
🌹🌹🌹🌹🌹
Seketika raut wajah Jhonny pucat pasi. Ketika ia melihat kecemburuan dari ekspresi Franklin. Pria membenarkan letak kacamatanya seraya menetralkan degup jantungnya. Franklin masih terus mengawasinya.
𝘊𝘬, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘨𝘶𝘮𝘪 𝘯𝘰𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬𝘭𝘪𝘯.
Sesal Jhonny membatin.
_____
"Oma ikut ya!" seru Elli seraya tergopoh-gopoh mendekati para pekerja yang meletakkan koper ke dalam mobil.
"Jangan, Oma sayang. Perjalanan kita jauh, jalurnya juga lumayan ekstrim. Nanti pinggang Oma bisa sakit," larang Franklin dengan pan dan hati-hati. Ia tidak mau sampai sang oma merasa tersinggung.
"Tapi, Oma mau ketemu dengan Alessia lagi. Semalam bahkan Oma memimpikannya. Gadis kecil itu duduk di pangkuanku sambil bercerita," tutur Elli dengan raut memohon. Ia berharap Franklin mengajaknya.
"Oma sayang, kau harus ingat dengan kesehatanmu. Ini bukanlah perjalanan liburan akan tetapi sebuah perjalanan dengan misi," jelas Franklin dengan satu harapan bahwa sang Oma akan mengerti.
"Apa misimu?" tanya Elli tegas.
" Tentu saja menjemput Vynnitta dan juga memastikan apakah Alessia itu putriku," jawab Franklin.
__ADS_1
"Apa kau yakin dapat membawa Vynnitta kembali? Bagaimana jika ia di sana sudah memiliki keluarga lain?" risau Elli dengan segala keraguan di hatinya.
"Karenanya, Franklin mengatakan bahwa ini adalah sebuah misi. Aku akan menyelidikinya terlebih dahulu. Semoga harapan kita menjadi kenyataan dan aku dapat kembali membawa cintaku ke dalam Mansion ini. Aku mencintainya Oma, bahkan hingga kini. Semoga semesta merestui usahaku kali ini," tutur Franklin dengan wajah berbinar penuh harapan.
"Semoga kau berhasil, Frank. Oma mendukungmu. Raihlah kebahagiaanmu, agar Oma tenang jika suatu saat nanti pergi jauh tak kembali," ucap Elli yang sontak membuat wajah Franklin mengeras.
"Jangan pernah, mengatakan hal seperti ini. Oma masih berumur panjang dan akan menyaksikan kebahagiaanku berkali-kali. Oma akan melihat cicit-cicit mu nanti berlarian di dalam Mansion ini," tukas Franklin dengan mata yang memanas. Ia sangat tidak suka jika Elli mengatakan perihal kepergian selamanya. Pria berahang tegas ini tidak bisa membayangkan jika nanti sang Oma akan pergi meninggalkannya, ia belumlah siap kehilangan kembali.
"Sudahlah, aku berangkat. Oma baik-baiklah di sini. Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku lagi. Oma adalah segalanya untukku. Frank bahkan rela kehilangan cinta sejati demi dirimu," ucap Franklin seraya melabuhkan kecupan dalam di kening sang oma.
Sesaat Elli merasa ada aliran hangat yang menyiram kalbunya. Akan tetapi, juga tersirat penyesalan dan rasa bersalah. Jika bukan karena demi menyelamatkan nyawanya. Franklin tidak akan membiarkan Raisa mengusir Vynnitta di depan matanya. Sekali lagi, ia kembali memendam benci pada Raisa. Namun, Elli segera menepis rasa yang akan menjadi penyakit di hatinya. Ia sadar jika semua yang terjadi karena permainan dari takdir hidup manusia.
Franklin kemudian berangkat, bersama Gill sang asisten dan juga Brandy sahabatnya. Sekalian Brandy ingin meneliti tanaman herbal yang banyak tumbuh di desa itu. Desa yang cantik dan asri. Dengan beberapa air terjun dengan sungai jernih di bawahnya. Juga terdapat padang hamparan bunga warna-warni yang cantik. Serta hutan dengan tumbuhan herbalnya yang melimpah. Akan tetapi hanya orang-orang yang mengertilah yang akan dapat menemukan tanaman tersebut.
Perjalanan yang cukup memakan waktu hampir seharian itu ternyata sangat melelahkan. Ia tidak bisa membayangkan jika Vynnitta dan Alessia yang melewati perjalanan panjang dengan alur yang sedikit sulit ketika mulai memasuki desa. Pantas saja desa ini agak terisolir dari dunia luar. Sehingga keasriannya belum tersentuh oleh tangan-tangan jahil dan kerakusan manusia.
𝘝𝘺𝘯, 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵.
𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘴𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.
𝘒𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘴𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘫𝘶 𝘬𝘦 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
__ADS_1
𝘚𝘦𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘳𝘪𝘬 𝘥𝘦𝘴𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯.
𝘛𝘦𝘳𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘭𝘶𝘳 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳.
𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨.
𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘱 𝘳𝘢𝘤𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘬𝘶 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘢𝘴 𝘥𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘬𝘶.
𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘰𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪, 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯?
Batin Franklin, dengan segala kekagumannya terhadap Vynnitta.
Tak lama kemudian.
Rombongan Franklin telah sampai di muka desa. Mata mereka terperangah ketika di sambut dengan tampilan gapura desa yang indah. Bahkan terdapat banyak burung cenderawasih yang bebas. Menyambut mereka tanpa takut, seakan telah terbiasa menghadapi manusia-manusia bersahabat.
Begitulah, sepanjang jalan menuju rumah kepala desa. Franklin terus menemukan jenis burung yang hampir punah itu berkeliaran bebas. Pantas saja nama desa itu adalah Cenderawasih.
"Selamat datang Tuan Franklin dan juga kawan-kawan semua. Selamat datang di desa kami!" sambut sang kepala desa yang tak lain adalah pria tampan berkharisma dengan perawakan gagahnya.
"Panggil saja, saya Franklin. Anda tidak perlu berlebihan begini dalam menyambut kami," ucap Franklin sungkan terhadap Xilondra sang kepala desa. Pemimpin desa terpencil yang indah nan asri.
__ADS_1
"Silakan, masuk dan beristirahatlah. Semoga kalian merasa nyaman dengan fasilitas desa kami yang apa adanya ini," ujar Xilondra sopan.
Bersambung>>>