Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Sifat Alex Sebenarnya.


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐™‰๐™ค๐™ฉ๐™š:๐™‚๐™–๐™ž๐™จ, ๐™ฉ๐™ค๐™ก๐™ค๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™˜๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ก๐™–๐™๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™– ๐™Ÿ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™—๐™ช๐™ง๐™ช-๐™—๐™ช๐™ง๐™ช. ๐˜ผ๐™œ๐™–๐™ง ๐™ ๐™š๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™—๐™ž๐™จ๐™– ๐™ ๐™š๐™—๐™–๐™˜๐™– ๐™ค๐™ก๐™š๐™ ๐™จ๐™ž๐™จ๐™ฉ๐™š๐™ข....


...๐™๐™๐™ญ ๐™–๐™ฃ๐™™ ๐™๐™–๐™ฅ๐™ฅ๐™ฎ ๐™ง๐™š๐™–๐™™๐™ž๐™ฃ๐™œ ......


" Rai, my sweety. Bisakah, kita bertemu siang ini, sayang?"


๐˜”๐˜ข๐˜ข๐˜ง, ๐˜“๐˜ฆ๐˜น. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ฐ ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜บ?


"Yes, aku sangat merindukanmu, sweety."


๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜บ, ๐˜ธ๐˜ข๐˜ช๐˜ต ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ, ๐˜ฐ๐˜ฌ! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช๐˜ช ..


"Kau jangan tidur dengannya, ok! Cukup aku, yang memuaskan mu."


ย ๐˜–๐˜ง ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ. ย ๐˜–๐˜ฏ๐˜ญ๐˜บ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ, ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฑ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต.


"Ok! I trust to you, dear! Muahhh ...! See you." Alex pun memutuskan sambungan teleponnya dengan Raisa. Kemudian, ia beranjak dan mengambil kunci mobilnya. Lelaki bertubuh atletis itu berjalan setengah berlari, setelah keluar dari dalam lift. Kini, ia telah sampai di baseman.


"Wait for me? WTF!" Alex membanting pintu mobilnya. Lalu, ia melajukan kendaraan itu dengan kencang.


Kendaraan roda empat itu, berhenti tepat di sebuah apartemen.


"Halo, darling. Aku sudah di baseman."


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ? ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ 212.


"Baiklah, ganti baju yang seksi ya."


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ฉ! ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ!


Alex pun terkekeh, setelah menutup teleponnya.


"Sepertinya, wanita ini cukup bisa membuatmu bersenang-senang. Untuk apa menunggu, Raisa pulang. Dia pikir aku bisa menahan hasrat ku selama itu. Wanita sialan! Setelah aku mendapatkan seluruh harta Franklin. Aku akan menjual mu ke rumah bordil!" gumam Alex, ia bahkan menumpahkan segala kekesalannya pada tong sampah besi. Hingga, benda itu menggelinding dan mengeluarkan suara berisik.


Sesampainya di atas, tepatnya di lantai 17.


๐˜›๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต๐˜ต๐˜ต ... ๐˜›๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ต ...!


Setelah memencet bel, beberapa kali. Pintu pun di buka, hingga menampilkan satu sosok yang sungguh memanjakan, mata pria ๐™ ๐™š๐™ค๐™ฃ๐™œ ๐™ง๐™–๐™˜๐™ช๐™ฃ seperti Alex.


"๐™”๐™ค๐™ช ๐™–๐™ง๐™š ๐™จ๐™ค ๐™จ๐™š๐™ญ๐™ฎ!" Puji Alex, membuat wanita di hadapannya langsung menubruk bibir seksinya dengan liar.


Mereka pun saling memagut tanpa jerak dan jeda. Saling membelit apa yang bisa dibelit. Mengabsen isi rongga mulut masing-masing dari keduanya. Hingga suara decapan yang berisik keluar dari pasangan yang belum lama kenal ini.

__ADS_1


Berawal dari sebuah aplikasi pertemanan, hingga ๐™ข๐™–๐™—๐™–๐™ง dan berakhir dengan ๐™Š๐™ฃ๐™š ๐™ฃ๐™ž๐™œ๐™๐™ฉ ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™™.


"Aku sudah tidak tahan, darling. Bisakah kita langsung pada intinya saja?" Alex merayu Citra, yang lumayan cantik dan seksi ini. Hingga, senjatanya tak mampu lagi ia kuasai.


"Aku juga, Abang sayang. Yuk, masuk yuk." Citra mengajak Alex dengan suara manja mendayu. Persis seperti ketika mereka saling ngobrol di room aplikasi tersebut.


Mendengar suara Citra yang merdu mendayu, hasrat Alex semakin menggebu. Dirinya langsung mendorong Citra ke dinding dan kembaliย ย mereguk manisnya bibir janda beranak satu itu.


Ya, Citra jujur padanya, jika dirinya adalah seorang ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต bekerja. Sedangkan anaknya, ia titip di kampung bersama ibunya. Sungguh, anak yang berbakti bukan?


Alex sungguh tidak peduli akan status dirinya, bagi pria itu yang penting adalahย ย  penampilan serta permainannya di atas kasur berderit. Karena, mereka sempat melakukan panggilan jahanam, melalui ponsel. Bahkan, melalui V-Call pun mereka bisa bercinta kala itu.


"Kau sungguh, menggairahkan darling. Meskipun, aku pernah melihat tubuhmu melalui vidio call. Ternyata, yang aslinya lebih aduhai." Alex terus memuji Citra, sembari menurunkan tali tipis ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช itu dari bahunya.


