
๐น๐น๐น๐น
...๐๐ค๐ฉ๐:๐๐๐๐จ, ๐ฉ๐ค๐ก๐ค๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐ฅ๐๐ง๐ก๐๐๐๐ฃ ๐ฎ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐ช๐ง๐ช-๐๐ช๐ง๐ช. ๐ผ๐๐๐ง ๐ ๐๐๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐ ๐๐ก๐๐๐ฃ ๐๐๐จ๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ค๐ก๐๐ ๐จ๐๐จ๐ฉ๐๐ข....
...๐๐๐ญ ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฅ๐ฅ๐ฎ ๐ง๐๐๐๐๐ฃ๐ ......
" Rai, my sweety. Bisakah, kita bertemu siang ini, sayang?"
๐๐ข๐ข๐ง, ๐๐ฆ๐น. ๐๐ฌ๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฐ ๐ถ ๐ฎ๐ช๐ด๐ด ๐ฎ๐ฆ ๐ฉ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐บ?
"Yes, aku sangat merindukanmu, sweety."
๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐บ, ๐ธ๐ข๐ช๐ต ๐ง๐ฐ๐ณ ๐ฎ๐ฆ, ๐ฐ๐ฌ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ช๐ฉ๐ช๐ฉ๐ช๐ช ..
"Kau jangan tidur dengannya, ok! Cukup aku, yang memuaskan mu."
ย ๐๐ง ๐ค๐ฐ๐ถ๐ณ๐ด๐ฆ, ๐ฅ๐ข๐ณ๐ญ. ย ๐๐ฏ๐ญ๐บ ๐บ๐ฐ๐ถ, ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐บ ๐ฅ๐ฆ๐ฆ๐ฑ ๐ฐ๐ง ๐ฉ๐ฆ๐ข๐ณ๐ต.
"Ok! I trust to you, dear! Muahhh ...! See you." Alex pun memutuskan sambungan teleponnya dengan Raisa. Kemudian, ia beranjak dan mengambil kunci mobilnya. Lelaki bertubuh atletis itu berjalan setengah berlari, setelah keluar dari dalam lift. Kini, ia telah sampai di baseman.
"Wait for me? WTF!" Alex membanting pintu mobilnya. Lalu, ia melajukan kendaraan itu dengan kencang.
Kendaraan roda empat itu, berhenti tepat di sebuah apartemen.
"Halo, darling. Aku sudah di baseman."
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฉ? ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ถ? ๐๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฃ๐ข๐ซ๐ถ. ๐๐ข๐ถ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ณ 212.
"Baiklah, ganti baju yang seksi ya."
๐๐ฌ๐ฌ๐ฉ๐ฉ! ๐๐ญ๐ฆ๐น ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ!
Alex pun terkekeh, setelah menutup teleponnya.
"Sepertinya, wanita ini cukup bisa membuatmu bersenang-senang. Untuk apa menunggu, Raisa pulang. Dia pikir aku bisa menahan hasrat ku selama itu. Wanita sialan! Setelah aku mendapatkan seluruh harta Franklin. Aku akan menjual mu ke rumah bordil!" gumam Alex, ia bahkan menumpahkan segala kekesalannya pada tong sampah besi. Hingga, benda itu menggelinding dan mengeluarkan suara berisik.
Sesampainya di atas, tepatnya di lantai 17.
๐๐ฆ๐ต๐ฐ๐ต๐ต๐ต ... ๐๐ฆ๐ต๐ฐ๐ฐ๐ต๐ต ...!
Setelah memencet bel, beberapa kali. Pintu pun di buka, hingga menampilkan satu sosok yang sungguh memanjakan, mata pria ๐ ๐๐ค๐ฃ๐ ๐ง๐๐๐ช๐ฃ seperti Alex.
"๐๐ค๐ช ๐๐ง๐ ๐จ๐ค ๐จ๐๐ญ๐ฎ!" Puji Alex, membuat wanita di hadapannya langsung menubruk bibir seksinya dengan liar.
