Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 89 - Kesibukan Aryo


__ADS_3

Masih suasana di pernikahan Aryo dan Nayna, setelah selesai mengikat janji suci dan memasangkan cincin pernikahan. Kini, saatnya para tamu undangan bergantian untuk memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai pengantin.


"Selamat untuk pernikahan nya, semoga langgeng sampai kakek nenek, cepet di kasih momongan juga ya." Ucap Maura pada Nayna, dia memeluk sahabatnya dengan hangat.


"Makasih udah dateng, beb." 


"Pasti aku dateng beb, kamu baik-baik ya. Setelah ini, mungkin kamu bakalan di kurung sama om Aryo semalaman." Bisik Maura membuat wajah Nayna memerah.


"Isshh kamu ini, aku udah biasa kali." Ucap Nayna sambil menepuk pelan lengan sahabatnya. 


"Kali aja butuh sesuatu gitu."


"Isshh kamu tuh ya, kebiasaan suka bikin malu." 


"Hehe, maafin deh."


"Gimana keadaan keponakan aku, Ra?"


"Baik dong, hari ini untuk pertama kali nya dia bergerak di dalam sana, Nay." Jawab Maura dengan antusias, begitu pun Nayna yang terlihat excited mendengarkan cerita sahabatnya. 


Wajar saja dia excited, dia orang pertama yang tau kehadiran kedua janin itu, dia juga orang yang pertama kali mengantarkan Maura untuk periksa kandungan ke dokter.


"Seriusan? Wahh, ponakan aunty udah besar ternyata. Gak sabar pengen lihat mereka, Ra."


"Aku juga, Nay." Nayna mengusap lembut perut sahabat nya yang sudah membuncit besar, karena kehamilan twins nya.


"Bby, sudah?" Tanya Daniash, perempuan itu mengangguk. 


Daniash mengandeng tangan istrinya dan membawa nya turun dari pelaminan, tentunya setelah dia berpamitan pada kedua mempelai pengantin yang tengah berbahagia saat ini.


"Makan dulu, Bby." 


"Heemm, boleh deh." Jawab Maura, Daniash selalu menggenggam tangan istrinya sesuai janji nya tadi. 


"Mau apa, sayang?" Tanya Daniash, sambil memegang piring yang masih kosong. 


"Siomay ayam dong, Dad."


"Tapi, jangan pedes ya?" 


"Oke, sama bakso juga." Daniash mengambil makanan yang disebutkan sang istri. 


"Apa lagi sayang?"


"Rainbow cake sama es melon." 


"Oke, kamu duduk duluan ya. Biar Daddy bawain makanan nya." 


"Makasih Daddy, cup.." Maura mengecup singkat pipi sang suami sebagai ungkapan terimakasih nya, membuat para tamu lain menatap mereka dengan tatapan iri. 


Setiap gerak gerik Maura dan Daniash selalu menjadi pusat perhatian di tempat ini. Di mulai dari kedatangan pasangan crazy rich itu, hingga sekarang semua nya tak luput dari perhatian tamu lain. 


Apalagi cara Daniash memperlakukan istrinya, selalu lembut dan penuh kasih sayang, membuat banyak kaum hawa yang merasa iri pada sosok Maura.

__ADS_1


"Baby, maaf Daddy agak lama. Ngantri dulu es melon nya."


"Gapapa, Dad." Jawab Maura sambil tersenyum. 


"Ayo makan." 


"Terimakasih Daddy." 


"Iya, sama-sama sayang." Daniash mengacak rambut istrinya dengan gemas. Padahal, dia juga yang susah-susah mendandani istri nya tadi.


"Daddy gak makan?" Tanya Maura.


"Lihatin kamu makan aja, Daddy udah kenyang sayang."


"Isshh, Daddy gombal." Rengek Maura sambil menepuk pelan lengan suaminya.


"Mana ada Daddy gombal, sayang? Kenyataan nya begitu kok. Ayo makan, keburu bakso sama siomay nya dingin." 


"Yaudah, makasih ya Dad."


"Kamu ini, dari tadi bilang makasih aja terus." 


"Hehe.." Maura pun mulai memakan makanan yang tersedia di depan nya, sesekali dia menyuapi suaminya. Kini, Maura tau kenapa Daniash mengambil masing-masing makanan dengan porsi yang cukup banyak, ya karena dia ikut makan tapi di suapi istrinya. Pintar juga.


"Dani.." Panggil seseorang yang membuat Daniash mendongak begitu mendengar nama nya di panggil.


Maura menatap sosok perempuan dengan tatapan tak suka, tapi dia menyembunyikan nya di balik senyuman yang terlihat sangat di paksakan. Itu membuat mood nya sebagai ibu hamil sensitif, anjlok seketika.