"Pelan dong Abang sayang, aku juga gak akan kemana-mana, ahh ..." Citra berusaha menahan tangan Alex yang hendak menjelajahi bagian sensitifnya itu. Bukannya mau menolak, hanya saja Citra sungguh tidak nyaman dengan posisi berdiri ini. Masalahnya, tungkainya sudah tak mampu menopang berat tubuhnya.


"Ahh, Bang! Pindah ke sofa ... aja ... yah?" Citra memohon di sela-sela jeritan nikmatnya. Padahal, Alex baru memainkan jarinya saja.


"Apa kau sudah tidak mampu berdiri, darling?" tanya Alex seraya memasukkan lebih dalam lagi jemarinya. Lenguhan panjang pun mengalun, pertanda bahwa Citra telah mencapai pelepasan pertamanya.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜๐˜ถ๐˜ฉ! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜“๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช.


Citra merangkul tubuh Alex erat, pria itu cukup membuatnya kehabisan napas. Alex, mengangkat tubuh yang hampir tanpa benang itu ke dalam gendongannya. Lalu, ia melemparnya ke atas pembaringan.


Plupp!


Citra mengeluarkan senjata itu dari mulutnya, karena ia tau bahwa pria itu sudah hampir meledak.


๐˜œ๐˜จ๐˜ฉ! ๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฉ ... ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜™๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜บ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ต๐˜ต! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ? ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?


Alex pun menindih Citra, hingga akhirnya mereka melakukanย  penyatuan panas membara, dan kasur di dalam apartemen itu benar-benar berderit.


"Abang, apa kau pacarnya Kak Raisa?" tanya Citra, di sela-sela hentakkan Alex yang entah ke berapa. Pria itu telah memuntahkan laharnya beberapa kali. Hingga cadangan balon karetnya habis.


"Iya, apa kau mengenalnya?" tanya Alex dengan suara seraknya.


" Tentu ... saja ... dia, sepu ... pu ku," jawab Citra tersendat-sendat. Karena dirinya sedang melayang ke antariksa.


" Aku tidak peduli, yang penting kau memuaskan ku. Ah, darl aku akan sampai bagaimana ini?" tanya Alex panik. Seraya menahan gejolak dari magma miliknya yang mau meledak keluar.


" Buang saja, Bang. Aku, sudah minum pil penunda kehamilan." Citra, ikut bergoyang ketika Alex menghentak kuat miliknya. Hingga, Alex menekan semakin dalam karena dirinya telah sampai pada puncak permainan keduanya. Begitupun, dengan Citra, wanita itu benar-benar habis tenaga kali ini.


๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜™๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜Š๐˜ฌ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ.


Alex tersenyum samar dengan jalan pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kebetulan, jika kau adalah sepupunya Raisa. Juga, bagaimana kau bisa tau tentang kami?" Alex yang baru sadar kembali mengulik informasi sebenarnya dari Citra.


"Aku tau, Bang. Bahkan, aku sudah menyukaimu lebih dulu dari pada Raisa."ย  Citra, bersandar di dada bidang Alex. Sembari memainkan bulu-bulu halus yang tertata hingga bawah pusar.


Alex bermain dengan wanita cadangannya, bukan sehari dua hari. Sudah seminggu semenjak Raisa kembali ke mansion Franklin.


Drrrrttt ...


Alex menggeser panggilan pada ponselnya dengan raut wajah tak senang. " Mengganggu saja!" makinya. Tak ayal Alex tetap mendekatkan ponsel itu ketelinganya.


"Aku benci Franklin! Aku juga benci padaย  pelayan pribadinya! Bagaimana, bisa ia lebih memilih tidur dengannya!" teriak Raisa dengan ponsel yang menempel di pipinya. Ia terlihat begitu kesal kentara dari tangannya yang terus mengepal.


๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


"Tentu saja! Aku tidak akan lupa itu!"


๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข!


"Kenapa kau berteriak padaku, honey!"


๐˜”๐˜ข๐˜ข๐˜ง ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ด๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ต๐˜บ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ.


"Tenanglah, honey. Hati dan juga tubuhku adalah milikmu seorang." Raisa tersenyum sinis. Kemudian, mengakhiri panggilannya. Setelah ia merencanakan sesuatu untuk membuat jera Vynnitta.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜“๐˜ฆ๐˜น. ๐˜›๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ...


๐™†๐™ง๐™š๐™ ๐™ 


Raisa, mematahkan tusuk gigi menjadi dua bagian. Seiring tatapan tajam dari kedua matanya.


"Bang, apa barusan adalah telepon dari kak Raisa?" tanya Citra, sambil bergelayut manja di lengan berotot Alex.


"Hemm. Wanita itu merencanakan penculikan. Kita ikuti saja rencananya, selagi uangnya mengalir kedalam rekening pribadiku. Kau juga 'kan ikut merasakannya." Alex mencium singkat bibir Citra. Kemudian, mengecup kulit bahunya yang seputih susu itu.


"Setelah kak Raisa berhasil mendapat sebagian dari harta Franklin. Kau harus menghabisinya." Citra, menurunkan segitiga biru Alex, lalu memberi remasan pada senjata yang berdiri menantangnya.


"Tentu saja ... kita 'kan, sudah memiliki kartu As nya, darl." Alex menggeram ketika senjatanya menerima serangan bertubi-tubi dari Citra.


๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜™๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ.


๐™ˆ๐™–๐™ข๐™ฅ๐™ž๐™ง ๐™Ÿ๐™ช๐™œ๐™– ๐™™๐™ž ๐™ ๐™–๐™ง๐™ฎ๐™– ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ ๐™ค๐™ฉ๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–.



Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2