Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Membohongi Hati


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Perasaan seorang ibu kepada putri satu-satunya, mana kau mengerti! Kekhawatiran ku padanya melebihi apapun dan kasih sayangku melebihi siapapun!" tukas Vyn. Seraya menatap Franklin penuh emosi.


"Apa yang kau khawatiran dariku, Vynnitta. Aku bukan orang jahat, aku tidak akan menyakiti Alessia. Aku juga menyukai putrimu, aku suka saat memanjakannya," tutur Franklin membuat Vynnitta menampilkan senyum seringainya.


"Aku tidak suka kau mencuri perhatian putriku. Aku tidak ingin Alessia mempunyai pikiran yang membuatnya berkeinginan aneh. Aku ingin hidup kami normal seperti sebelum bertemu denganmu," ucap Vyn tegas. Membatasi hubungan antara Alessia dan juga Franklin. Agar Alessia tidak menuntut hal yang tidak mungkin bisa Vyn kabulkan.


"Vyn, ku mohon tenanglah. Jangan berprasangka buruk padaku. Aku mengejarmu ke desa ini, karena ingin meminta maaf padamu," lirih Franklin. Akhir ia dapat mengungkapkan maksud kedatangannya kepada Vynnitta.


Vynnitta sontak menoleh dan menatap lamat Franklin, mencari kejujuran lewat mata tajam nan tegas pria yang sudah empat tahun lebih tak di lihatnya. Ia pun tak menemukan celah kebohongan disana.

__ADS_1


"Vyn, aku--" Franklin tak meneruskan ucapannya. Ia perlahan berjalan maju menghampiri Vynnitta. Melihat wanita cantik di hadapannya yang terlihat semakin dewasa dan anggun itu tak bergeming, Franklin menemukan kepercayaan dirinya.


"Maaf, karena kala itu aku tidak bisa menghentikan aksi Raisa yang mengusirmu. Orang-orangku tak bisa menemukanmu, karena--" Franklin tidak meneruskan ucapannya lantaran Vynnitta mengangkat tangannya ke udara untuk menghentikannya.


" Aku sudah melupakan semuanya. Kejadian empat tahun yang lalu tidak membekas apapun padaku saat ini. Kau tidak perlu merasa bersalah atau apapun itu," sanggah Vynnitta tenang. Ia berlagak seakan Franklin tak berarti apapun lagi untuknya saat ini. Meskipun sebenarnya ia merasa ada yang seakan mencengkeram dadanya kuat.


"Apa kau melupakan juga, bagaimana perasaanmu padaku?" tanya Franklin yang sebenarnya syok dan kaget atas pengakuan Vynnitta.


"Ya, aku melupakannya. Meskipun begitu, bukan berarti aku menyesali apa yang ku lakukan. Setidaknya aku telah menyelamatkan satu nyawa. Satu penerus keluarga. Setidaknya apa yang kudapat di hutan berguna untuk membantu orang lain. Kejadian itu membuka mataku. Bahwa aku memiliki kekuatan yang harus dimanfaatkan, demi kepentingan orang banyak," tutur Vynnitta tenang seraya menatap wajah Franklin. Sekuat tenaga ia menahan gejolak perasaannya. Menutupi dengan tenang meski napasnya terasa sesak. Bahkan Vynnitta berlagak seakan merapikan rambutnya padahal ia tengah menghirup udara banyak-banyak.


"Apa kau membenciku, Vynnitta?" tanya Franklin yang entah kapan telah berada di belakang Vynnitta. Karena Vynnitta sengaja menyibukkan diri dengan meracik obat herbal untuk Franklin.

__ADS_1


Vynnitta berbalik, dan ia menyembunyikan kagetnya serta berusaha biasa saja. Meski napasnya terasa sesak lantaran jarak Franklin berada cukup dekat dengannya.


"Ku rasa setelah racun beku itu hilang tanpa bekas dari tubuhmu. Daya tahan tubuhmu menjadi semakin kuat. Bahkan pigmen pada kulit tubuhmu sepuluh kali lebih kuat. Kau tidak akan mudah tergores apalagi memar karena sebuah pukulan. Jadi, aku hanya akan memberikan vitamin sebagai penambah stamina saja. Sebagai bentuk pertanggungjawaban," ucap Vynnitta seraya menyerahkan tabung berukuran kecil, yang berisikan vitamin racikannya ke tangan Franklin.


"Terimakasih." Franklin meraih tabung itu seraya menangkup kedua tangan Vynnitta. Ia sengaja melakukannya, meskipun Vynnitta hendak menarik tangannya dengan cepat. Franklin tetap menggenggam tangan Vynnitta yang masih menggenggam tabung vitamin.


"Tatap mataku, jika memang kau telah melupakanku!" tantang Franklin membuat Vynnitta membelalakkan matanya.


"Apa maksudmu? Untuk apa kau mengujiku segala? Memangnya kau siapa, sampai aku tidak mampu melupakanmu? Jangan membuatku tertawa, Tuan muda yang terhormat. Karena aku telah memiliki calon pendamping serta calon papa untuk Alessia," ucap Vynnitta seraya menampilkan senyum seringainya


"Siapa? Apa pria itu Xilondra?" cecar Franklin. Ternyata dugaannya benar jika Vynnitta dan Xilondra memang memiliki hubungan. Akan tetapi ia takkan menyerah begitu saja. Franklin masih harus memastikan siapa ayah dari Alessia.

__ADS_1


"Apa ada yang menyebut namaku."


Bersambung>>>


__ADS_2