Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Pertanggung-jawaban.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Selain telah memukuli wajah berhargaku ini, kau juga menendang ku dengan sangat kencang. Membuatku tak enak makan sejak kemarin malam. Jadi, tunjukkanlah rasa tanggung jawab mu sebagai duta cantik dari desa yang juga sangat cantik," tutur Franklin menyelipkan niat terselubung di balik tuntutannya.


'Apa-apaan dia? Ku lihat dia baik-baik saja. Bahkan tidak ada lecet sedikitpun di wajahnya. Kenapa berlebihan sekali!' Batin Vyn kesal.


" Maaf Tuan hantu! Bukan hanya Nona Saga yang menyerang anda. Saya juga ikut andil di dalamnya. Jika anda ingin menuntut pertanggung jawaban, maka itu termasuk juga dengan saya. Saya berjanji akan bertanggung jawab." Maria berkata dengan tegas dan berani seraya menundukkan kepalanya.


Perhatian Brandy sontak beralih pada asisten dari Vynnitta tersebut. Sesaat kedua mata dokter gemulai itu tak berpindah fokus. Ia memindai sosok yang menarik perhatiannya ini. Hingga sebuah senyum tipis tercetak di wajah tampannya. Brandy pun memainkan ujung rambut panjangnya yang sengaja di gerai itu.


"Maria!" bisik Vyn karena asistennya itu telah memperkeruh keadaan.

__ADS_1


"Siapa yang kau panggil tuan hantu! Aku punya nama!" protes Franklin geram. Sedangkan dua kawannya sedang asik menertawakannya.


"Ah, kenapa anda marah? Bukan kah saat itu anda sendiri yang mengatakan bahwa anda adalah hantu yang tampan. Hantu yang sedang mencari kekasihnya yang hilang. Anda tak ingatkah?" cecar Maria membuat wajah Franklin semakin merah padam.


Sementara Xilondra tengah memijat pelipisnya, lantaran melihat aksi dari salah satu warganya itu. Seandainya Maria tau dengan siapa tengah berhadapan saat ini.


"Sudah, hentikan ocehanmu," bisik Vyn seraya menarik Maria untuk duduk kembali.


"Lihatlah, Pak kepala desa yang terhormat. Inikah attitude dan keramah-tamahan dari desa ini kepada tamunya?" protes Franklin berharap Xilondra membantunya. Karena malunya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia tak berpikir jika bidikannya kepada Vynnitta di dengar juga oleh Maria.


"Diam kau!" geram Franklin dengan geraham yang beradu. Menyesal sungguh ia mengajak dua orang ini. Karena hanya bisa tertawa di atas deritanya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan Franklin. Saya sebagai kepala desa mewakili para warga saya ini untuk memohon maaf pada anda. Maklumi ketidaktahuan mereka, karena memang sempat beredar cerita jika di bukit tersebut ada penunggunya. Semoga anda paham maksud saya," ucap Xilondra dengan tetap tenang. Sungguh aura pemimpin yang arif dan bijaksana telah teramat melekat padanya.


"Saya tetap akan mempertanggungjawabkan perbuatan itu, walaupun memang terjadi atas kesalahpahaman. Ini semua murni kesalahan saya seorang, jadi anda tidak perlu membawa nama desa kami. Katakan saja apa yang harus saya lakukan," ucap Vynnitta tegas, seraya menatap tajam dan berani kearah Franklin.


Vyn tau dan sangat sadar. Bahwa pria di hadapannya ini hanya mengincar dirinya. Franklin pasti tengah merencanakan sesuatu padanya, begitulah pikiran buruk Vynnitta terhadap sosok pria yang notabene adalah ayah biologis dari Alessia, putrinya.


'Apa kau tengah menciptakan permainan untuk menjebak ku? Baiklah, aku akan mengikuti rencana mu. Tapi jangan pernah berpikir untuk menargetkan Alessia ku. Karena putriku, hanya milikku selamanya.' Batin Vynnitta dengan segala pemikirannya seraya tak lepas menatap setajam silet kepada pria yang tengah menyeringai tipis padanya itu.


'Berhasil. Ternyata aku bisa membuatmu kembali menatapku Vynnitta. Meskipun tatapan yang ku terima seperti di awal pertemuan kita dulu. Baiklah, aku akan mengulang lagi semuanya dari awal. Aku akan mencari cara untuk dapat berbicara berdua denganmu.' Batin Franklin yang bersorak dalam hatinya. Karena langkahnya untuk mendekati Vynnitta menjadi lebih mudah karena insiden hari itu.


'Kalian, hubungan seperti apa yang pernah terjadi sebelumnya? Kenapa Vynnitta menatap pria itu dengan penuh emosi. Sedangkan Franklin, menatap Vynnitta dengan penuh kerinduan. Apa hubungan kalian sebenarnya?' Batin Xilondra dengan segala kerisauannya.

__ADS_1


"Nona Saga! Anda undang saja dia makan malam!" celetuk Brandy.


Bersambung>>>


__ADS_2