Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 91 - Drama Pasutri Baru


__ADS_3

"Ssshhh aahhh, Daddy pelan-pelan.." Ucap Nayna lirih saat suaminya menggoyang nya dengan brutal. Ini ronde ketiga di malam hari setelah pernikahan mereka.


Setelah berhenti satu jam untuk makan malam terlebih dulu dan beristirahat sejenak, Aryo kembali menarik istrinya ke atas ranjang yang bahkan masih berantakan bekas percintaan dua ronde mereka.


"Aaahhhh baby, Daddy ingin keluar lagi sayang.." Racau Aryo, dia semakin brutal memacu tubuhnya di atas sang istri. Nayna meremaas seprei dengan kuat, menahan guncangan dan rasa perih di inti nya.


"Daddyhh.." Nayna memekik saat Aryo membenamkan senjata nya sedalam mungkin untuk menyiram rahim Nayna dengan cairan kejantanaan nya.


"Aaasshhh, baby.. Milikmu selalu saja menjepit milik Daddy dengan ketat." 


"Dad, aku lelah.." Keluh Nayna sambil mendorong pelan dada sang suami dari atas tubuhnya.


"Maafin Daddy ya, Bby."


"Sudah ya, Dad? Kalau mau lagi besok aja, aku capek mau tidur."


"Iya sayang, terimakasih. Daddy sangat puas dengan pelayanan mu yang luar biasa." Puji Aryo, lalu mengecup mesra kening istrinya.


"Lemes banget, Dad. Anterin ke kamar mandi dong." Pinta Nayna manja, membuat Aryo tersenyum. Pria itu pun menggendong istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan miliknya dari sisa-sisa percintaan mereka tadi.


"Banjir banget, Bby." 


"Isshh Daddy, jangan bikin aku malu!" Rengek Nayna, kali ini Aryo tergelak mendengar rengekan manja istri cantiknya.


"Iya iya, sayang." Aryo pun membersihkan inti sang istri yang merupakan bagian favoritnya dengan air, dan mengelap nya hingga kering agar istrinya merasa nyaman.


Setelah selesai, Aryo pun kembali menggendong sang istri dan meletakan nya di atas ranjang dengan hati-hati.


"Mau kemana, Dad?" Tanya Nayna saat melihat suami nya beranjak.


"Mau nyuci dulu si junior, lengket, bau amis juga nanti di gigit semut kan bahaya." 


"Ohh iya, jangan lama Dad. Pengen bobo sambil kelonan." 


"Siap istriku." Aryo tersenyum lalu masuk ke kamar mandi dengan masih keadaan telanjaang bulat. 


Nayna membaringkan tubuhnya yang terasa remuk, bayangkan saja tiga ronde dengan durasi yang cukup lama di setiap permainan nya. Mau bilang lelah tapi dia di bawah, apalagi saat melihat wajah suami nya membuat nya tak tega jika menolak keinginan nya.


"Aasshhh, sakit banget pinggang ku." Ucap Nayna sambil memijit-mijit pinggang nya sendiri.


Tak lama kemudian, Aryo nampak keluar dari kamar dengan bathrobe nya. Dia langsung menaiki ranjang dan mengambil alih tangan istrinya untuk memijat pinggang nya.


"Lho Dad, udah dari kamar mandi nya?"

__ADS_1


"Udah, sayang. Makanya Daddy disini, kalo belum selesai ya Daddy masih di dalam sana." Jawab Aryo santai.


"Enak gak?" 


"Enak banget, Dad. Pijatan Daddy enak deh." Jawab Nayna sekaligus memuji pijatan sang suami.


"Maafin Daddy ya, bikin badan kamu pegel-pegel."


"Gapapa kok Dad, udah kewajiban aku layanin kamu." 


"Besok, kita pergi ke spa ya biar kamu di pijat." 


"Wihh, boleh tuh Dad. Kayaknya enak deh." Jawab Nayna antusias.


"Yaudah, sekarang bobo aja ya. Sini, Daddy peluk." 


Nayna merangsek ke dalam pelukan suaminya, menduselkan wajah nya di dada bidang pria tampan itu. Aroma maskulin yang bercampur dengan keringat sungguh membuat candu. Seperti nya Nayna takkan pernah bosan untuk menghirup aroma itu setiap harinya.


Aryo mengusap puncak kepala istrinya, dengan usapan-usapan lembut yang membuat Nayna merasa sangat nyaman, hingga akhirnya tertidur lelap dalam hitungan menit. Begitu pula Aryo, dia menghabiskan banyak tenaga untuk melakukan permainan nya dengan sang istri.


