
🌹🌹🌹🌹🌹
'Vyn.
Jadi dia sudah bertemu dengannya.
Apa yang telah terjadi hingga pria ini ingin dia meminta maaf?' Batin Xilondra antara bingung dan juga khawatir. Belum pernah ada orang di luar desanya yang berurusan dengan Ikon desa Cenderawasih itu.
"Kalau boleh tau, apa yang telah terjadi antara anda dan juga Nona Saga kami?" tanya Xilondra hati-hati. Sebagai kepala desa, dirinya sangat menjaga kesopanan demi menjaga nama baik desa yang di bawah pimpinannya tersebut.
Hingga para warga memilihnya kembali untuk menempati kursi kepemimpinan desa pada dekade kedua. Tentu saja para warga desa percaya, karena Xilondra adalah pemimpin yang tegas dan juga amanah. Di bawah kepemimpinannya tak ada lagi kesenjangan sosial, semua strata sama.
Karena, di bawah perintahnya yang kaya haruslah mendampingi yang miskin agar dapat sukses dan maju seperti mereka. Selama empat tahun kepemimpinannya, Xilondra berhasil mengendalikan kemiskinan di desanya. Hingga ia pun mendapat penghargaan sebagai kepala desa terbaik di seluruh negeri.
Pemerintahan pusat pun hendak merekrutnya. Menjanjikan karir yang lebih tinggi dari hanya sebatas kepala desa terpencil yang hampir terisolir. Akan tetapi, Xilondra menolak dengan tegas. Bahwa dirinya akan selamanya mengabdi pada desa yang telah menjadi tanah kelahirannya ini. Dengan atau tanpa jabatan sekalipun. Dirinya tidak akan pernah meninggalkan atau melepaskan desanya tercinta demi karir ataupun kekayaan. Baginya, apa yang telah ia miliki sekarang ini sudah lebih dari cukup.
Bagaimana seorang Vynnitta tidak semakin minder dengannya. Meskipun, Vynnitta juga telah mempunyai tempat tersendiri di hati para warga desa Cenderawasih. Ia laksana dewi penyembuh. Karena, beberapa kali menemukan obat dari penyakit yang sering kali menjangkiti para warga. Akan tetapi Vynnitta tidak pernah memberi harga pada pasiennya. Mereka bisa membayarnya berapa saja, dan dengan apa saja.
Karenanya tak jarang jika ada warga yang memberi hasil kebun dan juga ternaknya pada Vymnitta. Sebagai ucapan terimakasih ketika penyakitnya telah sembuh. Ada juga yang memberi hingga sebidang tanah garapan, yang mana kini Vyn tanami dengan bibit dari biji Saga, pulutan dan juga pohon kelor. Vyn menanam sendiri pohon herbal yang mudah untuk tumbuh.
Franklin pun menceritakan kejadian itu dengan versi karangannya sendiri. Karena tak mungkin ia mengatakan bahwa Vynnitta adalah misinya hingga ia mendatangi desa ini. Karenanya Franklin pun mengarang cerita.
"Saya hanya berusaha ingin berkenalan. Setelah mendapat informasi dari pemandu wisata, bahwa dialah nona Saga yang terkenal. Pada awalnya saya tidak percaya jika ada wanita sehebat itu. Namun, setelah melihatnya dari kejauhan entah kenapa saya menjadi yakin. Lalu saya berniat menyapanya, sekalian mengatur waktu bertemu. Karena saya juga ingin diperiksa," tutur Franklin menjelaskan dengan sedetail mungkin agar Xilondra sang kepala desa tidak mencurigainya.
"Bagaimana bisa nona Saga mencurigai anda sebagai hantu. Padahal matahari sudah sepenggalah tinggi? Apa anda muncul tiba-tiba lalu mengagetkannya, atau bagaimana?" cecar Xilondra, karena ia mengenal Vynnitta sangat baik selama empat tahun belakangan ini.
__ADS_1
"Entahlah, saya hanya berjalan di belakangnya. Dimana kala itu ia tengah mencabut jamur langka di sekitaran sungai," jelas Franklin memasang wajah tenang dan biasa saja. Padahal sebenarnya memang kedatangannya kala itu sedikit mengejutkan Vynnitta. Entah, memang kebetulan Vynnitta yang tengah melamun jadi tidak fokus dan mudah terkejut.
" Baiklah, saya akan mengatur waktu agar kalian berdua bertemu. Setidaknya kesalahpahaman ini tidak boleh dibiarkan berlanjut lama. Tunggu saja, secepatnya saya akan mengatasi masalah ini," ucap Xilondra berjanji. Sontak membuat salah satu sudut bibir Franklin tertarik ke atas.
"Terimakasih kawan, anda memang pemimpin desa terbaik," puji Franklin. Kemudian mereka pun menikmati dengan khidmat santap makan malam yang sengaja di siapkan oleh nyonya Prita.
_______
" Kakak .... diluar ada pak kades menunggu untuk menemuimu!" teriak Maria sambil masuk menghampiri Vynnitta. Membuat Vyn segera menutup telinga dengan kedua tangannya.
"Jika kau ingin menghampiriku, kenapa harus berteriak?" gemas Vyn pada asistennya itu. Ia tak pernah bisa marah atas apapun kelakuan Maria. Semenjak sang ibu meninggal, Maria sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Ia akan dengan sabar mendidik asisten sekaligus sahabat yang sudah dianggap sebagai saudarinya sendiri.
