
🌹🌹🌹🌹🌹
Apa terjadi antara keduanya membuat kedua mata Maria membola. Bagaimana tidak, jika saat ini tubuh Vynnitta berada di atas raga Franklin dengan posisi bibir Vyn yang mendarat di pipi Franklin.
'Apa yang tengah mereka lakukan? Ini pasti ada yang tidak beres. Mana mungkin keduanya tidak saling kenal. Aku harus bertanya pada pak dokter.' gumam Maria dalam hati. Kemudian ia pun berlalu meninggalkan dua orang yang kini tengah kikuk campur canggung.
"Sampai kapan kamu akan berada di atas ku?" tanya Franklin sambil tersenyum simpul, yang mana langsung membuat kesadaran Vynnitta kembali. Ia pun segera bangkit dan berdiri, lalu Vynnitta menutupi wajah merahnya dengan rambut panjang ke depan.
'Argh! Apa yang aku lakukan! Please, jangan bodoh Vynnitta!' rutuk Vyn dalam hatinya. Ia teramat malu karena harus terpeleset dan terjatuh ke atas tubuh Franklin. Sementara bagi Franklin hal barusan merupakan petaka membawa berkah. Secara tidak langsung, ia kembali dapat merasakan kehangatan dari tubuh wanita yang selama ini ia rindukan.
__ADS_1
"Vyn," panggil Franklin dengan lirih. Ia memberanikan diri untuk menarik tangan Vynnitta, akan tetapi langsung di tarik oleh si empunya.
"Jangan berpikir hal tadi dapat merubah pendirian ku. Sejak awal diantara kita memang tidak ada hubungan apapun. Hanya kejadian pada malam itu, tidak dapat merubah keputusanku. Anggap saja itu adalah perbuatan baikku padamu. Jadi, kau tidak perlu merasa bersalah dan berhutang budi padaku. Sebab, kejadian kala itu tidak membekas apapun dalam hati sekalipun diriku," tutur Vynnitta datar. Bahkan ia berbicara tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. Bukan karena apa, Vynnitta hanya tak sanggup melihat tatapan sendu dari Franklin.
Dirinya yang masih menganggap bahwa Franklin dan juga Raisa masih bersama hingga saat ini. Sebab itu, Vynnitta tak ingin mengganggu hubungan keduanya. Ia pun akan menyembunyikan status Alessia putrinya. Vyn tidak akan rela jika mereka mengambil Ale dari sisinya. Sebab, dalam pikirannya. Franklin mendekatinya hanya untuk mengetahui siapa Alessia sebenarnya.
"Kenapa kau terus mengatakan, jika kejadian pada malam itu tidak membekas apapun. Kau telah menyembuhkan ku Vynnitta. Kau membuat ku seperti hidup dan terlahir kembali. Aku tau ada yang hilang dan tak bisa kembali karena kejadian itu. Selain kekuatanmu juga harta paling berharga milikmu. Aku tidak bisa mengabaikan hal itu Vynnitta," ujar Franklin memaksa Vynnitta berbalik dan menatapnya. Sebab itu Franklin menarik bahu Vynnitta dan mengarahkan tubuh Vyn untuk menghadapnya.
"Ku mohon jangan marah. Dengarkan penjelasan ku," ucap Franklin lembut dan berusaha tenang. Sebab, Vynnitta marah saat ini juga adalah hal yang wajar. Ia telah mengecewakannya, bahkan telah melanggar janji yang ia ucapkan malam itu.
__ADS_1
"Raisa tau jika kita berhubungan pada malam itu. Sehingga membuatnya marah besar dan menyasar emosinya kepada Oma. Ia juga tau rencana ku yang akan menikahi mu. Sebab itu, Raisa meracuni Oma Elli," tutur Franklin perlahan sambil terus memperhatikan raut wajah Vynnitta.
"Apa! Oma Elli keracunan! Lalu, apa yang terjadi setelahnya?" tanya Vynnitta yang berharap Franklin terus melanjutkan ceritanya. Bagaimana pun, Vynnitta harus memberikan kesempatan pada Franklin untuk menjelaskan kejadian empat tahun yang lalu.
"Terimakasih karena telah memberikan ku kesempatan. Percayalah bahwa apa yang akan ku katakan sesungguhnya adalah sebuah kejujuran," ucap Franklin.
Vynnitta pun mengangguk dan mempersilakan Franklin untuk kembali duduk. Sungguh sikap tenang yang menandakan kebijakan dan kedewasaan. Vyn akan mengambil keputusan setelah mendengar cerita dari Franklin.
Ia tidak ingin gegabah, karena ini menyangkut masa depan Alessia. Setidaknya, Vyn dapat mengemukakan alasan siapa Alessia setelah mendengar cerita dari Franklin terlebih dahulu.
__ADS_1
"Vyn, hari itu ...,"
Bersambung>>>