Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 41 - Pantai


__ADS_3

Daniash menatap gadis nya dari atas hingga ke bawah dengan intens, membuat Maura merasa cukup risih. Meskipun mereka sudah sering telanjaang bersama, tapi di tatap seintens itu selalu membuat gadis itu tersipu.


"Kenapa menatap ku seperti itu, Dad?" Tanya Maura. 


"Kamu cantik."


"Isshhh Daddy, iya aku cantik. Aku tau kok, Daddy juga sering bilang kalau aku cantik." 


"Haha, kamu percaya diri sekali, sayang."


"Ya, fakta nya kan memang seperti itu. Aku cantik dari lahir." Jawab Maura sambil tersenyum manis. 


"Benar, kamu memang cantik hingga membuat aku tergila-gila padamu." 


"Daddy…" Maura menepuk pelan lengan Daniash karena malu.


"Kita ke apartemen, aku merindukan desaahan mu, sayang." Daniash tersenyum menyeringai, membuat Maura merinding. Padahal baru kemarin mereka menghabiskan siang bersama dengan bergulat di atas ranjang, lalu sekarang pria itu mengajak nya bergulat di atas ranjang, lagi?


"Gak mau, Dad. Aku mau jalan-jalan, gak mau kamu tunggangi terus." 


"Jalan-jalan kemana sayang?" 


"Kemana saja, asalkan bersama Daddy." Jawab Maura.


"Tapi Daddy ingin ke apartemen dan menikmati tubuhmu, Bby." 


"Isshh nyebelin." Maura kesal, dia menyedekapkan tangan nya di dada saking kesalnya. 


"Kita ke taman, atau ke mall?"


"Bosen, udah sering." Jawab Maura acuh, tanpa menatap ke arah Daniash berada.


"Ke pantai?"


"Mau Dad.." jawab Maura berbinar, dia ingin bermain di pasir pantai.


"Baiklah, ayo kita ke pantai." Putus Daniash, membuat senyum Maura semakin merekah.


Sepanjang perjalanan, Maura terus saja menyunggingkan senyuman manis nya, dia bahagia karena akan bermain di pantai. Namun berbeda dengan pikiran Daniash, yang ada dalam otak nya hanya kemesumaan.


'Pasti akan sangat menyenangkan bermain dengan gadisku di pantai.' Batin Daniash sambil tersenyum smirk. Namun Maura terlalu senang, hingga tak menyadari kalau Daniash tersenyum mesuum seperti itu.


Tak lama kemudian, mobil yang di tumpangi pasangan itu berhenti di parkiran pantai. Keduanya turun, lalu berjalan menyusuri hamparan pasir putih yang luas, sepanjang mata menatap hanya ada pasir putih dan biru nya air laut.


Maura bersorak kegirangan saat kaki nya menyentuh pasir, kedua nya membuka alas kaki mereka, dengan tangan yang saling bertaut mesra, keduanya berjalan santai ala sepasang kekasih lain nya. 


"Sayang, apa kamu sadar?" 


"Sadar apa nya Dad?" Tanya Maura lirih. 


"Pakaian kita terlihat seperti pasangan yang akan melakukan prewedding, sayang." 


"Lho kok, iya ya Dad. Hahaha.." Maura tergelak begitu menyadari memang pakaian mereka terlihat seperti pasangan yang akan melakukan pemotretan pra nikah.


"Padahal kita gak janjian kan, Bby." 


"Iya Dad.." jawab Maura sambil terkekeh. Daniash mengajak gadisnya untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia di pantai. Keduanya duduk berdampingan.


"Mau minum es kelapa gak, Bby?" Tawar Daniash.


"Boleh, Dad." 

__ADS_1


"Sebentar, kamu tunggu dulu disini." Maura mengangguk, lalu pria itu pergi untuk membeli es kelapa muda. 


Maura mengedarkan pandangan nya ke arah pantai, ombak nya tenang membuat gadis itu betah memandang biru nya lautan di depan nya. 


"Anteng banget, Bby."


"Ehh Daddy, udah lama?" 


"Baru aja, ini punya kamu sayang." Daniash memberikan es kelapa milik gadisnya, pria itu pun duduk di samping sang gadis. 


"Main istana-istanaan yuk, Dad.."


"Ya ampun, Bby. Kamu udah besar, masa mau bikin istana pasir sih, kita bikin istana beneran aja gimana?"


"Boleh, Maura putri nya ya."


"Iya sayang." 


Keduanya pun larut dalam obrolan-obrolan ringan namun manis, membuat mereka jadi pusat perhatian. Banyak yang menatap ke arah mereka dengan tatapan iri, pasangan yang terlihat sangat serasi dan saling melengkapi satu sama lain.


"Daddy, ayo jalan-jalan lagi." 


"Tentu, sayang." Maura menarik Daniash, mereka bermain air, berlari-larian dengan senyuman yang tak pernah luntur dari kedua anak manusia itu.