Mereka pun saling memagut tanpa jerak dan jeda. Saling membelit apa yang bisa dibelit. Mengabsen isi rongga mulut masing-masing dari keduanya. Hingga suara decapan yang berisik keluar dari pasangan yang belum lama kenal ini.
__ADS_1
Berawal dari sebuah aplikasi pertemanan, hingga ๐ข๐๐๐๐ง dan berakhir dengan ๐๐ฃ๐ ๐ฃ๐๐๐๐ฉ ๐จ๐ฉ๐๐ฃ๐.
"Aku sudah tidak tahan, darling. Bisakah kita langsung pada intinya saja?" Alex merayu Citra, yang lumayan cantik dan seksi ini. Hingga, senjatanya tak mampu lagi ia kuasai.
"Aku juga, Abang sayang. Yuk, masuk yuk." Citra mengajak Alex dengan suara manja mendayu. Persis seperti ketika mereka saling ngobrol di room aplikasi tersebut.
Mendengar suara Citra yang merdu mendayu, hasrat Alex semakin menggebu. Dirinya langsung mendorong Citra ke dinding dan kembaliย ย mereguk manisnya bibir janda beranak satu itu.
Ya, Citra jujur padanya, jika dirinya adalah seorang ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ต bekerja. Sedangkan anaknya, ia titip di kampung bersama ibunya. Sungguh, anak yang berbakti bukan?
Alex sungguh tidak peduli akan status dirinya, bagi pria itu yang penting adalahย ย penampilan serta permainannya di atas kasur berderit. Karena, mereka sempat melakukan panggilan jahanam, melalui ponsel. Bahkan, melalui V-Call pun mereka bisa bercinta kala itu.
"Kau sungguh, menggairahkan darling. Meskipun, aku pernah melihat tubuhmu melalui vidio call. Ternyata, yang aslinya lebih aduhai." Alex terus memuji Citra, sembari menurunkan tali tipis ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ช itu dari bahunya.
"Pelan dong Abang sayang, aku juga gak akan kemana-mana, ahh ..." Citra berusaha menahan tangan Alex yang hendak menjelajahi bagian sensitifnya itu. Bukannya mau menolak, hanya saja Citra sungguh tidak nyaman dengan posisi berdiri ini. Masalahnya, tungkainya sudah tak mampu menopang berat tubuhnya.
"Ahh, Bang! Pindah ke sofa ... aja ... yah?" Citra memohon di sela-sela jeritan nikmatnya. Padahal, Alex baru memainkan jarinya saja.
"Apa kau sudah tidak mampu berdiri, darling?" tanya Alex seraya memasukkan lebih dalam lagi jemarinya. Lenguhan panjang pun mengalun, pertanda bahwa Citra telah mencapai pelepasan pertamanya.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ถ๐ฉ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช.
Citra merangkul tubuh Alex erat, pria itu cukup membuatnya kehabisan napas. Alex, mengangkat tubuh yang hampir tanpa benang itu ke dalam gendongannya. Lalu, ia melemparnya ke atas pembaringan.
Plupp!
Citra mengeluarkan senjata itu dari mulutnya, karena ia tau bahwa pria itu sudah hampir meledak.
๐๐จ๐ฉ! ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ด๐บ๐ข๐ต ๐ซ๐ถ๐จ๐ข. ๐๐ฉ ... ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐๐ข๐ช๐ด๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐บ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข, ๐บ๐ข๐ฉ๐ถ๐ต๐ต! ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ต๐ฆ๐ณ? ๐๐ฉ, ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ?
Alex pun menindih Citra, hingga akhirnya mereka melakukanย penyatuan panas membara, dan kasur di dalam apartemen itu benar-benar berderit.
"Abang, apa kau pacarnya Kak Raisa?" tanya Citra, di sela-sela hentakkan Alex yang entah ke berapa. Pria itu telah memuntahkan laharnya beberapa kali. Hingga cadangan balon karetnya habis.
"Iya, apa kau mengenalnya?" tanya Alex dengan suara seraknya.