Vyn, berhutang banyak pada Maria. Dialah orang pertama di desa itu yang menolong, menemani dan mendukungnya di tengah keterpurukan. Maria yang selalu menghiburnya, menutupi identitasnya. Sebelum ia akhirnya mengenal dan dekat dengan Xilondra. Bahkan, Vynnitta dan Alessia di masukkan ke dalam data keluarga Maria.
Karenanya, Vynnitta dapat mengganti identitas dengan menggunakan nama belakangnya. Apalagi, Xilondra sebagai pemimpin desa tentu mempunyai akses untuk dapat memalsukan data diri bagi Vyn dan juga putrinya.
'Xilo, aku sudah berkali-kali menolakmu. Tapi kau sedikitpun tidak menyerah atau bahkan membenciku. Kau membuatku bingung, aku tidak ingin akhirnya menerimamu karena lelah dan bosan menolak cintamu.' Batin Vynnitta galau.
Ia pun bangun dari duduknya dengan sangat malas. Karena tiap kali bertemu pria itu selalu menanyakan kesiapannya dalam menjawab lamarannya yang kesekian kali.
"Selamat siang, Nona Saga. Semoga kedatangan saya tidak menganggu kesibukan anda," ucap Xilondra sopan dengan sedikit menundukkan kepalanya. Perlakuannya itu membuat Vyn buru-buru melakukan hal yang sama.
"Tolong jangan memperlakukan saya seistimewa itu, Pak Kades yang terhormat," jawab Vynnitta tak kalah formal.
"Bagaimana tidak istimewa. Kau adalah aset desa kami. Sudah selayaknya aku sebagai pemimpin desa ini menghormatimu," kilah Xilo, beralasan dengan logika yang masuk di akal.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan hal yang terlalu besar. Jadi, jangan di besar-besarkan," tolak Vynnitta. Membuat Xilondra menyerah untuk berdebat dan memilih tertawa.
"Entah kapan aku bisa menang darimu. Selama empat tahun ini aku selalu saja kalah dan kehabisan kata-kata darimu. Apa kau tidak kasian padaku? Setidaknya sekali saja, berikan aku kesempatan untuk menang darimu. Terutama untuk memenangkan hatimu. Vynnitta Erriana," ucap Xilondra masih dengan menyelipkan usahanya. Licik sekali bukan? Hahaha ..( Ketawa Jahat )
"Kau ini, selalu saja menyelipkan perasaanmu. Apa kau tidak bosan dan malu di tolak terus oleh ku?" sindir Vynnitta sambil memasang wajah jengahnya. Xilondra bukannya tersinggung, tapi malah tergelak.
"Apanya yang lucu?" geram Vynnitta.
"Ekspresi mu itu sungguh sangat menggemaskan, bagaimana aku tidak tergila-gila padamu Vynnitta. Jadi, kau jangan menyalahkan ku terus," elak Xilondra. Menempatkan kesalahan atas apa yang ia rasakan pada Vynnitta. Membuat Vyn menampilkan raut wajah tak percaya.
'Sejak kapan Xilondra pandai memainkan peran guild trip? Kenapa seakan akulah yang salah di sini? Hei, mendadak kepalaku menjadi berdenyut. Ya Tuhan, satu pria belum selesai kini kau tambahkan aku satu pria lagi. Kapan aku bisa tidur dengan nyenyak kalau begini?' Batin Vyn gundah. Ia pun menghela napasnya perlahan. Mengumpulkan kekuatan demi menghadapi pria keras kepala dan berhati karang macam Xilondra ini.
"Kades-ku yang gagah dan baik hati. Silakan duduk. Aku tidak ingin di marahi warga lain karena membiarkan pemimpin desa ini berdiri terlalu lama di pintu gerbang. Nanti kami tidak bisa lagi membedakan mana kepala desa dan mana sales barang," ucap Vyn berkelakar.
Hubungan mereka yang sudah bagikan sahabat membuatnya tak sungkan lagi untuk sedikit bercanda dengan Xilondra.
"Nih, soto mie-nya jeng nampol. Kita makan sama-sama ya. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ini antara kita berdua saja, jadi jangan kau panggil dulu si cantik," ucap Xilo menahan seketika Vynitta yang hendak memanggil Alessia.
" Bukannya dari tadi sudah bicara berdua denganku? " ledek Vynnitta seraya meninggalkan Xilondra untuk mengambil mangkuk ke dalam.
'Ya Tuhan. Kapan aku bisa memilikinya, ingin rasanya aku membungkam bibir cerewetnya itu dengan bibirku. Sampai kapan aku harus bersabar dan berjuang? Aku tidak akan sanggup melihatnya di miliki oleh orang lain. Semakin lama dirinya semakin bersinar. Dan mengagumi nya semakin banyak.' Batin Xilondra resah campur lelah.
"Jadi apa yang ingin kau katakan? Aku masih banyak kerjaan yang belum selesai." Vyn menagih janji Xilo setelah keduanya selesai makan.
"Apa benar kau bertemu dengan hantu di bukit air terjun kekasih?"
__ADS_1
Bersambung>>>>