
"Baby, cepetan.."
"Isshh, sabar dong Dad. Tahu istrinya lagi hamil, bingung milih baju nih." Teriak Maura dari dalam kamar ganti.
"Astaga, kamu belum berpakaian sayang? Terus, setengah jam disini tuh ngapain?" Tanya Daniash saat melihat istrinya belum memakai pakaian, masih mengenakan bathrobe. Padahal sudah setengah jam lebih dia berada di dalam ruangan ini.
Daniash menggelengkan kepala nya, rempong sekali memang. Tapi mau bagaimana lagi, akhirnya dia harus ikut andil memilihkan pakaian untuk istrinya.
Hari ini, Aryo dan Nayna akan menikah. Jadi, mereka di minta untuk datang menghadiri pernikahan mereka, meskipun sederhana, hanya acara pemberkatan saja, tapi tetap saja Nayna dan Aryo mengharapkan kedua nya hadir karena mereka adalah dua orang yang berpengaruh dalam hidup Nayna maupun Aryo sendiri.
"Yang ini aja, Bby." Daniash memilih dress selutut berwarna pink pastel, cukup tertutup dengan lengan berbahan transparan.
"Baiklah, aku coba dulu." Maura mengambil dress itu dari tangan sang suami, lalu tanpa malu langsung memakai nya di hadapan Daniash. Toh, buat apa malu? Mereka kan sudah terbiasa telanjaang bersama.
Daniash mengernyit, ternyata kurang cocok karena terlihat kekecilan di tubuh gemoy Maura.
"Sempit, Dad."
"Oke, sebentar Bby." Daniash kembali memilih pakaian yang kira nya akan cocok di pakai istrinya. Tapi, sepertinya akan cukup menyulitkan. Karena semua pakaian mahal yang berjejer rapi di lemari ini berukuran sama, yakni Maura sebelum hamil. Jadi otomatis ukuran nya mungkin akan kekecilan.
"Coba yang ini, Bby."
Maura mengganti pakaian nya kembali, kali ini Daniash memilih dress panjang semata kaki dengan belahan kecil di sisi kanan dan kiri nya. Tidak terlalu terbuka, juga tidak terlalu ketat.
"Bagus, Bby."
"Yaudah, yang ini aja. Tapi gandeng aku ya, susah jalan nya kalo pake dress gini tuh."
"Siap, kemana pun Daddy pasti menggandeng tangan kamu."
"Bener ya? Nanti malah ngobrol-ngobrol sama temen Daddy." Sinis Maura, membuat Daniash terkekeh.
"Iya iya, gak bakalan kok Bby. Lagipun, Daddy harus mengenalkan istri cantik Daddy sama temen-temen Daddy nanti."
"Hemm, terserah Daddy saja. Ayo, bantu aku menata rambut." Ajak Maura sambil menarik tangan suami nya dari ruang ganti.
Daniash pun dengan senang hati mendandani istrinya, dia mengepang rambut panjang istrinya, lalu mengikat nya ke belakang, membentuk nya seperti sanggul. Sedangkan Maura, dia memakai make up tipis di wajah nya. Tak lupa memakai lipstick berwarna nude yang di ombre dengan warna merah.
"Perfect, kamu sangat cantik istri ku."
"Terima kasih, Pak suami. Ayo berangkat, nanti telat." Ajak Maura sambil menggandeng lengan suaminya. Padahal yang lama dan rempong kan perempuan, kalo laki-laki kan simpel tinggal pakai jas formal, sepatu, lalu menyisir rambut, selesai.
Berbeda dengan perempuan, bingung milih baju lah, menata rambutlah, belum make up an lah, terus bingung lagi mau pakai sendal atau sepatu yang mana. Tapi ya itulah perempuan dengan segala problem nya, kalau gak rempong ya bukan perempuan.
__ADS_1
"Wahh, mau kemana ini couple goals kita?" Tanya Amira saat melihat pasangan suami istri itu menuruni tangga bersama-sama.
"Mau ke nikahan nya Om Aryo, Ma."
"Ohh sekarang ya?"
"Iya Ma." Jawab Maura sambil tersenyum.
"Yaudah, kalian hati-hati di jalan nya ya. Ini, mama nitip buat Nayna." Ucap Amira sambil menyisipkan sebuah amplop.
"Iya Ma, kalau begitu kami pergi dulu ya."
"Jangan pulang larut malam ya, ingat Maura lagi hamil." Peringat Amira para Daniash.
"Siap, Ma."
Kedua nya pun kembali berjalan perlahan karena Maura cukup kesulitan di karenakan dress nya yang panjang hingga mata kaki.
Daniash membukakan pintu untuk sang istri, Maura tersenyum manis lalu masuk ke dalam mobil nya, setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman, barulah dia berlari memutari mobil, kemudian duduk di belakang kemudi.
"Siap Bby?"
"Siap Daddy." Jawab Maura. Daniash pun mulai menjalankan mobil sedan andalan nya menjauhi rumah mewah milik mertua nya. Sepanjang jalan, Maura terus saja bermain ponsel bertukar pesan dengan sahabatnya yang sebentar lagi akan menikah.
"Kenapa, Baby? Daddy nya di cuekin dari tadi."
