Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 63 - 1 Minggu Lagi


__ADS_3

Malam hari nya, Danish dan Riana datang berkunjung ke rumah Elgar, tentunya bersama Daniash. Pokok utama kedatangan Danish kemari.


"Selamat malam tuan Danish, selamat malam." Sambut Amira membuat pria paruh baya itu merasa tak enak hati.


"Panggil Danish saja, jangan pakai tuan. Kita kan besanan, Mira." 


"Aahh baiklah, Dan." Jawab Amira sambil terkekeh. Danish dan Riana melangkah masuk, baru saja di ambang pintu Maura datang dan menghambur memeluk Riana. 


"Baby, kenapa harus lari sih? Inget, kamu lagi hamil sekarang." Kesal Daniash pada calon istrinya, sikap ceroboh nya masih saja mendominasi. Padahal sebentar lagi, dia akan menjadi seorang ibu dari dua anak sekaligus.


"Hehe, maafin Dad. Habisnya Maura kangen sama Mami." Jawab Maura sambil bermanja di pelukan calon ibu mertua nya.


"Jangan begitu lagi ya, sayang? Bahaya." Ucap Riana sambil mengusap lembut kepala Maura penuh kasih sayang.


"Iya, Mami." Jawab Maura. 


"Bagaimana cucu-cucu Mami, mereka baik-baik aja?"


"Iya, Mi. Mereka baik-baik aja kok, cuma Maura malah jadi doyan makan." Keluh Maura.


"Ya terus kenapa kalo kamu suka makan, sayang?"


"Nanti Maura gendut, bulat kayak bola. Maura nya jadi jelek nanti, terus Daddy nya selingkuh, gimana dong?" Celoteh Maura, membuat Daniash membulatkan mata nya saat namanya disebut.


"Heh, gak boleh bicara kek gitu, Bby. Kamu ini, suka seenaknya kalo ngomong, mana berani aku selingkuh dari kamu." Kesal Daniash sambil mengerucutkan bibir nya.


"Mi, kok makin lama dia makin gemesin ya?"


"Nama nya juga udah bucin, ya gitu deh." Jawab Riana sambil terkekeh, membuat putra nya itu mendengus kesal.


"Dia gak bakal berani selingkuh dari kamu, sayang. Dia udah bucin banget sama kamu, bucin nya itu udah di tahap bucin akut." Celetuk Danish.


"Isshhh papa, seneng banget deh godain anak nya sendiri." 


"Hahaha, seperti nya papa mu ini punya hobi baru, boy." 


"Apaan memang nya?" Tanya Daniash.


"Godain kamu sampai kesel terus ngerengek kayak bocil minta permen." 


"Ckkk, nyebelin." 


"Utututu ayang aku kesel, yuk mending duduk aja." Ajak Maura pada Daniash, dia menarik calon suaminya untuk duduk di sofa berdekatan dengan kedua orang tua nya.


"Langsung saja ke inti nya, kapan pesta akan di adakan?" Tanya Elgar. 


"Rencana nya, tepat saat hari ulang tahun Daniash, putra kami. Sekitar dua mingguan lagi,"

__ADS_1


"Apa itu tidak terlalu lama? Menurut ku, karena Putri ku sudah hamil, sebelum kandungan nya semakin membesar, ada baiknya pernikahan ini segera di laksanakan." Ucap Elgar. 


"Kami serahkan pada Daniash saja." 


"Baik, menurut papa kapan waktu nya? Aku akan siap, kapanpun itu." 


"Minggu depan." Putus Elgar dan langsung di angguki oleh Daniash. Tanpa keraguan sedikit pun, dia langsung setuju untuk menikahi Maura minggu depan.


"Kalau begitu, saya akan memberitahu pihak percetakan undangan untuk merubah tanggal nya." 


"Ya, untuk gedung dan wedding organizer, biar aku dan Amira yang mengurus nya." Ucap Elgar.


"Kami akan menyiapkan catering dan yang lain nya, termasuk gaun nya."


"Maura sudah punya gaun nya, Mi. Kemarin Daddy kami sudah mencoba nya ke butik langsung dan aku suka." Jawab Maura antusias.


"Oke, masalah gaun selesai." 


"Jadi, semua nya selesai ya?" 


"Selesai, tanggal pernikahan, gaun, resepsi, gedung dan semua nya sudah fiks." Ucap Elgar. Setelah beberapa saat sibuk dengan ponsel nya, mungkin memerintahkan anak buah nya untuk mengerjakan macam-macam pekerjaan untuk menyempurnakan pesta pernikahan putri semata wayang keluarga Wijaya. 


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu."


"Kok buru-buru sekali, gak makan malam dulu disini?" Tanya Amira.


"Tapi Pa, aku masih ingin disini." Rengek Daniash sambil menggenggam tangan Maura, sedari tadi keduanya duduk berdempetan, tak mau jauh satu sama lain.


"Ya sudah, nginap saja disini kalau di tampung sama mertua mu." Ketus Danish, membuat Daniash menggembungkan pipi nya.


"Daddy pulang dulu ya, Bby." 


"Iya Dad, hati-hati ya." 


