Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Menjadi satu-satunya


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Ikuti saja. Aku akan menikahimu lagi setelah kita pulang dari sini. Percayalah, Vyn. Kau yang akan menjadi satu-satunya. Maksudku, hanya kau satu-satunya yang akan menjadi istri dari Franklin Marquise," bisik Franklin dari samping kepala Vynnitta. Namun, ia sama sekali tidak ada keinginan untuk menoleh kepada pria di sebelahnya. Vynnitta masih menguasai hatinya. Pikiran hanya tertuju bagaimana nanti proses penyatuan itu. Pikirannya seketika kacau, sekali lagi ia akan melakukan semuanya demi Alessia. Ya hanya itu. Satu kata, yang akhirnya akan membuatnya bernapas secara normal.


Vyn memegangi ujung jubahnya yang menjilat hingga ketanah hijau di bawah kakinya. Menginjak rerumputan halus tanpa alas kaki sungguh sensasi yang aneh juga geli. NYI Laluna berkata, bahwa ini adalah altar suci. Sebab itu, ia mengganti pakaian Vyn dan juga Franklin. Membuatnya dadakan hanya dengan menggunakan lembaran kulit kayu yang halus.


"Naya dan Maya. Kalian persiapkan kamar pengantin. Juga ruang pengobatan," ucap NYI Laluna kembali memberi pengarahan kepada para pasukan kurcacinya. Sementara, Maria dan Brandy menemani Alessia di ruang pengobatan. Alessia yang telah mendapat pertolongan pertama dari NYI Laluna tengah tertidur dengan pulas. Setidaknya, untuk sementara waktu Alessia tidak merasa kesakitan.


"Jadi, kisah masa lalu kak Vynnitta begitu pelik. Aku semakin kagum padanya. Sebab, hal yang terjadi pada masa lalunya sama sekali tidak membuatnya patah semangat. Bahkan, ia mampu memberikan semangat untuk seluruh warga desa. Termasuk aku," ucap Maria penuh haru. Apalagi jika ia teringat manakala Vynnitta hamil muda saat itu. Betapa menderitanya, namun Vynnitta tetap kuat dan sangat menyayangi janin yang berada dalam kandungannya.

__ADS_1


"Terimakasih, karena kau telah ikut menjaga mereka," ucap Brandy dengan senyumnya yang tulus.


"Aku tidak melakukan apapun. Semua menjadi terlihat mudah, karena kak Vynnitta yang tegar dan kuat. Bahkan sangat setia terhadap cintanya. Mungkin, jika aku yang jadi dia. Saat ini, tuan Franklin hanya bisa gigit jari." Maria terkekeh kecil menanggapi kalimat yang ia ucapkan. Bagaimana bisa, Vynnitta ia samakan dengan dirinya yang mudah menyukai pria tampan.


"Apa Xilondra itu, sangat menyukai Vynnitta?" selidik Brandy.


"Sangat. Pria itu bahkan menolak lamaran 10 perawan dari desa Pelikan dan 10 dari desa Cenderawasih. Ia melamar sejak kak Vyn hamil, sudah tiga kali melamar selalu saja di tolak. Akan tetapi pak kades tetap setia pada pilihannya. Pria mana yang bisa tahan begitu lama. Dengan cinta yang tidak berkurang sedikit pun. Hingga, Alessia tidak kekurangan cinta dari figur seorang ayah," tutur Maria yang mana hal itu membuat Brandy tersenyum penuh kekaguman. Ia kini menyaksikan sendiri yang namanya cinta sejati. Tanpa melihat status, dan fisik. Mungkin, dirinya tidak sanggup konsisten seperti Xilondra


"Aku juga tidak tau apakah memiliki kesetiaan sekuat itu. Tapi aku berjanji akan selalu menjadi satu-satunya yang ada di hati, mata dan juga pikiranmu," balas Maria dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Kita jadian dong?" tanya Brandy memastikan. Membuat Maria terkekeh pelan.


"Apa Pak Dokter belum pernah menjalin hubungan dengan wanita?" selidik Maria. Brandy hanya menjawab dengan anggukan cepat.


"Pantas saja." Maria pun membekap mulutnya demi menahan tawa. Tetap bersyukur dalam hatinya, bahwa ternyata di dunia ini masih ada pria yang berstatus benar-benar ORI.


"Kenapa kau tertawa." Brandy mencolek hidung Maria gemas. Jika tidak sedang menemani Alessia yang sakit. Mungkin, wanita di hadapannya ini sudah ia bawa ke dalam dekapannya.


"Karena, kita sama, Pak Dokter. Sama-sama, belum berpengalaman," ucap Maria dengan senyum simpulnya. Ia bahkan membuang wajahnya ketika tatapan Brandy begitu intens.

__ADS_1


'Uuhh, jantungku!'


...Bersambung ...


__ADS_2