"Ututu, suami tampanku merajuk. Ini lagi kirim pesan sama Nayna, tapi kalo Daddy bosan yaudah aku temenin." Ucap Maura, membuat wajah Daniash berbinar. Seasik apapun kegiatan yang di lakukan nya, saat dirinya merengek, pasti Maura akan lebih mengutamakan nya.
Setelah hampir satu jam berkendara, akhirnya Daniash sampai di rumah yang nampak ramai oleh tamu undangan. Meskipun acara nya sederhana, tetap saja ada tamu yang datang karena pengaruh pria itu yang cukup besar.
Ya, karena Aryo adalah sekretaris plus asisten kepercayaan seorang Daniash Anggara Kim. Pebisnis hebat yang sukses di usia yang masih terbilang cukup muda.
Daniash turun dengan tangan menggandeng mesra istrinya yang nampak sangat cantik dan anggun dengan gaun berwarna putih gading yang di kenakan nya, terlihat sangat sederhana namun jika Maura yang memakai nya kesederhanaan itu lenyap sudah.
Kedua nya berjalan perlahan ke dalam rumah yang akan menjadi saksi bisu janji suci antara Aryo dan Nayna beberapa menit lagi.
Seketika, pasangan Daniash dan Maura menjadi pusat perhatian. Keduanya terlihat sangat serasi apalagi saat berjalan bersamaan dengan langkah perlahan.
"Dad, kok mereka liatin kita gitu banget ya? Aku agak risih." Bisik Maura. Pasalnya, dia tak pernah menjadi pusat perhatian di acara orang lain.
"Itu karena kamu cantik, Bby." Jawab Daniash dengan senyum kecilnya.
"Selamat datang, Tuan dan Nona Kim." Sapa Aryo ramah. Pria tampan yang siap melepas masa lajang nya beberapa menit lagi.
__ADS_1
"Ohh Aryo, kau nampak berbeda." Ucap Daniash.
"Eehmm, jangan begitu tuan. Anda tau saya gugup saat ini."
"Haha, wajar saja kau gugup. Aku pun begitu, saat akan mengucap ikrar suci dengan istriku."
"Tuan, sebaiknya ajak Nona Maura duduk agar tidak kelelahan. Saya sudah menyiapkan kursi paling depan untuk anda."
"Aryo, kau terlalu berlebihan. Aku bukan atasan mu disini, aku hanya datang sebagai tamu." Ucap Daniash merasa tak enak dengan Aryo.
"Tak apa tuan, silahkan duduk."
"Baiklah, terimakasih Ar."
"Sama-sama, Tuan." Jawab Aryo, dia pun kembali menyambut tamu yang baru saja datang.
Hingga beberapa menit kemudian, acara inti pun dimulai. Aryo menanti kekasih hati nya di dekat altar, menatap penuh haru pada Nayna yang berjalan di apit oleh Alika, sang bibi yang akan mewakilkan tugas ayahnya untuk menyerahkan Nayna pada sosok pria yang menggantikan peran seorang ayah, yakni menjaga Nayna.
Aryo tersenyum, lalu mengulurkan tangan nya ke arah Nayna, perempuan itu menerima nya lalu di satukan oleh Alika.
"Aku, sebagai perwakilan dari keluarga perempuan, menyerahkan keponakan ku satu-satunya, untuk kau jaga, kau sayangi sepenuh hati."
"Jika pun suatu saat nanti, kamu sudah tak mencintai nya lagi, jangan sakiti dia, kembalikan padaku. Aku akan menerima nya dengan tangan terbuka." Ucap Alika, nada suara nya bergetar, dia menahan air mata nya agar tak luruh saat ini.
"Aku akan menyayangi dan mencintai sepenuh hati, Bi. Tak perlu khawatir, Nayna akan bahagia bersamaku sampai kapanpun tanpa kekurangan apapun." Jawab Aryo. Kedua nya pun berbalik, lalu melangkah bersama menuju altar, dimana sudah ada pemuka agama yang sudah bersiap dengan tugasnya.
Keduanya pun mengucap janji suci dengan saling bertatapan, kedua mata mereka saling mengunci satu sama lain.
Suasana haru mewarnai acara pernikahan Nayna dan Aryo, bahkan Alika yang sedari tadi menahan tangisnya, kini tak lagi bisa menahan nya lagi. Dia menangis tergugu sambil menunduk, membuat Maura merasa iba.
"Bibi…"
"Aahh ya, Nak." Jawab Alika sambil buru-buru mengusap air mata nya, bersikap seolah dirinya baik-baik saja.
"Kenapa bibi menangis? Bukankah ini moment yang membahagiakan?" Tanya Maura.
"Hmm, bibi merasa sedih disaat pernikahan nya, Nayna sendirian. Ibu nya baru saja meninggal, ayahnya entah ada dimana, tak tau masih hidup atau tidak." Lirih Alika, bibi nya Nayna.
Dia adalah saksi pahitnya hidup Nayna sejak ayahnya pergi, ibu nya yang mengekang pergaulan nya hingga membuat gadis itu harus mengambil keputusan yang cukup besar, yakni pergi dari rumah untuk mencari kebahagiaan nya sendiri.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1