Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Peringatan Dari Ale


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Glek!


Vynnitta benar-benar seperti tengah menelan batu. Tenggorokannya tiba-tiba tercekat dan susah untuk berbicara.


Ucapan Alessia sukses membuat napasnya naik turun tak beraturan. Kepalanya mendadak berat lantaran sang putri dengan enteng dan seenaknya mengklaim bahwa Franklin adalah calon daddy-nya.


Begitu juga Maria, gadis itu terlihat kaget dengan pernyataan Alessia barusan. Bisa-bisanya bocah sekecil itu menunjuk pria gagah nan tampan, sebagai salah satu kriteria calon daddy-nya. Apalagi dada Franklin itu sangat lah pelukable.


"Ale, kenapa berbicara seperti itu? Tidak baik bicara dengan nada tinggi, apalagi kepada yang lebih tua," ucap Vynnitta menasihati anaknya.


"Maaf, Mommy. Aunty Maria," ucap Alessia menyesal.


" Ale tidak mau, uncle tampan di panggil hantu oleh Aunty," tambah lagi berkilah.

__ADS_1


"Aunty Maria tentu tidak akan mengulanginya. Iya kan Aunty?" ucap Vyn sengaja mengarahkan nya pada Maria. Kemudian Maria mengangguk cepat. Meski dalam otaknya tersimpan banyak pertanyaan. Kenapa Alessia justru memilih Franklin sebagai calon daddy-nya bukan Xilondra. Bukankah selama ini, pak kades-lah yang dekat dengannya. Bahkan pemimpin desanya itulah yang turut andil dan kerepotan saat Alessia hendak terlahir ke dunia kala itu.


"Baiklah, Mommy. Ale juga tidak akan mengulanginya lagi." gadis kecil itu pun turun dari pangkuan Vyn kemudian berjalan mendekati Maria.


Cup.


Alessia mengecup pipi Maria, seraya membisikkan sesuatu.


"Aunty Maria, jangan ambil calon daddy Ale ya. Nanti, Ale akan carikan uncle tampan yang lain untuk Aunty," ucap Ale dengan berbisik. Membuat Maria menahan tawanya sampai sesak.


"Apa yang Ale katakan padamu?" tanya Vynnitta penasaran.


"Rahasia," jawab Maria yang kemudian membekap mulutnya agar ia tak tergelak melihat ekspresi kakak angkatnya itu.


"Kau ini, yang berbisik kan putri ku. Apa salahnya jika aku mau tau rahasianya," sungut Vyn kesal.

__ADS_1


"Ah, kau ini Kak. Putrimu itu memang keterlaluan, masa aku diancam. Untuk tidak mendekati tuan hantu alias uncle tampannya yang telah ia nobatkan sebagai calon daddy-nya itu. Aku akan di carikan uncle tampan yang lain katanya. Yang benar saja," kekeh Maria. Dia benar-benar geli setiap mengingat kata-kata Ale padanya.


"Ya ampun, putri kecilku ...!" Vynnitta memegangi kepala dengan kedua tangannya. Apakah putrinya itu mengikuti nalurinya. Karena itu ia merasa cocok dengan Franklin. Bagaimana jika kesempatan ini digunakan Franklin untuk membawa putrinya itu.


'Aku harus memikirkan rencana penolakan status Ale secepatnya. Aku harus meminta bantuan Xilondra. Agar ia membuatkan surat akte palsu untuk Ale.' Batin Vyn.


______


'Jadi, ini tempat tinggalnya selama ini? Sebuah rumah sederhana dengan klinik yang juga sederhana di sebelahnya. Jadi, ia menggunakan hasil gaji selama bekerja denganku untuk membangun semua ini.' Franklin membatin seraya menatap kagum hasil keringat Vynnitta selama ini. Betapa wanita itu mampu berpijak di atas kakinya sendiri. Tenyata, selama menghilang Vynnitta tidak bergantung pada orang lain. Franklin, bisa bernapas lega sekarang. Tinggal satu harapannya, semoga Vynnitta belum menikah atau belum pernah menikah dengan siapapun. Atau, berencana menikah dengan siapapun.


Franklin membuang pikiran itu jauh-jauh, ia pun melangkah kan kakinya dengan tegas kehalaman rumah Vynnitta. Sementara ia sengaja tidaklah mengajak Brandy dan juga Gill untuk ikut masuk. Karena kedua pria itu hanya akan merusak moodnya saja.


"Pelit nya jadi bos. Padahal kan kita juga mau mencicipi makan siang gratis!" sungut Gill.


"Franklin sangat menyebalkan! Padahal aku ingin melihat gadis cerewet itu sekali lagi," timpal Brandy, yang juga tengah mengeratkan gerahamnya kesal.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2