
"Dad, mau kemana sih?" Tanya Maura lirih, entah kemana Daniash akan membawa nya, pakai menutup mata nya dengan kain hitam.
"Kejutan, sayang." Jawab Daniash, pria itu membawa istrinya berjalan perlahan.
"Daddy, ihh. Kejutan-kejutan apaan sih? Bikin penasaran aja."
"Kan itu memang tujuan Daddy, sayang." Daniash pun tetap membawa istrinya berjalan dengan perlahan.
"Hitungan ke tiga, buka mata mu ya Mom."
"Apa sih, Dad? Aku takut aja kalau malah di dorong dari tebing."
"Ya kali Daddy gitu, Mom."
"Kan gak menutup kemungkinan Daddy punya niat buruk sama aku, kayak di film-film gitu." Ucap Maura lagi, membuat Daniash terkekeh. Dia heran dengan pemikiran istrinya, kok bisa berfikir sampai kesana?
"Oke, siap ya Mom? Satu.."
"Dua.."
"Tiga…" Daniash membuka penutup mata sang istri, Maura membuka kedua mata nya dengan perlahan. Jujur saja, dia takut saat ini. Hati nya sedari tadi menerka-nerka, kira nya kejutan apa yang akan suami nya berikan.
"Dad.." Maura menganga melihat rumah mewah di depan nya, perempuan itu menutup mulut nya dengan kedua tangan.
"Kamu suka?" Tanya Daniash, pria itu merangkul mesra pundak istrinya.
"Daddy, rumah siapa ini?"
"Rumah kita, sayang."
__ADS_1
"Rumah ki-ta?" Tanya Maura lagi, rumah mewah bernuansa putih itu berdiri megah di depan Maura.
"Iya, ini rumah yang Daddy bangun untuk kita. Kamu suka?"
"Ya, aku sangat menyukai nya Daddy." Jawab Maura lirih.
"Syukurlah kalau kamu suka, ayo kita masuk ke dalam, Mom." Ajak Daniash, dia pun menggandeng lengan istrinya. Kedua nya pun berjalan pelan masuk ke rumah megah itu.
Maura memotong pita yang terbentang di antara dua pilar di depan rumah mewah itu dengan gunting yang sudah tersedia.
Daniash membuka pintu utama rumah itu, dan suara terompet langsung menyambut mereka dengan meriah.
"Selamat datang di rumah baru.." sambut banyak orang yang sudah berada lebih dulu di dalam rumah itu.
"Dan, selamat ulang tahun Maura.."
Maura menutup mulut nya dengan kedua tangan, hari ini adalah hari ulang tahun nya? Dia bahkan tak mengingat kalau hari ini dia berulang tahun.
"Daddy.."
"Kok menangis, sayang?"
"Terimakasih Daddy, ini sangat mengejutkan bagi ku."
"Sama-sama sayang." Jawab Daniash, pria itu meraih istri nya ke dalam pelukan hangat nya, menyandarkan kepala nya di dada nya.
"Aku bahkan melupakan kalau ini hari ulang tahun ku, Dad."
"Hmm, kamu terlalu sibuk dengan si kembar sekarang, sayang." Jawab Daniash sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku tak mau melewatkan perkembangan mereka sedikit pun, Dad."
"Iya, tapi jangan melupakan tentang dirimu sendiri, sayang."
"Nanti aja ya mesra-mesraan nya, Mama laper nih. Bisa potong kue nya di percepat?" Tanya Amira pada putri nya. Ya, Elgar dan Amira hadir di peresmian rumah baru putri mereka.
Danish, Riana, Dara, Nicholas, Nayna, Aryo, tak lupa si kembar yang saat ini sudah berusia satu tahun. Kedua nya sedang berada dalam fase aktif-aktif nya.
Baby Davi sudah bisa berjalan dengan lancar, namun baby Anna masih sedikit kesulitan karena tubuh nya yang gemoy alias bongsor.
Namun begitu, kedua nya tetap sehat dan aktif. Daniash mengusap kepala istrinya dengan mesra, lalu mengecup kening nya.
"Daddy, ayo potong kue nya." Ajak Maura dengan manja. Daniash pun terkekeh, lalu mengiyakan. Dia pun memotong kue ulang tahun nya dan memberikan potongan pertama dan kedua untuk ayah dan ibu nya, lalu sang suami, mertua, lalu sahabat nya.
"Mana baby Attar?" Tanya Maura.
"Tuh, lagi sama nanny nya." Jawab Nayna sambil menunjuk putra nya yang sedang merangkak di bawah pengawasan pengasuh nya.
"Yaudah, ayo kita makan."
"Ayoo."
"Aku gak di ajak, kak?" Rengek Dara, membuat Maura terkekeh.
"Ayo kesini adik ku sayang." Ajak Maura, Dara pun dengan senang hati memeluk kakak ipar nya, lalu mengikuti langkah kedua perempuan itu ke ruang makan.
Akhirnya, Dara juga memutuskan untuk tinggal di negara kelahiran nya bersama sang suami dan putri nya. Ke egoisan orang tua Nich akhirnya berakhir dengan happy ending, kedua nya sepakat untuk mengantarkan Marsha ke negara ibu nya.
Dengan syarat, setiap dua atau tiga bulan sekali, mereka harus berkunjung ke Amerika untuk menjenguk mereka. Syarat yang cukup mudah, tapi menguras waktu dan tenaga juga. Mengingat, disini bisnis milik Nich mulai berkembang dengan sangat baik, bahkan sangat baik.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