
🌹🌹🌹🌹🌹
Pada akhirnya Citra berhasil membawa Raisa ke tempatnya. Citra menggunakan pria bayarannya untuk mengerjai Raisa. Hingga pada suatu pagi wanita yang tengah hamil muda itu merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuhnya terutama pada bagian Miss Veronica nya.
"Di mana aku berada sekarang? Ini tidak seperti hotel. Bukankah semalam pria itu membawa ku ke hotel?" Raisa dengan segala kebingungannya memutar matanya mengelilingi ruangan tersebut. Memindai apapun yang dapat memberikan informasi ke dalam otaknya agar ia dapat berpikir apa yang telah terjadi padanya semalam.
" Kenapa bagian bawahku sangatlah sakit Bahkan aku tidak bisa menggerakkan kedua kakiku?" Raisa merintih dan meringis rasakan sesuatu yang mencengkeram di bagian bawah perutnya.
" Anak ini, kenapa dia kuat sekali? Kenapa tidak keluar dan mati saja sekalian! Jangan menyiksaku dengan rasa sakit ini, sialan!" Raisa mengumpat sambil menekan perutnya kencang. Keringat dingin telah bercucuran di area pelipisnya.
"Aku ... tidak sudi mengandung benih keturunan dari keluarga Bou di dalam tubuhku." Raisa mencengkram ujung sprei menahan kram. Ia merasakan bawah perutnya kini seakan diremas dengan sangat kuat.
"Ah, aku ingat Semalam aku bertemu dengan--" Raisa menghentikan gumaman-nya ketika ia mendengar suara kunci yang masuk kelubang pintu.
KLEKK.
__ADS_1
"Citra!" Raisa membulatkan kedua matanya. Dengan dada yang turun naik menahan kesal. Ternyata benar ingatannya semalam, bahwa ia melihat sepupu tak tau dirinya itu.
Citra menatap remeh ke arah Raisa seraya menyilang kan kedua tangannya ke depan dada. Ia juga menyandarkan punggungnya ke pinggiran kusen pintu.
"Gimana semalam pestanya? Seru gak?" tanya Citra dengan seringai mengejeknya.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, Citra!" pekik Raisa geram. Ia ingin turun dan mencakar wajah mengesalkan dari sepupunya itu tapi apalah daya seluruh tulangnya terasa remuk. Bahkan ia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi padanya semalam.
"Masa kau tidak ingat? Apa perlu ku tunjukkan rekamannya padamu?" tanya Citra meledek. Membuat amarah Raisa semakin mendidih.
"Kurang ajar kau Citra! Mau memanfaatkan ku di saat lengah. Lagipula, sejak kapan kau ada di kota ini!" teriak Raisa dari atas kasur. Betapa nampak lemah dirinya kini. Bahkan ia belum berpakaian dengan benar. Hanya selembar selimut usang yang ia lilitkan untuk menutupi tubuhnya. Raisa benar-benar telah direndahkan dengan sangat hina oleh saudara sepupunya itu.
Di dalam Vidio tersebut, nampak Raisa begitu menikmati cumbuan dari dua orang pria yang tengah menjamah tubuhnya secara bersamaan. Tergambar di sana, seakan-akan bahwa Raisa pelaku asusila yang memiliki kelainan **** yang menyimpang.
Raisa menahan amarah luar biasa, nampak dari dadanya yang turun naik. Bahkan ia tak sanggup melihat vidio itu sampai akhir. Sampai sini saja ia telah paham, apa penyebab sakit yang dirasakan pada selangkangannya.
__ADS_1
"Gimana Kak. Keren kan karyaku? Kau pasti akan lebih terkenal jika aku upload vidio itu sekarang." Citra terkekeh melihat raut wajah Raisa yang merah padam, hingga selimut yang menggulung tubuhnya di remas kuat.
PRAKK!
Raisa melempar ponsel itu hingga menabrak dinding. Akan tetapi Citra justru tergelak kencang.
"Marah ya? Gak terima? Karena sekarang Kakak ada dibawah kuasaku?" sarkas Citra menyindir keadaan Raisa yang tak mampu melawannya. Bahkan untuk turun dari atas tempat tidur saja takkan sanggup.
"Pengecut! Kau mengerjai ku di saat aku mabuk!" tuding Raisa dengan amarah yang membakar dadanya.
"Hegh! Itu namanya cerdik Kak. Tapi, terserah apa katamu lah. Satu hal yang pasti, aku telah mampu melumpuhkan mu. Aku dapat mengupload vidio-vidio tersebut kapan saja. Lalu dalam sekejap kau akan semakin terkenal." Ancaman dari Citra tersebut sontak membuat hati Raisa bergetar takut. Ia yang notabene seorang artis selebgram khawatir, karena pastinya ia akan mendapat hujatan masal dari netizen.
"Kurang ajar kau Citra! Dasar payah! Hanya bisa melawanku dengan cara menjebak. Kau, memang tak memiliki kemampuan apapun selain mengemis!" hardik Raisa marah, ia bahkan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk berteriak. Seandainya tak begini keadaanya saat ini. Sudah pasti dirinya akan menghampiri Citra, lalu mencekik batang leher sepupunya itu hingga patah.
"Dasar jalaang!"
__ADS_1
PLAKK!
Bersambung>>>