Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Ancaman Oma Elli


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Vyโ€“Vynnitta." Franklin tergagap mendapat pertanyaan mendadak dari Elli.


"Iya, Vyn. Pelayan kesayangan Oma. Pelayan pribadimu. Kemana dia? Kenapa Oma tak melihatnya semenjak pulang ke Mansion ini?" tanya Elli penuh selidik.


"Itu, Vyn ... dia di usir oleh Raisa." Franklin berkata lemah. Ia malu terhadap sang Oma. Bagaimanapun Elli yang telah membawa Vynnitta kedalam Mansion ini.


" Keterlaluan! Kenapa Rai mengusir pelayan terbaik Oma!" Elli marah dan tak terima. Ia yang mengetahui segala permasalahan Vynnitta. Merasa bertanggung jawab terhadap gadis itu.


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜–๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช.


๐˜Œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜–๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ...


๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข .


๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜™๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข.


Batin Franklin dengan segala penyesalannya.


"Panggil lagi dia kesini! Siapapun tak berhak mengusir Vyn! Oma yang membawa gadis itu ke dalam Mansion!" tegas Elli menatap Franklin tajam.


๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜–๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

__ADS_1


"Maafkan Franklin, Oma. Aku, tidak dapat memanggilnya lagi kesini," ucap Franklin lirih. Ia bahkan tak berani mengangkat wajahnya, takut ketika melihat raut kecewa Elli.


"Kenapa tidak bisa? Kalau begitu, antar Oma ke tempat Vyn berada!" titah Oma tegas tak mau di bantah.


Namun, Franklin memberanikan dirinya. Apapun yang terjadi sudah menjadi konsekuensinya. Ia lelaki, maka harus berani mengatakan yang sebenarnya.


"Aku, bahkan tidak tau Vyn pergi kemana Oma."


"Apa!" Oma Elli sontak berdiri, menampilkan raut wajah kaget juga tak terima.


"Oma, ku mohon jangan marah. Dengar dulu penjelasan Frank, Oma."


"Cepat katakan apa alasanmu Franklin Marquise!" Oma Elli benar-benar marah. Karenanya ia memanggil Franklin berikut nama lengkapnya.


"Begini, Oma. Kala itu anak buahku di hadang orang suruhan Raisa. Mereka kehilangan jejak Vynnitta. Sepertinya gadis itu pergi menggunakan kendaraan darat. Karenanya, kala itu tim ku kesulitan melacaknya," jelas Franklin dengan alasan yang nyata. Ia memang telah membuat tim untuk melacak Vyn. Hanya saja kasus penculikan Elli membuatnya tak fokus memikirkan Vynnitta.


๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ต๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


"Oh, Franklin. kenapa bisa terjadi seperti ini? Kenapa kau tidak bisa membela gadis itu. Kau bahkan banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu mengurus mu ketika Raisa melupakanmu demi pekerjaannya," ujar Elli mengembalikan seketika ingatan Franklin.


Ketika awal kedatangan gadis itu ke Mansion. Bagaimana perlakuan dirinya terhadap Vynnitta. Tetap saja Vyn, tulus dalam mengurusnya. Bahkan, ternyata Vyn menyimpan perasaan padanya. Hal itu semakin membuat Franklin tenggelam dalam penyesalan.


"Dimana kau Vyn. Oma merindukanmu." Gumam Elli, seraya menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Wanita tua itu membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Elli menangisi kepergian Vyn serta ketidak jelasan keadaan gadis itu.


"Oma ...,"

__ADS_1


"Aku pasti akan menemukannya." Franklin berucap dengan yakin. Padahal tak ada sedikit pun jejak yang terlihat.


"Kau menemukannya Frank. Atau Oma tak mau lagi berbicara padamu!" Elli bangkit berdiri, lalu berlalu ke atas. Diikuti seorang perawat yang menuntunnya.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ. ๐˜–๐˜ฎ๐˜ข ...


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ.


๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


๐˜’๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ- ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜–๐˜ฎ๐˜ข.


๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ค๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


______


"Uhukkk!"


"Pelan-pelan Kak. Buburnya masih agak panas memang. Tapi, percayalah. Setelah makan bubur buatan ibu, Kakak pasti akan membaik," ucap Maria dengan senyum manisnya seperti biasa.


"Terimakasih. Bubur buatan ibumu sangatlah enak. Aku bahkan tak sabaran memakannya," jelas Vynnitta kemudian terkekeh.


"Umpttt." Seketika Vynnitta membekap mulutnya, kala ia merasakan gejolak yang berasal dari perutnya. Sontak ia pun berlari ke kamar mandi.


"HUWERRKK!!"


"Kasian, Kak Vyn. Seharusnya ada suami siaga yang mengurusnya."

__ADS_1


Berssmbung>>>>


__ADS_2