Malam ini, dia benar-benar melakukan nya cukup brutal, padahal ini bukan pertama kali nya mereka melakukan penyatuan. Tapi, malam ini terasa berbeda karena status mereka.


Keesokan harinya, Aryo terbangun dengan wajah berbinar nya. Kepuasan semalam masih terlihat membekas pada Aryo. Hari ini dia juga tak pergi ke kantor, karena Daniash meliburkan nya selama dua hari sebagai cuti menikah.


"Pagi, istriku." 


"Hmmm, gak ngantor?"


"Enggak, di kasih libur sama bos." Jawab Aryo dengan suara serak nya, dia mengucek kedua mata nya yang terasa sedikit perih, mungkin efek begadang semalam.


"Ohh, yaudah deh."


"Udah mandi, yang?" Tanya Aryo, meneliti penampilan istrinya dari atas hingga ke bawah.


"Udah dong, baru aja keramas." Jawab Nayna sambil memperlihatkan rambut basahnya.


"Kok gak ngajak sih?" 


"Ya Daddy nya tidur kayak kerbau, pules banget. Mentang-mentang udah puas main." Sindir Nayna membuat Aryo mengerucutkan bibirnya.


"Gak bisa, ayo mandi lagi." 


"Idih, enggak aahh. Dingin." Nayna menolak, tapi sepertinya Aryo sama seperti Daniash yang tak menerima penolakan.

__ADS_1


Tangan pria itu langsung menarik tali bathrobe istrinya, hingga membuat tubuh polos itu terpampang nyata di depan mata.


"Beatiful." Puji Aryo sambil tersenyum mesuum. Dia pun langsung menggendong Nayna ke kamar mandi untuk mengulang permainan di pagi hari dengan kedok mandi bersama.


Lagi-lagi, Nayna di buat tak berdaya oleh sentuhan-sentuhan suaminya yang memabukkan. Akhirnya, mau tak mau Nayna pun menikmati permainan suaminya. Hingga suasana di kamar mandi itu terasa cukup panas dan membuat gerah dengan suara-suara erotis yang di hasilkan kedua nya.


"Aaahhh Daddy.." Nayna mendesaah panjang saat berhasil mendapatkan klimaaks pertama nya. Aryo tersenyum, meskipun sempat menolak tapi akhirnya mendesaah juga. Ya begitulah wanita, awalnya susah di ajakin, tapi pas udah masuk suka berisik dan paling menikmati.


Hingga setengah jam kemudian, barulah Nayna bisa keluar dari kurungan suaminya. Dia keluar dengan wajah kusut seperti benang pancingan, berbeda jauh dengan ekspresi Aryo yang berbinar cerah setelah berhasil mengerjai istri cantiknya.


Lutut Nayna terasa lemas setelah hampir setengah jam bermain dengan gaya berdiri.


"Bby, mau sarapan apa?"


"Telat, aku nya udah di jadiin sarapan sama kamu!" Ketus Nayna membuat Aryo tergelak kencang.


"Serius lho Bby, mau sarapan apa?"


"Terserah aja, tapi mau yang berkuah."


"Sup iga, sup buntut, sayur bening, sup ceker, sayap sama ada beberapa macam sup lagi. Mau yang mana?"


"Beli aja semuanya." Celetuk Nayna tanpa menoleh ke arah sang suami. Dia sebal, tentu saja sebal karena harus keramas untuk kedua kalinya karena ulah mesuum suaminya. Mentang-mentang hari pertama nikah, bawaan nya pengen anu terus.


"Oke, done." Jawab Aryo sambil menyimpan kembali ponsel nya di atas nakas. Lalu beralih pada istrinya, dia membantu Nayna mengeringkan rambutnya.


"Beneran di pesen semua, Dad?"


"Iyalah, kan kamu yang minta." Jawab Aryo dengan raut wajah yang terlihat santai, berbeda dengan Nayna yang terhenyak.


"Dad, aku cuma bercanda lho."


"Gapapa, biar gak usah masak sampe makan malam." Jawab Aryo.


"Hmmm, iya terserah Daddy aja lah."


"Setelah sarapan siap-siap ya, kita ke spa." 


"Okey, Dad." Jawab Nayna dengan cepat. Aryo pun kembali menyisir rambut istrinya, lalu mengikat nya sedikit dan menambahkan pita rambut, dan berhasil. Istrinya nampak semakin cantik dan menggemaskan. Ingin nya, dia membawa istrinya ke atas ranjang lagi, tapi dia tak mau membuat istrinya kelelahan. Sudah cukup 4 ronde untuk tadi malam dan pagi ini.


.......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak ya gaes, like atau komen juga gift sama vote😚😚😚


__ADS_2