat untuk memarkir mobil nya, setelah itu barulah kedua nya turun, tentunya dengan Daniash yang selalu menggenggam tangan istrinya.
"Buah mangga, Neng." Tawar ibu-ibu penjual buah mangga itu.
"Mangga apa ini, Bu? Bentuk nya agak beda dari mangga biasanya." Tanya Maura sambil melihat-lihat buah mangga nya, juga mencium aroma nya.
"Mangga golek, Neng."
"Kalo yang ini? Beda jenis ya, besar-besar gini."
"Itu mangga gajah." Jawab nya sambil tersenyum ramah.
"Manis gak, Bu?"
"Jadi, mau beli yang mana, Bby?" Tanya Daniash.
"Mau yang ini aja, Dad."
"Di bungkus ya Bu, 4 kilo aja." Ucap Maura sambil menyerahkan buah mangga pilihan nya. Maura akhirnya memilih buah mangga gajah, ya sesuai nama nya ukuran mangga itu memang besar-besar.
"Ini Neng."
"Ini empat kilo, Bu?" Tanya Maura, ibu itu mengangguk sambil memperlihatkan timbangan nya.
"Daddy, gak cukup. Tambah boleh?"
"Boleh, sayang. Beli aja, kita punya kulkas jadi bisa di simpan biar gak busuk." Jawab Daniash.
"Ya udah, buah mangga yang ini saya beli semua ya, Bu."
"Seriusan Neng?" Maura mengangguk, ibu itu terlihat sangat senang saat Maura mengatakan akan membeli semua dagangan nya.
"Sebentar ya Neng."
Tak lama kemudian, ibu itu sudah selesai membungkus semua buah mangga untuk Maura.
__ADS_1
"Jadi berapa semua nya, Bu?"
"200 ribu, Tuan."
"Ini uang nya." Daniash mengulurkan tiga lembar uang merah pada si ibu pedagang buah itu.
"Satu nya lagi bonus buat ibu, terimakasih ya Bu."
Daniash pun merangkul istrinya dan keduanya pun kembali ke mobil.
"Dad, ada jagung rebus." Tunjuk Maura sebelum masuk ke dalam mobil.
"Mau?"
"Mau, hehe. Sekalian beli pesenan Mama juga kan?"
"Ohh iya, Daddy malahan lupa kalo Mama pesen jagung."
"Yaudah beliin dong, Dad. Kaki aku pegel."
"Yaudah, tunggu di mobil ya. Daddy beli dulu." Maura mengangguk, dia hanya melihat dari dalam mobil saat suaminya membeli jagung rebus pesanan sang mama dan juga istrinya.
"Ini sayang, hati-hati masih panas."
"Makasih Daddy, jadi hari ini aku habis berapa?"
"Gak usah di pikirin, besok Daddy kerja lagi kok." Jawab Daniash sambil tersenyum.
"Hehe oke, nanti aku habisin lagi ya."
"Boleh, sayang."
"Daddy ini, dari tadi boleh aja. Sekali-kali, gak boleh gitu."
"Ya kalau Daddy mampu, kenapa harus ngelarang istri Daddy? Ya kecuali kalo kamu minta nikah lagi sama berondong, baru Daddy gak bolehin." Celetuk Daniash, membuat Maura tergelak.
"Berondong kere, aku gak mau Dad. Mending sama sugar Daddy."
"Heh!"
"Iya-iya, enggak kok Dad cuma bercanda."
Daniash hanya menggelengkan kepala nya, lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya. Sesekali dia akan memakan jagung yang di sodorkan oleh istrinya.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1