Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 110 - Buka Puasa


__ADS_3

"Dad, aku kangen sama Nayna." Ucap Maura pada suami nya, sudah dua mingguan ini dia tak bertemu dengan sahabat karib nya itu. 


"Nayna nya lagi hamil besar, Mom. Jadi Aryo gak bolehin dia main jauh-jauh."


"Tapi kan kalo disini dia nya gak main jauh-jauh, Dad." 


"Sebentar, Daddy tanyain dulu sama Aryo ya. Kalau misalnya Aryo gak bolehin, kamu jangan marah ya?"


"Hmm, iya Dad. Nanti aja aku yang main kesana kalau Nayna gak boleh kesini." Jawab Maura dengan antusias. 


Daniash bangkit dari rebahan nya, lalu mengambil ponsel dan menelpon sekretaris kepercayaan nya itu. Hanya beberapa detik berselang, telepon itu langsung di angkat oleh Aryo.


'Hallo, Tuan.'


"Kau sedang apa, Ar?" Tanya Daniash basa basi.


'Sedang menemani Nayna menonton drama Korea, Tuan.'


"Begini, Maura merindukan Nayna. Bisakah besok kau bawa istri mu kesini, Ar?" Tanya Daniash.


'Tentu saja, Tuan. Nayna pasti akan sangat senang bisa bertemu dengan Nona Maura, memang sudah beberapa hari ini dia merengek ingin bermain kesana untuk bermain dengan baby twins.' Jelas Aryo panjang lebar.


"Baguslah, kalau begitu bawa istrimu kesini besok."


'Baik tuan.'


Daniash pun mengakhiri panggilan nya, pria itu tersenyum saat melihat penampilan istrinya. Hanya di tinggal menelpon saja selama beberapa detik, tapi penampilan Maura jauh berbeda sekarang.


Tadi, Maura mengenakan piyama lengan panjang berbahan satin berwarna biru navy, tapi saat ini dia nampak seksi dengan lingerie berwarna merah cerah.


"Mommy.."


"Yes Daddy, why?" Tanya Maura dengan senyum menggoda nya. 


"Kamu menggoda Daddy? Sedangkan kamu masih nifas, sayang?" Balik tanya Daniash dengan langkah perlahan semakin mendekat ke arah sang istri.


"Aku sudah bersih, Daddy. Mana berani aku memakai pakaian seperti ini jika masih nifas." 


"Benarkah? Jadi kamu sudah bersih, sayang?" Tanya Daniash, kedua mata nya berbinar cerah. Dia tak menyangka kalau akan mendapatkan jatah nya malam ini, jatah malam yang sudah sangat lama dia tunggu-tunggu.

__ADS_1


"Iya, Daddy. Bukankah ini sudah lebih dari 40 hari? Aku pikir Daddy menantikan nya, tapi ternyata Daddy tak mengingat kalau kemarin aku sudah mandi wajib." 


"Kemarin?"


"Iya, kemarin Dad." Jawab Maura, dia mendudukan tubuh nya di pangkuan suami nya, tangan lentik nya bergerak turun dengan lembut membuka kancing kemeja yang di pakai Daniash, membuat pria itu memejamkan mata nya menujnTu sentuhan halus di dada nya.


"Berarti baby twins sudah berusia dua bulan dong?"


"Iya, Daddy." 


Kali ini, Maura mengalungkan kedua tangan nya di leher kokoh suami nya. Pria itu tersenyum nakal menatap sang istri, begitu pun Maura. 


"Jadi, Daddy akan berbuka malam ini?"


"Ya, kalau Daddy menginginkan nya. Kalau tidak, ya sudah." Jawab Maura, dia bersiap untuk turun dari pangkuan suami nya, tapi Daniash langsung menahan nya.


"Kita akan bermain, Mommy." Daniash langsung meraup bibir ranum sang istri dengan mesra, tangan nya menurunkan tali kecil di pundak istrinya hingga bukitan kenyal itu terlihat jelas.


Ukuran nya dua kali lipat lebih besar, karena Maura sedang menyusui. Daniash membaringkan istrinya di atas ranjang, tanpa melepas cumbuan nya. 


"Mom, pengen di es krim.." Pinta Daniash, setelah berhasil melucuti seluruh pakaian istri nya. Maura bangkit dari berbaring nya dan gantian, kini Daniash yang berbaring.


Maura menurunkan wajah nya, lalu mulai mengulumm senjata milik suami nya yang sudah berdiri tegak menantang itu.


Maura memainkan lidah nya memutar di sisi lubang kecil di ujung senjata pria itu, membuat Jeff kalang kabut hingga beberapa kali menjambak kecil rambut indah istrinya yang terurai.


