Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Debat Terus! Tinggal Aja!


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Tidak ada satupun dari kalian yang akan bertanggung jawab atas ku dan juga Alessia! Aku bisa menyelamatkan putriku sendirian!" teriak Vynnitta yang sangat kesal dan jengah dengan kelakuan dua pria dewasa yang sejak tadi berdebat di halaman rumahnya.


Vyn terlihat membawa perlengkapan yang ia masukkan kedalam tas yang cukup besar. Sehingga terlihat ia keberatan ketika menggendong tas itu. Sementara Alessia berasa dalam gendongan Maria. Vynnitta mulai mengenakan helmnya, ia berniat pergi dengan mengendarai motor bebek milik miliknya.


Sontak Gill menghadang untuk menawarkan bantuan. " Nona, masuklah ke mobil biar saya mengantar," ucap Gill yang langsung mendapat tepisan dari Vynnitta.


"Itu mobil bos-mu! Aku tidak butuh!" ketus Vynnitta, ia tetap menaikan motor dan mulai memasukkan kunci.


"Kasian Alessia jika harus naik motor. Lagipula letak hutan itu lumayan jauh," tahan Gill. Bagaimanapun, Vynnitta harus naik kedalam mobil Franklin. Gill juga menyesali tindakan bodoh dan norak dari Franklin. Tidak seharusnya ia berdebat di saat genting seperti ini.


"Jangan menghalangiku Gill! Jangan mengajariku dalam menangani putriku Alessia! Aku telah terbiasa merawatnya sendirian selama ini. Jadi, menyingkirlah!" usir Vynnitta seraya mendorong bahu Gill. Sorot dari tatapan matanya sangatlah penuh luka dan kesedihan.


"Vyn, benar apa yang dikatakan oleh asistenku. Masuklah ke dalam mobil. Kau bisa terus memeluk Alessia nanti. Kalau naik motor, aku tidak bisa membayangkannya. Ku mohon, Vyn!" pinta Franklin dengan wajah memelas. Sikap arogannya mendadak layu ketika berhadapan dengan Vynnitta. Kemana hilang lagak besarnya tadi?


"Jangan mengaturku! Kau tidak punya hak atas ku dan juga Alessia!" tolak Vynnitta dengan penuh emosi. Entah kenapa saat ini amarahnya seakan meledak-ledak. Maria hanya bisa memejamkan mata setiap kali Vynnitta meneriaki Franklin. Belum pernah ia melihat sisi Vynnitta yang seperti ini. Setau dia, Vynnitta sangat bijaksana dan lembut. Ia berharap Alessia sadar dan meredam semua.

__ADS_1


"Vyn, bukan aku bermaksud mengatur mu. Aku kasian dengan Alessia. Dia sedang sakit, berikan aku kesempatan untuk mengurusnya. Bertanggung jawab atasnya," ucap Franklin yang kini sudah berada di hadapan Vynnitta.


"Vyn, tolong cepat putuskan. Aku takut Alessia terlambat mendapat pertolongan!" seru Xilondra yang berdiri agak jauh dari mereka berdua.


"Sebaiknya anda diam! Apa kau tidak melihat jika saat ini kami sedang berkompromi!" seru Franklin kesal. Sebab, Xilondra dengan seenaknya ikutan bicara.


"Keterlaluan! Aku kepala desa di sini. Ikut aturan ku atau kau angkat kaki dari desa ini sekarang juga!" Akhirnya, Xilondra pun mengeluarkan sikap tegasnya terhadap Franklin. Lama kelamaan dirinya muak karena, Franklin terus meremehkannya. Ternyata tabiat semua miliarder memang seperti itu, pikirnya.


"Sebab, itu. Bijaklah dalam mengatasi masalah warga mu! Jangan menggunakan ego saja!" sarkas Franklin, menanggapi ultimatum Xilondra. Kata-katanya barusan sontak memancing emosi Xilondra. Terbukti dari rahang pria bertubuh tegap itu yang seketika mengeras. Juga kedua tangannya yang mengepal di samping tubuhnya. Xilondra segera menarik napasnya dalam, lalu menghembuskan nya keras.


"Maria! Naikkan Alessia cepat!" Terlihat Vynnitta telah naik ke atas motor dan menghidupkan mesinnya. Akan tetapi Maria ragu, karena Brandy justru mengarahkannya ke mobil. Franklin pun mendekat, tangannya terulur ke depan motor.


TREKK.


Seketika mesin motor pun mati. Sebab, Franklin telah mencabut kunci kontaknya. " Sudah kukatakan jangan dengan kendaraan ini. Apa kau tidak mengerti maksud ku Vynnitta!" ucap Franklin dengan nada tinggi. Ia kelepasan, sehingga perbuatannya itu semakin membuat wajah Vynnitta memerah lantaran kesal.


"Pergi dari hadapan ku dan Alessia sekarang! Jangan, berlagak menjadi pahlawan! Sebab, kau tak berguna sejak saat itu dan sampai kapanpun!" Vyn, mengambil paksa kunci dari tangan Franklin, dan mendorong bahu pria yang pernah sangat dicintainya itu.

__ADS_1


"Maria!" Vynnitta menengok, akan tetapi Maria tidak ada di belakangnya.


"Maafkan aku, Kak!" teriak Maria dari dalam mobil yang segera melaju dengan cepat.


"Asisten sialan!" maki Franklin, dengan rahang bergemeletak menahan geram pada Gill dan juga Brandy.


"Hei! Kenapa kalian membawa alessia-ku!" teriak Vynnitta kesal. Ia pun melemparkan tatapan tajamnya kearah Franklin. "Semua ini karena kau!" semprot Vynnitta.


Dalam sekejap, Xilondra pun mengendarai mobil Jeepnya lalu ia berhenti tepat di depan Vynnitta. " Cepat masuk kita susul Mereka!" ajak Xilondra. Vynnitta, mau tidak mau pun turun dari motornya dan hendak melangkah maju mendekat. Akan tetapi dengan cepat juga, Franklin menahan lengannya. "Naik, biar aku yang bawa motornya!" Franklin pun memasukkan kunci kontak yang ada ditangannya.


BROOMM!


Entah kenapa Vynnitta menurut saja, ketika tangan Franklin menariknya agar segera duduk di boncengan belakang. Dan ... NGEENG!


Motor bebek itu pun melaju melewati mobil Jeep Xilondra dengan cepat. Xilondra hanya bisa mendesah, menerima awal dari kekalahannya. " Tidak, ini bukan berarti aku kalah! Lihat saja nanti!" gumamnya masih dengan kepercayaan diri tinggi. Entah, apakah keyakinan yang di dalam hati Xilondra sama dengan yang terucap pada lisannya.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2