"Ya, siapa ya?" 


"Tidak, sama sekali." Jawab Daniash, membuat hati Maura bersorak kegirangan.


"Hmm, tak masalah. Bisakah aku duduk di kursi kosong ini?" 


"Untuk apa?" Tanya Daniash datar, apalagi setelah melihat ekspresi Maura yang sudah seasam buah lemon.


"Kita bisa mengobrol santai, mengenang masa-masa sekolah dulu." 


"Aku tak berminat mengenang apapun." Ketus Daniash, tapi sepertinya perempuan itu belum menyerah juga.


Dia duduk di samping Daniash, bahkan mengangkat sedikit kursi hingga posisi nya berdempetan dengan milik Daniash. Jujur, hati Maura terasa panas seperti terbakar. Tapi, dia berusaha bersikap setenang mungkin. Toh dia yakin, suaminya takkan tergoda meskipun di goda sedemikian rupa.


"Kamu ingat saat dulu kamu jadi siswa pemes di sekolah, apalagi saat kamu jadi ketua tim basket." 


"Pasti dia tak tau kalau dulu kamu jago bermain basket kan." Sinis Mika pada Maura yang sedari tadi hanya diam, mengaduk-aduk makanan di piring tanpa memakan nya. Dia terlanjur badmood untuk makan. 


"Sejak kapan selera mu jadi seperti ini, Dan? Dia terlihat gendut." 


"Aku? Gendut?" Tanya Maura datar dengan tatapan tajam. Sedari tadi dia hanya diam tak menanggapi celotehan wanita itu, tapi saat wanita itu menghina fisiknya dia tak terima. 


"Iya, memang kau gendut seperti sapi." 


"What? Sapi katamu? Kau tak lihat aku sedang hamil hah?" Tanya Maura. 

__ADS_1


"Aku tau kau sedang hamil, tapi bukan berarti kau tak menjaga penampilan." 


"Cukup Mika! Memang nya siapa kau berani mengatakan hal itu pada istriku hah? Kurang ajar!" Daniash murka, membuat wajah wanita itu memucat seketika. Harusnya dia bisa menjaga mulutnya untuk tak mengatakan kata-kata pedas. 


"Daddy…" rengek Maura.


"Iya sayang."


"Aku jijik melihat wajah wanita ini, bisakah Daddy menendang nya dari sini?"


"Tentu, apapun akan Daddy lakukan untuk mu, istriku." Jawab Daniash lembut. Lalu bangkit dari duduknya dan menendang kursi yang di duduki oleh Mika hingga membuat wanita itu tersungkur.


Dia meringis sambil mengusap lutut nya, tapi Daniash langsung menyeret nya keluar dengan kejam nya, membuat kegaduhan di pesta.


Aryo langsung turun dari pelaminan begitu melihat atasan nya yang terlihat sangat marah sambil menyeret seorang perempuan.


"Tuan, ada apa ini?"


"Ar, kenapa kau mengundang tamu tak bermoral seperti dia, hmm? Dia mengatai istriku gendut seperti sapi." Ucap Daniash dengan lantang, membuat Aryo terhenyak. 


"A-apa? Maafkan saya tuan, biar saya yang mengurus nya."


"Tak perlu, aku yang akan mengurus nya sendiri. Lanjutkan saja acara mu, aku takkan lama." 


"Nona Maura?" Tanya Aryo.


"Aku titipkan padamu untuk beberapa saat sampai aku selesai membereskan wanita sialan ini." 


"Baik, tuan." Jawab Aryo. Daniash pun kembali menyeret wanita itu, sedangkan Aryo dia mengusap dada nya yang berdegup kencang. Seumur hidup dan bekerja bersama Daniash, baru kali ini dia melihat kemarahan pria itu. 


"Astaga, tuan muda kalau marah sangat mengerikan." Gumam Aryo. Dia pun kembali masuk dan mendekat ke arah meja yang di tempati Maura.


"Nona.."


"Eehh, Om Aryo. Kenapa om?"


"Anda baik-baik saja?"


"Tentu, memang nya ada apa? Dimana Daddy?"


"Tuan muda mengatakan ada sedikit urusan, tapi beliau takkan lama. Jadi, untuk sementara waktu anda bersama saya." 


"Tapi Om kan sedang menikah?"


"Tak apa-apa, Nona. Saya minta maaf atas ketidak nyamanan nya." 


"Tak apa-apa, Om." Jawab Maura dengan senyum tipis nya.


'Semoga tuan muda tak tau kalau istrinya tersenyum padaku, kalau dia tau bisa-bisa bonus ku tinggal kenangan saja.' 


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2