
🌹🌹🌹🌹🌹
"Enak banget cilok kuahnya ...," ungkap Vyn seraya menyusut mangkuk berkuah merah itu langsung dengan mulutnya. Setelahnya ia mengusap perutnya yang bundar itu.
"Uh, keturutan ya udah. Di beliin tuh sama calon--"
"Ssttt ...!" Vyn memotong ucapan Maria dengan kode telunjuk di depan bibirnya. Jangan lupakan matanya yang melotot pada sahabat sekaligus asistennya itu.
"Upss, sorry!" Mendapat kode yang mengandung ancaman itu, sontak membuat Maria menutup mulutnya rapat.
"Paman Xilo sangat baik. Kelak jika kau sudah terlahir nanti dan besar nanti. Hormatilah dan sayangi dia ya sayang," ucap Vyn sambil mengelus perut, seolah ia tengah berbicara dengan bayinya.
"Hanya Paman?" telisik Maria dengan kedua alisnya yang terangkat.
"Untuk saat ini, iya." Vyn tersenyum seraya bangun dari duduknya.
"Sini, Kak. Biar aku yang mencucinya." Maria pun mengambil alih peralatan makan mereka yang telah kotor. Lalu membiarkan Vyn kembali duduk.
Vyn menerawang menela'ah kalimatnya barusan. Setidaknya ia tak ingin mendahului takdir untuk mengatakan tidak selamanya. Karena hati dan perasaannya mudah berubah. Dalam waktu sesaat benci bisa menjadi cinta begitupun sebaliknya. Apalagi dirinya yang perlahan mulai mengagumi segala kebaikan juga kesopanan Xilondra. Belum lagi sang ibu yang juga telah memberi kode padanya. Hanya saja wanita anggun itu tidak ingin melangkah mendahului putranya.
__ADS_1
Sungguh dalam pandangannya, pesona Xilondra menjanjikan sederet kebahagiaan. Kenyamanan serta ketentraman bagi dirinya dan juga bayinya kelak. Tentu, masa depan anaknya akan cerah, terjamin serta terlindungi.
Namun begitu, Vynnitta tak berani mengiyakan. Ia merasa jahat jika menerima pria sebaik Xilondra bukan karena rasa cinta dari hatinya. Ia tak mau di anggap hanya memanfaatkan kebaikan dan juga rasa cinta Xilondra padanya.
Vyn, ragu. Apakah hatinya masih bisa mencintai orang lain. Vyn gamang dan takut jika nantinya tak mampu membalas cinta yang di berikan Xilondra padanya.
"Kak!" Panggilan dari Maria membuat Vynnitta sontak kembali ke planet bumi.
"Hayo ... lagi mikirin siapa?" goda Maria. Akan tetapi Vyn hanya menggeleng sambil mengulum senyumnya.
"Hayo deh ngaku! Pasti lagi mikirin Pak Kades kan? Iya kan?" cecar Maria membuat Vynnitta justru terkekeh di buatnya.
"Kamu lucu Maria. Kenapa gemes banget sih sama dia? Apa jangan-jangan kamu suka ya ? Ayo deh ngaku ...?" Vyn pun membalas godaan Maria padanya. Membuat gadis berkulit putih susu itu mengerucutkan bibirnya lucu.
"Iya, aku tuh suka banget ka--"
"Nah, kan ...! Kamu ternyata suka. Kenapa tidak mengatakannya sejak awal. Xilondra lagi cari istri tuh," bisik Vyn sambil menyenggol bahu Maria.
"Ih, Kak Vyn! Aku ngomong jangan di potong aja kayak gitu ...!" pekik Maria gemas.
__ADS_1
"Aku tuh suka kalau Pak Kades jadi suami Kak Vynnitta. Kalian itu pasangan yang serasi," ucap Maria dengan nada gemas tak tertahankan.
Vymnitta menanggapinya dengan terkekeh kecil. "Kamu tuh ngaco aja sih Maria. Kalau aku jadi istrinya, hmmm. Bisa-bisa aku di demo sama dua puluh satu perawan yang sudah di tolak lamarannya," ungkap Vynnitta masih dengan kekehan kecil di sela ucapannya.
"Kenapa di demo Kak? Mereka iri gitu? Mana bisa begitu?"
"Pasangan Pak Kades itu harus juga berjiwa sosial tinggi dan berintegritas terhadap lingkungan. Bukan hanya cantik tapi juga harus smart dan dewasa pemikirannya. Semua kriteria itu ada di Kak Vynnitta," tutur Maria menggebu.
"Kamu berlebihan Maria. Kamu belum mengenalku sebelum ini. Jika kau tau, tentu tidak akan mendukungku seperti ini." Vynnitta beranjak dari duduknya untuk menutup gorden dan jendela. Karena hari sudah merambat senja.
"Aku melihatmu yang sekarang Kak, dan aku mendukungmu. Aku ingin Kak Vynnitta menerima jika Pak Kades nanti melamar mu menjadi istrinya Upss!" Maria segera membungkam mulutnya dengan mata membola.
______
"Uhukkk ...!"
"Franklin, pelan-pelan makan rujaknya. Apakah Oma membuatnya terlalu pedas?" tanya Elli khawatir melihat wajah Franklin yang memerah.
"Tidak Oma. Aku seketika teringat akan Vynnitta. Kapan aku bisa bertemu dengannya?" lirih Franklin dengan raut wajahnya yang sendu.
__ADS_1
Bersambung>>>