" Tentu ... saja ... dia, sepu ... pu ku," jawab Citra tersendat-sendat. Karena dirinya sedang melayang ke antariksa.
" Aku tidak peduli, yang penting kau memuaskan ku. Ah, darl aku akan sampai bagaimana ini?" tanya Alex panik. Seraya menahan gejolak dari magma miliknya yang mau meledak keluar.
" Buang saja, Bang. Aku, sudah minum pil penunda kehamilan." Citra, ikut bergoyang ketika Alex menghentak kuat miliknya. Hingga, Alex menekan semakin dalam karena dirinya telah sampai pada puncak permainan keduanya. Begitupun, dengan Citra, wanita itu benar-benar habis tenaga kali ini.
๐๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ช๐ด๐ข. ๐๐ฉ, ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฌ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ช๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ. ๐๐ต๐ข๐ถ, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ.
Alex tersenyum samar dengan jalan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kebetulan, jika kau adalah sepupunya Raisa. Juga, bagaimana kau bisa tau tentang kami?" Alex yang baru sadar kembali mengulik informasi sebenarnya dari Citra.
"Aku tau, Bang. Bahkan, aku sudah menyukaimu lebih dulu dari pada Raisa."ย Citra, bersandar di dada bidang Alex. Sembari memainkan bulu-bulu halus yang tertata hingga bawah pusar.
Alex bermain dengan wanita cadangannya, bukan sehari dua hari. Sudah seminggu semenjak Raisa kembali ke mansion Franklin.
Drrrrttt ...
Alex menggeser panggilan pada ponselnya dengan raut wajah tak senang. " Mengganggu saja!" makinya. Tak ayal Alex tetap mendekatkan ponsel itu ketelinganya.
"Aku benci Franklin! Aku juga benci padaย pelayan pribadinya! Bagaimana, bisa ia lebih memilih tidur dengannya!" teriak Raisa dengan ponsel yang menempel di pipinya. Ia terlihat begitu kesal kentara dari tangannya yang terus mengepal.
๐๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
"Tentu saja! Aku tidak akan lupa itu!"
๐๐ข๐ญ๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐ฏ๐บ๐ข!
"Kenapa kau berteriak padaku, honey!"
๐๐ข๐ข๐ง ๐ฎ๐บ ๐ด๐ธ๐ฆ๐ฆ๐ต๐บ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ช๐ฌ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ.
"Tenanglah, honey. Hati dan juga tubuhku adalah milikmu seorang." Raisa tersenyum sinis. Kemudian, mengakhiri panggilannya. Setelah ia merencanakan sesuatu untuk membuat jera Vynnitta.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ, ๐๐ฆ๐น. ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐จ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ฃ๐ข, ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฌ๐ข ...
๐๐ง๐๐ ๐
Raisa, mematahkan tusuk gigi menjadi dua bagian. Seiring tatapan tajam dari kedua matanya.
"Bang, apa barusan adalah telepon dari kak Raisa?" tanya Citra, sambil bergelayut manja di lengan berotot Alex.
"Hemm. Wanita itu merencanakan penculikan. Kita ikuti saja rencananya, selagi uangnya mengalir kedalam rekening pribadiku. Kau juga 'kan ikut merasakannya." Alex mencium singkat bibir Citra. Kemudian, mengecup kulit bahunya yang seputih susu itu.
"Setelah kak Raisa berhasil mendapat sebagian dari harta Franklin. Kau harus menghabisinya." Citra, menurunkan segitiga biru Alex, lalu memberi remasan pada senjata yang berdiri menantangnya.
"Tentu saja ... kita 'kan, sudah memiliki kartu As nya, darl." Alex menggeram ketika senjatanya menerima serangan bertubi-tubi dari Citra.
๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ซ๐ข๐ฎ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ๐ฎ๐ถ.
๐๐๐ข๐ฅ๐๐ง ๐๐ช๐๐ ๐๐ ๐ ๐๐ง๐ฎ๐ ๐ก๐๐๐ฃ ๐ค๐ฉ๐ค๐ง ๐ฎ๐.
Bersambung>>>
__ADS_1