"Cukup sayang, aku tak tahan.." Pekik Daniash, dia mencabut paksa senjata nya dari mulut gadis nya.


"Kamu semakin pandai memuaskan suami mu ini, Mom." Bisik Daniash, dia kembali menindih tubuh mungil istrinya dan melebarkan kedua kaki gadis nya.


"Sekarang, biarkan aku yang memuaskan mu." Daniash akan menenggelamkan kepala nya di antara paha istri nya, tapi tangan Maura keburu mencegah keinginan pria itu.


"Masukan saja Dad, jangan merendahkan dirimu hanya untuk memuaskan aku." Pinta Maura, dia sudah sangat bernafsu. Bahkan inti nya sudah basah hanya karena beberapa kali di sentuh oleh tangan nakal suami nya.


"Baiklah.." Daniash menurut dan segera menyatukan diri, Maura memekik saat merasakan senjata itu masuk secara perlahan.


"Aaahhhhh..." Desaah Maura saat ujung senjata itu masuk menggelitik area sensitif nya di dalam, baru saja masuk tapi dia sudah mencapai puncak nya.


"Baru masuk Mom, kenapa sudah klim*ks?" Tanya Daniash dengan senyum nakal nya.

__ADS_1


"Salahkan saja junior Daddy yang panjang dan besar itu." Jawab Maura sedikit ketus, membuat Daniash terkekeh.


"Baiklah, kita mulai berperang."


Daniash segera bergerak memacu tubuh nya di atas tubuh polos gadis nya, bunyi ciplakaan begitu terdengar seiring gerakan Daniash yang semakin cepat.


"Eeemmmhhh..." Lenguh Maura, Daniash tak mau menyia-nyiakan kesempatan jadi dia segera kembali menyerang bibir sang istri yang sedari tadi terbuka.


Hingga beberapa saat mereka bertahan dengan posisi penyatuan itu, hingga Daniash melepaskan senjata nya dan menarik istrinya ke dalam pangkuan nya.


"Memimpin, Mom." Pinta Daniash, Maura mengangguk dan memimpin pertempuran hebat malam ini.


Malam ini mereka melakukan berbagai macam gaya yang menggairahkan, membuat Daniash tak berhenti meracau menyebut nama sang istri.


"Aahhhh Mom, ini nikmat sekalii.." Daniash sedang mengerjai gadis nya dari belakang, dengan tubuh gadis nya yang bersandar di dinding.


Daniash mengangkat sebelah kaki gadis nya, mempermudah senjata nya agar masuk lebih dalam.


"Aaahhh Daddy, jangan terlalu dalam.." Ringis Maura, dia tak tahan karena senjata itu menusuk terlalu dalam hingga menyentuh rahim nya.


"Tapi ini terlalu nikmat sayang." Jawab Daniash, dia tetap bergerak naik turun di belakang tubuh polos gadis nya dengan semangat.


Hingga gerakan itu terasa semakin cepat, bunyi benturan kulit yang berkeringat begitu terdengar nyaring seiring gerakan Daniash yang cepat.


"Daddyhhh.."


"Bersama, Mom.." Ucap Daniash dengan nafas tersengal, dia begitu mengerti maksud gadis nya.


Daniash terus bergerak cepat hingga dia merasakan akan sampai puncak, dia menekan senjata nya agar lebih masuk lebih dalam. Tubuh nya menegang begitu cairan kenikmatan itu meledak di dalam inti sang gadis.


Bahkan saking banyak nya cairan yang di keluarkan nya, hingga inti Maura tak sanggup menampung nya, cairan itu menetes ke lantai, juga merembes hingga ke betis Maura yang masih dalam posisi berdiri dengan senjata yang masih menusuk di dalam.


Maura hampir saja luruh ke lantai kalau saja Daniash tak menangkap tubuh nya dan mendekap nya, membawa nya ke ranjang dan membaringkan tubuh polos nan mungil itu.


"Aku takkan pernah bosan menyatu dengan mu sayang, tidurlah istriku. Terimakasih vitamin nya malam ini." Bisik Daniash, lalu mengecup kening istrinya.


Daniash menarik selimut dan Maura masuk ke dalam pelukan hangat suami nya, dia tertidur dengan bersandar di dada bidang Daniash.


Daniash mengusap puncak kepala gadis nya dengan lembut, dia juga melabuhkan beberapa kecupan di puncak kepala istri cantik nya.

__ADS_1


"Semakin hari, aku merasa semakin jatuh cinta padamu, Mom. Aku bersyukur karena sudah memiliki wanita seperti mu di samping ku." Daniash tersenyum kecil, perlahan Daniash pun memejamkan mata nya dan larut dalam tidur nya, menyusul sang istri yang sudah lebih dulu menyelami alam mimpi.


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2