"Sun dulu." Pinta Daniash sambil menunjuk pipi nya, Maura dengan senang hati akan memberikan nya, dia sudah mendekatkan wajah nya ke pipi  sang Daddy.


"Heh! Pulang sana, mau saya tendang atau mau saya timpuk pakai panci?" 


"Iya iya papa mertua, galak amat deh, heran." 


"Kamu nya yang gak tau diri, sudah di beri hati minta jantung! Pake acara sun sun segala, pulang sana!" Usir Elgar.


"Orang tua doyan nya marah-marah mulu." Gumam Daniash, namun ternyata masih bisa terdengar oleh telinga tajam seorang Elgar. Dirinya yang notabene nya seorang mantan mafia, tentu bisa merasakan dan mendengar suara sekecil apapun.


"Anak ini benar-benar ya, sama calon mertua gini amat." Elgar bersiap melempar sendal nya, tapi lagi-lagi Daniash sudah hilang dari pandangan, setelah mencuri satu ciuman di bibir gadisnya.


Elgar menggelengkan kepala, dia kewalahan ternyata. Punya menantu seperti Daniash nyata nya cukup membuat dirinya darah tinggi.

__ADS_1


"Papa, sabar dong." 


"Gak boleh mengumpaat calon suami Maura, Pa." Ucap Maura angkat bicara. 


"Iya iya, dia calon suami mu." Ketus Elgar lalu memilih mendudukan tubuhnya di sofa, memijat pelipis nya menghilangkan sedikit rasa pusing karena ulah calon menantu nya.


"Nah gitu dong, harus ngalah sama anak juga cucu. Udah tua juga, masih aja doyan berantem." 


"Astaga, gak calon menantu, gak anak, sama aja." 


"Ya ampun, Pa. Sabar-sabar dong, marah-marah mulu deh."


"Tau tuh, cepet tua nanti." 


Elgar memilih diam, seperti nya dia sudah kehilangan kata-kata nya untuk melawan sang putri. Biarkan saja dia menang, asalkan dia senang. Toh kalau kalah, dia juga yang repot, karena Maura akan rewel, sensitif karena hormon kehamilan nya.


Di rumah, Daniash terduduk sambil menatap pemandangan kota di malam hari. Hanya beberapa hari lagi sebelum dia berganti status kembali, setelah menduda beberapa hari.


"Tak aku sangka, aku akan merasakan status duda, tapi dalam waktu yang singkat." Gumam Daniash sambil tersenyum. Hanya 1 bulan sejak dia resmi bercerai dengan Herra, tapi satu Minggu lagi dia akan kembali menikah.


Kali ini, Daniash akan menikahi perempuan pujaan nya, perempuan yang sangat dia cintai, perempuan yang mampu membuat harinya berwarna, perempuan yang membuatnya merasakan cinta yang tulus. Sosok perempuan sempurna yang mampu membawa nya dari keterpurukan akibat gambar nya pernikahan nya dengan mantan istrinya, Herra.


"Maura, kau berhasil membuat aku bucin sebucin bucin nya." Gumam Daniash sambil menggelengkan kepala nya.


Dia tak menyangka, akan sebegitu mencintai gadis kecil itu, usia mereka berjarak 11 tahun, tapi itu bukanlah halangan yang menjadikan Daniash mengurungkan niat nya untuk menikahi Maura, terlebih saat ini buah cinta mereka sudah tumbuh subur di rahim perempuan itu.


Dulu, dia tak suka menjalin hubungan dengan gadis muda, jika bisa memilih dia pasti akan memilih wanita seumuran nya agar sama-sama dewasa. Daniash tak mau di pusingkan dengan ke manjaan seorang gadis belia, itulah alasan nya. 


Tapi, semuanya berubah. Penilaian nya tentang gadis muda berubah ketika dia bertemu dengan Maura, sosok perempuan yang menawarkan diri untuk menjadi seorang sugar baby dengan alasan kurang perhatian.


Jika gadis lain menjadi sugar baby demi uang, dan kemewahan. Maka lain dengan Maura, dia menjadi sugar baby karena kesepian. Uang? Dia punya, bahkan sekelas black card pun, dia punya sendiri.


"Hemm, tak sabar rasanya ingin segera menikahi mu, gadis kecilku." Gumam pria itu lagi, dia memutar rokok nya di asbak hingga mati. Pria itu meraih ponsel nya, menghidupkan nya, senyuman tersungging manis saat melihat wallpaper ponsel nya yang Maura ganti dengan poto saat mereka di butik, tepatnya saat mencoba gaun ratu dan raja mereka.


Daniash juga memasang poto itu di akun sosial media miliknya, dia berani mempublikasi hubungan nya dengan Maura tanpa ragu sekarang, karena status nya sama-sama lajang sekarang.


"Kenapa satu minggu itu harus tujuh hari sih? Astaga, aku tak sabar ingin menikahi gadis ku." Rutuk Daniash, dia tak tahan saat melihat senyuman Maura di wallpaper ponsel nya. Itu membuatnya ingin segera meresmikan perempuan itu sebagai istrinya.


.......


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Ada yang penasaran sama gaun Maura? nih, author spill ya😚😚



__ADS_1


gaun ala cinderella, sesuai keinginan Maura ☺️


__ADS_2