Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Misi Di Mulai


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Sebagai kamuflase Franklin mencoba datang sebagai turis lokal di desa tersebut. Ia beralasan mengetahui keindahan desa Cenderawasih setelah menghadiri seminar. Maka pihaknya langsung menghubungi aparat desa setempat. Alasannya, panorama desa ini akan membantunya menenangkan diri dari hiruk pikuk perkotaan.


Mendengar penjelasan Franklin, Xilondra paham. Karena untuk workaholic, desanya ini memang tujuan yang tepat. Ada beberapa destinasi tempat menenangkan diri. Meskipun membutuhkan cukup kesabaran untuk bisa sampai tujuan. Karena, jalur yang di tempuh cukup menguji mental.


Franklin pun akhirnya tergoda dengan cerita Xilondra mengenai air terjun kekasih. Ia penasaran bagaimana panoramanya. Kenapa juga namanya sangatlah unik.


Dan sinilah Franklin, Gill dan juga Brandy. Bersama dengan guide mereka, menyusuri sungai dangkal berbatu. Meskipun airnya tidaklah dalam, tapi medannya lumayan licin. Entah sudah berapa kali Brandy terjatuh. Hingga dokter tampan itu mengumpat habis-habisan.


"Katanya misi menemukan cinta sejati. Kenapa juga harus masuk hutan dan menyusuri sungai macam rambo begini." Brandy terus bergumam mengeluarkan protesnya. Ia sangat kesal akan kamuflase Franklin. Karena hal itu hanya menambah kesengsaraan nya saja.


Brandy si super bersih karena memang dia tipe pria metroseksual. Selalu menomorsatukan penampilan terbaik. Tentu saja menerobos hutan dan sungai adalah hal yang paling ia hindari seumur hidupnya.


"Kau yang minta ikut! Bukan aku yang mengajakmu! Jadi berhentilah mengeluh atau ku lempar kau ke jurang!" kesal Franklin. Karena telinganya sangat sakit mendengar umpatan Brandy sejak mereka naik dan turun bukit. Sebenarnya kaki Franklin juga sudah cenat-cenut. Akan tetapi mau bagaimana lagi, toh ini perjuangannya.

__ADS_1


Apalagi ketika Franklin mendapat informasi bahwa, Vynnitta atau lebih di kenal sebagai Erriana Saga. Sering naik ke tebing ini di awal purnama. Untuk mencari tanaman langka yang tumbuh hanya setiap bulan purnama.


"Berani kau mengatakan itu pada kawanmu ini Frank! Sini kau!" Brandi menarik ujung jaket Franklin akan tetapi kaki Franklin yang menjejak kokoh di dalam air tak bergeming. Ia justru menepis kuat cekalan dari Brandy, lalu menghempas kuat hingga kawannya itulah yang terjerembab ke dalam sungai.


Byuurrr!


Brandy yang memang sudah goyah tak ayal lagi sukses mandi basah di tengah sungai. Untung saja airnya mengalir dan sangatlah jernih.


"Sial kau Franklin!" maki Brandy, seraya memeras rambut silver nya yang lepek.


"Kalau mau berenang bilang saja, tidak usah malu-malu segala Pak Dokter," ledek Gillete, si asisten selengean itu.


"Kalian ini, sudah cukup main-mainnya!" sarkas Franklin. Kembali ke mode awal setelah tawanya berhenti.


"Dasar kawan--" umpatan Brandy terpotong karena tatapan tajam dari Franklin.

__ADS_1


"Sudahlah, siapa tau nanti ketemu jodoh di sini," ucap Gill seraya membantu Brandy untuk berdiri.


"Aih, kau benar Gill. Kata nyonya Prita pun demikian. Kenapa aku tidak ingat ya." Mendengar kalimat yang diutarakan oleh Gillete membuat Brandy kembali bersemangat.


'Dasar perjaka tua. Dengar banyak perawan cantik langsung semangat.' Batin Gill lucu.


Beberapa waktu kemudian mereka pun sampai di puncak bukit. Sontak mata ketiganya terbelalak menyaksikan panorama yang berada didepan pandangan mereka. Sungguh terbayar perjuangannya mendaki gunung lewati lembah dan menyeberangi sungai yang mengalir indah.


Ketika visual mendapati keindahan nyata, sebuah air terjun dengan dua mata airnya yang jernih dan mengalir seiras. Ketiganya pun dengan semangat menuruni bukit demi mencapai lembah yang terdapat sungai di bawah air terjun tersebut.


Namun, ternyata ada yang lebih menyita perhatian dari seorang Franklin. Tatkala pandangan dari kedua mata tajamnya menangkap satu sosok yang menjadi pokok dari mission not impossible-nya ini.


'Tak kusangka. Akan melihatmu lagi secepat ini Vynnitta. Semoga kau tidak kaget melihat diriku yang berada di hadapan mu saat ini.' Batin Franklin bersorak. Bahkan ingin rasanya ia berjingkrak sambil berteriak macam anak kecil yang baru saja mendapat hadiah.


"Purnama kali ini, kita mendapat jamur ini lebih banyak Kak," celetuk Maria. Ia asik memetik tanaman jamur langka itu lalu meletakkannya di tas anyaman pandan yang digendong di punggungnya. Sementara itu, Vynnitta terlihat melamun sambil berjongkok.

__ADS_1


'Franklin, cepat atau lambat pasti akan menemukan desa ini. Pada saat itu tiba, apakah aku akan siap menghadapinya?' Batin Vynnitta.


Bersambung>>>


__ADS_2