"Awas ya kamu Bby, udah buat baju Daddy basah." Daniash mengejar gadisnya, Maura berlari dengan kencang menghindar dari kejaran Daniash. Namun sekencang apapun dia berlari, Daniash selalu berhasil menangkap nya.


"Happ, dapat.." Daniash memeluk pinggang ramping Maura dari belakang, membuat gadis itu tertawa.


"Daddy, turunin Maura.." 


"Gadis nakal.." ucap Daniash lalu tanpa ragu mencium bibir gadis itu. Awalnya, Maura terkejut karena ini di tempat umum, pantai juga sedang dalam keadaan ramai pengunjung, tapi Daniash tak peduli dan tetap melumaat bibir Maura. Pada akhirnya, gadis itu takluk dalam ciuman pria nya. Dia pun mulai membalas, akhirnya keduanya berciuman mesra di pantai.


Setelah puas, barulah Daniash menyudahi ciuman nya. Pria itu tersenyum puas, lalu menurunkan gadisnya.


"Di mobil ada pakaian ganti, sayang."


"Yaudah deh, kita pulang apa main lagi?"


"Daddy sih terserah kamu saja, sayang." Jawab Daniash. Akhirnya kedua nya kembali berjalan-jalan santai, tentunya dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain.


"Maaf tuan dan nona, apakah kalian berdua tertarik untuk menyewa jasa poto?" Tanya seorang pria yang terlihat masih muda.


"Wahh, boleh tuh Dad."


"Berapa?"


"Satu poto 25 ribu, tuan." 


"Ya, tentu saja." Jawab Daniash, karena melihat gadisnya yang antusias akhirnya mereka pun mengambil poto dengan berbagai pose mesra. Layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. 


Hingga di satu pose, Daniash mengangkat tubuh mungil gadisnya, wajah mereka berdekatan, hampir saja bibir mereka kembali bersentuhan saking dekatnya. 


"Ya, tahan posisi nya." 


Cekrek.. 


Kamera memotret pasangan itu dengan baik, dan hasilnya sangat bagus. Membuat Maura tersenyum saat melihat hasil poto nya. 



"Bisakah kau mengirimkan ke ponsel ku?"

__ADS_1


"Bisa tuan, sebentar." Pria itu mengirimkan beberapa poto yang sudah dia ambil ke ponsel Daniash. 


"Sudah tuan." 


"Ini bayaran mu." Daniash mengulurkan dua lembar uang berwarna merah.


"Tuan, tapi ini terlalu banyak." 


"Anggap saja itu tips." Jawab Daniash datar, lalu menggandeng tangan gadisnya menjauh dari pria muda itu. 


'Wajah pria itu terlihat tak asing, berasa pernah lihat, tapi dimana ya?' batin pria itu. 


Setelah puas bermain air, akhirnya Maura dan Daniash memutuskan untuk pulang. Gadis itu mengganti pakaian nya dengan pakaian yang ada di mobil Daniash, karena pakaian nya basah kuyup. 


"Mau langsung pulang?"


"Terserah Daddy, tapi berhenti dulu di minimarket ya. Beli cemilan buat nonton konser nanti malem." 


"Konser apa lagi? Jimin atau siapa?" Tanya Daniash dengan nada malasnya.


"Bukan Dad, konser Treasure di Jepang." 


"Ya, tapi jangan terlalu malam tidurnya. Besok ada kelas kan?"


"Besok kosong sih, gak ada kelas. Daddy mau ngajak aku kemana?" Tanya Maura.


"Daddy ngantor besok, gimana dong?" 


"Ya gak gimana-gimana, ngantor aja. Maura mau rebahan aja seharian, hehe." 


"Iya, kumpulin tenaga buat mikir lagi." Maura mengangguk sebagai jawaban.


"Minjem ponsel Daddy dong.."


"Tuh, di dashboard." Daniash menunjuk dashboard dengan dagu nya. Maura mengambil nya dan mengutak atik nya, namun setelah beberapa kali mencoba, sandi nya tetap salah.


"Daddy, sandi nya apa?" 


"Tanggal dimana kita bertemu pertama kali." 


"Lho, kapan? Maura lupa Dad."


"061222." Jawab Daniash tanpa menatap ke arah Maura, karena dia sedang fokus mengemudi. 


"Ohh hehe, Maura lupa. Kenapa Daddy masih ingat?"


"Apapun tentang mu, harusnya tak pernah terlupakan, sayang." 


"Gombal banget deh, Daddy."


"Ketularan Aryo." 


"What? Orang sedatar Om Aryo bisa gombal juga ternyata, hahaha." Maura tergelak, tak sangka kalau Aryo yang datar seperti tembok ternyata bisa gombal juga.


Berhasil terbuka, Maura tersenyum. Hatinya di penuhi bunga-bunga indah yang bermekaran dengan kupu-kupu yang berterbangan. 


Bagaimana tidak, wallpaper ponsel Daniash adalah poto mereka yang baru saja di ambil di pantai beberapa saat lalu. 


'Aahh beginilah rasanya di perlakukan seperti ratu?' 


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2