Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Menjalankan Rencana.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Hisshh! Sakit tauk!" kesal Gill karena kepalanya selalu menjadi korban kekerasan dari Brandy. "Bisa tidak untuk jangan memukul kepala!" protesnya marah. Namun ....


BUGH!


"Heh! Kenapa memukul lagi!" pekiknya seraya mengentikan mobil di pinggir jalanan desa. Beberapa warga desa yang lalu lalang sudah mengenal bahwa itu adalah mobil dari tamu untuk desa mereka. Karenanya, terdapat beberapa warga yang menundukkan kepala saat melewati kendaraan yang di bawa oleh Gill ini.


"Kali ini kan di bahu mu. Lalu apa lagi masalahnya!" seru Brandy tanpa rasa bersalah sama sekali. Dengan tenang ia menyugar dan menyisir rambut silver nya itu dengan jemarinya yang lentik. Dari atas kepala hingga ke ujung rambut. Padahal kan dirumah tadi sudah menyisir sedemikian rupa, bahkan sudah di luruskan pula.


"Masalahnya itu sakit!" pekik Gill geram. Jemarinya boleh saja lentik, meskipun begitu tenaganya tetap saja lakik.


"Haish, ya maaf kalau begitu. Kau sih selalu membuatku geram. Lagian mana ada toko boneka di desa seperti ini," kilah Brandy bela diri.

__ADS_1


"Lalu hadiah apa yang akan kita bawa untuk nona Alessia dan gebetan anda Maria Mercedes itu!" ujar Gill asal membuat kedua mata Brandy melorot. Tatkala ia sadar jika Gill telah meledek calon gebetannya.


"Namanya, Maria Goldia. Kenapa jadi Mercedes? Kau samakan gebetan ku dengan otomotif, hah! Beraninya kau!" Brandy sudah mengangkat tangannya yang mengepal, akan tetapi terhenti ketika wanita yang ia bicarakan lewat di samping mobil mereka. Gill pun lantas menengok kearah Brandy tertegun. Sepertinya, Maria juga sadar jika mobil itu berisikan Gill dan Brandy. Karena itu dia menyapa dengan melambaikan sebelah tangannya. Jangan lupakan senyum manis itu, yang mana membuat Brandy seketika terpukau dengan tampang bodohnya.


"Ck. Sudah terkena panah si Cupid. Seketika menjadi bodoh! Hahaha ...!" Gill tergelak kencang sambil memukul kemudi, lantaran wajah Brandy nampak lucu baginya. Padahal, Brandy lumayan imut dan menggemaskan di saat terpesona begitu.


"Cepat buka pintunya! Kenapa sih harus kau kunci segala!" pekik Brandy disaat ia susah membuka pintu mobil. "Hei, Gill. Keburu dia pergi!" seru Brandy lagi.


" Tinggal kejar aja susah amat!" celetuk Gill yang membuat Brandy membulatkan bibirnya.


" Tuan Brandy," sahut Maria pelan. Dirinya masih terkesima dengan pesona yang menguar dari sosok komik yang seakan hidup ini. Apalagi di saat Brandy tersenyum padanya hingga kedua mata pria itu tinggal segaris.


"Kamu mau kemana? Barengan saja aja naik mobil," tawar Brandy tulus.

__ADS_1


"Apa hidung anda sudah sembuh?" tanya Maria. Bukannya menerima tawaran dari Brandy, justru gadis muda ini menanyakan perihal keadaan hidung Brandy yang kala itu terluka.


"Ah, lihatlah ini. Sudah sembuh dan wajahku kembali tampan seperti semula," jawab Brandy dengan kepercayaan dirinya yang selangit. Tapi memang tampan sih, bahkan sangat-sangat tampan. Jadi, bolehlah jika dirinya sombong sedikit.


"Kemarin juga masih tampan kok, Tuan. Kalau sekarang, sudah tidak di ragukan lagi. Bahkan, Tuan sudah menjadi trending topik di kalangan gadis perawan desa Cenderawasih," ucap Maria dengan ekspresi yang begitu menggemaskan bagi Brandy.


"Benarkah? Atau ini hanya kata-kata mu saja? Agar aku melayang karena senang iya kan?" selidik Brandy. Walaupun dirinya juga tidak menutup mata dari bertiga yang pernah didengarnya dari Xilondra. Bahwa ada beberapa orang tua dari warganya yang hendak mengundang Brandy untuk makan malam. Akan tetapi dirinya tidak tertarik mencari jodoh di sini, sebelum ia akhirnya jatuh dalam pesona kesederhanaan Maria.


"Tentu saja benar. Mau bukti tidak?" tanya Maria dengan kedua mata yang membola dengan bulu lentik yang bergerak turun naik.


"Aku tidak butuh bukti. Kecuali dari mu."


GLEK!

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2