
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kau sudah gagal menghabisi Franklin. Maka aku akan memanfaatkan wanita tua itu untuk menguancurkannya!" geram Alex berkata pada Raisa ketika mereka bertemu di tempat biasa.
"Kau sabarlah. Aku ingin menyiksa batinnya dulu. Setelah itu baru kita habisi mereka," balas Raisa sinis.
"Jangan katakan jika kau sudah benaran jatuh cinta pada Franklin Raisa!" hardik Alex sambil mencengkeram rahang Raisa kuat.
"Sakit, Lex." Raisa berkata dengan suara kecil. Ia merasakan linu pada rahangnya.
"Katakan padaku. Apa yang membuat rencanamu berubah? Bahkan kau bilang Frank sudah menawarkan pelimpahan hartanya atas nama dirimu!" Alex menghempas wajah Raisa dengan sangat kasar. Hingga wanita itu meringis kesakitan.
"Kenapa kau kasar sekali padaku Lex?" kesal Raisa.
"Karena kau tidak lagi dapat memuaskanku. Kau sudah jatuh hati pada Franklin. Jujur saja!" Alex benar-benar dibuat geram. Karena hasratnya tidak dapat tersalurkan kepada Raisa. Raisa menolaknya lantaran Ia tengah hamil muda. Hal inilah yang membuat Alex marah. Karena rencana awal yang telah ia susun hancur berantakan.
__ADS_1
𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪. 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭. 𝘐𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬𝘭𝘪𝘯. 𝘐𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘴𝘰𝘮𝘣𝘰𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶.
Alex memberi pukulan dari kepalan tangannya ke dinding di samping kepala Raisa. Wanita itu terjengit kaget. Baru kali ini ia melihat wajah asli Alex. Bagaimana raut pria itu kala marah.
"Apa yang akan kau lakukan Lex!" Raisa menahan tangan Alex yang hendak pergi.
"Aku akan membuat Franklin menyerahkan hartanya. Aku tidak ingin usaha ku selama ini sia-sia! Kau pikir harga racun-racun itu murah, hah!" Alex lagi-lagi membentak Raisa.
"Bersabarlah sebentar lagi. Aku hanya ingin menyiksanya melalui anak dalam kandunganku ini." Sontak kalimat yang di tuturkan Raisa membuat Alex menoleh cepat. Seketika ia menghentikan langkah kakinya.
"Sudahlah. Sebaiknya kau kembali ke mansion. Laksanakan rencana mu." Setelah melepaskan pagutannya Alex pun berlalu dengan cepat keluar dari bangunan tersebut.
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘦𝘹. 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬𝘭𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘨𝘴𝘢𝘬𝘶. 𝘐𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘴𝘢. 𝘉𝘢𝘳𝘶 𝘢𝘳𝘸𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘬𝘢.
Raisa menyeringai seraya mengelus perut ratanya.
__ADS_1
________
"Oma Elli di culik!" Brandy dan juga Gill, melongo tak percaya. Keduanya syok kala mereka menemani Franklin untuk menjemput Oma Elli.
"Bagaimana bisa rumah sakit ini begitu lalai!" teriak Franklin pada pihak yang berwenang di gedung kesehatan tersebut.
"Mereka, menggunakan tanda tangan anda pada surat kuasa. Juga memperdengarkan rekaman suara dari voice note. Karenanya pihak kami sangat yakin jika mereka adalah orang kiriman anda." Kepala ruangan berkata dengan gemetar. Ia takut jika karena kelalaiannya rumah sakit ini mendapat tindakan hukum.
"Panggil Johny sekarang juga! Gill, sambungkan aku dengan ketua gangster Dark Clawn." Franklin memerintahkan kepada asistennya agar menghubungi pasukan bawah tanah. Franklin akan menyewa manusia underground itu demi melacak sang oma.
𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬 𝘰𝘮𝘢. 𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘢𝘬𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘝𝘺𝘯, 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶. 𝘛𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘬𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢.
"Tuan, saya belum bisa melacak keberadaan para gangster. Mungkin mereka telah diambil alih. Bagaimana jika meminta bantuan pada klan Yakuza," saran Jhony. Sekretaris Franklin sekaligus hacker tersembunyi milik perusahaannya.
Bersambung>>>
__ADS_1