Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Sakitnya Itu Disini


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Silahkan masuk Tuan! Lho, kenapa anda sendiri?" heran Maria, sambil celingukan mencari seseorang di belakang Franklin.


"Dua kawan saya, sejak berhalangan hadir. Lagipula, nona Saga hanya perlu bertanggung jawab dengan saya saja," kilah Franklin. Ia pun berharap agar Xilondra tidak mengacaukan rencana nya kali ini. Semoga acara pria itu dengan gubernur selesai dalam waktu yang lama. Setidaknya ia akan semakin beruntung jika semesta kembali berpihak padanya hari ini.


"Baiklah kalau begitu, saya akan panggil Nona Saga terlebih dulu." Maria pun beranjak ke dalam, setelah ia puas merekam bagaimana pesona Franklin hari itu yang sangat memukau.


"Haiih, pandai sekali Ale mencari calon Daddy. Kira-kira, kak Vynnitta nolak tidak ya?" gumam Maria sambil berjalan kedalam.


"Dia sudah datang?" tanya Vynnitta memastikan.


"Iya Kak. Mana tampan luar biasa," jawab Maria sambil memegangi dada dan tersenyum bak orang kurang gizi, um– maksudnya kurang waras.


"Kau berlebihan Maria. Kau benar-benar sudah terjerat pesona pria kota," ejek Vyn.

__ADS_1


" Seandainya, Ale tidak mengancam ku. Pasti tadi aku sudah melancarkan aksi untuk menjeratnya dengan pesona Maria Goldia," ucap Maria percaya diri.


"Apa Ale sudah tau kedatangan pria itu?" tanya Vyn karena sejak masuk kamar Alessia belum keluar lagi.


"Mungkin si princess sedang mencari gaunnya sampai ketiduran. Biar aku yang memanggil nya, Kakak temui saja dia," saran Maria. Mendapat kesempatan Vyn segera menemui Franklin di ruang depan.


"Selamat datang, Tuan Franklin. Maaf, jika penyambutan saya kurang santun dan ala kadarnya." Vynnitta datang menyapa dengan membungkukkan badannya.


"Jangan sungkan Nona Saga. Bangunlah, tunjukkan wajah penuh percaya dirimu. Seperti di seminar mu kala itu," ucap Franklin, membuat Vyn seketika mendongak. Kemudian tatapan keduanya pun beradu dan berhenti cukup lama. Sekejap kemudian Vyn tersadar, ia pun segera mengambil sesuatu dalam saku blazernya.


"Kenapa anda masih berdiri di situ, Tuan Franklin!" panggilan Vynnitta kembali membawa Franklin pada kenyataan.


"Silakan duduk di sini. Biarkan saya memeriksa anda." Vyn memerintahkan Franklin agar bersiap di atas balai yang sengaja Vyn siapkan untuk memeriksa pasien.


Deg.

__ADS_1


Tatapan mereka kembali bertubrukan ketika Franklin yang telah siap diperiksa, dan Vynnitta yang siap memeriksa. Perasaan aneh yang telah lama tidak Vynnitta rasakan tiba-tiba muncul. Membuat tangannya yang hendak menyentuh Franklin hanya melayang di udara.


Dada keduanya terlihat naik turun dengan deru napas yang tak beraturan. Dalam keadaan sepi, di sebuah ruangan yang tidak seberapa luas. Mereka bertemu dalam keadaan hanya berdua saja, setelah sekian lama tidak pernah melihat satu sama lain. Hanya tersisa perasaan berbeda di hati masing-masing. Franklin dengan segenap penyesalan dan juga kerinduannya. Serta Vynnitta dengan rasa yang ia tak mengerti, entah harus benci atau bahagia dapat melihat pria yang dulu teramat di cintai nya ini.


"Vyn ...," panggil Franklin parau. Ia mencoba memberanikan diri meraih tangan Vynnitta yang melayang di udara.


"Ayo periksa aku. Aku sedang kesakitan sekarang," ucap Franklin lagi, terdengar lebih lirih. Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Franklin membuat Vynnitta seakan kembali kemasa lalu. Dimana pria itu selalu meringis kesakitan karena racun beku. Vyn memajukan tangannya yang sudah di pegang oleh Franklin. Ia seperti setengah sadar atas apa yang di lakukan ya saat ini. Terbukti dari sikapnya yang tidak menolak sentuhan dari Franklin.


Vyn memajukan tangannya hingga menyentuh ke dada sesuai arahan Franklin.


"Detak jantungmu sangat cepat. Napasmu juga sesak, tapi lambungmu baik-baik saja," ucap Vynnitta yang setiap memeriksa pasien pasti memejamkan kedua matanya.


"Karena sakitnya bukan pada lambungku, Vynnitta. Tapi, pada hatiku." Franklin memeluk sebelah tangan Vynnitta yang masih berada di atas dadanya. Membuat Vynnitta seketika sadar lalu membuka matanya lebar.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2