Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Karma Bagi Raisa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Oke Madame, ini sangatlah cukup dan sepadan." Citra melihat secarik kertas cek di tangannya dengan kedua mata berbinar.


Di balik itu semua, terdengar jeritan dari seorang wanita cantik yang kini telah di robek seluruh pakaian yang menempel pada tubuhnya. Dalam waktu dua jam, ia telah melayani beberapa pria hyper bertubuh besar.


𝘈𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘊𝘪𝘵𝘳𝘢?


𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶?


𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘊𝘪𝘵𝘳𝘢!


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶!


Raisa hanya dapat menjerit dalam hatinya, karena kini bibirnya telah di bungkam oleh benda menjijikkan. Pria yang kini mendapat giliran menjamah tubuhnya itu memintanya melakukan pergulatan di bawah shower dengan posisi Raisa yang berjongkok sambil memajukan-dan memundurkan wajahnya.


Raisa menangis kala pria itu menekan kepalanya. Seumur-umur, ia tidak pernah menelan cairan berbau aneh itu. Sontak, Raisa pun muntah sesudahnya, hingga wajah pucat nya kian pasi. Belum lagi tengah malam begini, tak kurang dari dua jam ia melayani pria berlibido tinggi ini di bawah guyuran air shower yang dingin.

__ADS_1


"Hei kau! Jangan pingsan dulu! Aku belum puas bermain denganmu!" Pria itu meneriaki Raisa sambil memukul keras pipi dan juga bokongnya.


_______


"A–apa? Kapan dia keluar? Bagaimana bisa?" cecar Oma Elli pada pengurus asrama.


"Sejak siang tadi Nyonya. Kami pikir anda tak jadi datang. Raisa terus menangis ingin mengunjungi makam papanya," jelas pengurus panti.


"Huuh ...." Elli menghela napasnya.


"Siapa yang membawanya? Apa kalian punya tanda pengenal atau fotonya?" tanya Elli penuh selidik.


______


"Apa ini Oma?" Franklin heran ketika sang nenek meletakkan berkas identitas di atas meja kerja Franklin.


"Perintahkan anak buah mu untuk melacak keberadaan wanita itu. Dia telah membawa Raisa kabur dari asrama," ungkap Oma Elli, membuat Franklin segera menghirup dalam aroma minyak telon yang setia berada dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


"Oma, bukankah perempuan dalam foto ini adalah Citra? Mereka berdua ada dalam kecelakaan kala itu," terang Franklin, kemudian ia segera memanggil Gill dan Jhonny melalui ponselnya.


_______


"Tuan, kami menemukan Raisa di sebuah klab milik salah satu klan mafia. Madame di sana menawarkan harga sepuluh kali lipat dari pembelian Raisa tiga hari yang lalu," terang Gill menyampaikan apa yang ia dengar langsung dari penguasa tempat itu.


" Jadi, Citra menjualnya ke tempat itu. Klab yang selalu di datangi gembong penjahat negeri ini." Franklin terlihat memijat pangkal hidungnya.


"Semakin rusak saja kau Raisa. Padahal aku berniat membersihkan dirimu juga mengembalikan ingatanmu. Meskipun aku tak ada niat sama sekali untuk kembali padamu. Akan tetapi sekarang keadaanmu semakin hancur saja. Apakah memang ini takdir yang di berikan oleh semesta padamu?" gumam Franklin, tak habis pikir.


Ia dan Oma Elli telah berbesar hati untuk memaafkan dan menerimanya kembali. Meskipun dengan status yang baru. Karena pengadilan telah mengesahkan hubungan baru diantara keduanya. Kini, Franklin telah bebas dengan predikat barunya sebagai duda keren.


"Jadi, apa Tuan ingin menebusnya dengan uang seharga ferrari model terbaru?" ledek Gill. Ia yakin jika bos-nya ini masih lah waras. Franklin tak akan membuang uang percuma untuk wanita yang sudah jelas tak lebih berharga dari sepeda ontel usang yang tersimpan lama di gudang.


"Lebih baik kau gunakan uang sebanyak itu untuk mencari Vynnitta-ku!" teriak Oma Elli yang baru saja keluar dari lift di bantu oleh perawatnya.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2