Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Ternyata Bukan Hantu.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Vyn. Bagaimana kau bisa mengira jika manusia adalah hantu. Dia bahkan hanya ingin menyapamu. Ia senang dapat berjumpa dengan duta dari desa ini. Tapi kau malah meneriakinya lalu menendangnya hingga ia jatuh ke tanah," ujar Xilondra sambil menahan tawanya. Karena baginya cerita ini lucu. Mungkin jika ia menyaksikan sendiri akan membuat nya terpingkal hingga menangis. Tak ada ke khawatiran sedikit pun di dalam hati Xilondra. Baginya setiap tindakan Vynnitta menggemaskan.


"Aku ... aku pikir dia hantu yang ingin menggangguku dan Maria. Dia bernapas di belakang tengkukku, dia juga mengatakan jika dirinya adalah hantu tampan. Bagaimana tidak aku--" Vyn tidak meneruskan lagi kalimatnya. Ketika ia sadar telah melakukan hal bodoh dan juga memalukan.


"Maafkan aku." Vyn membungkukkan tubuhnya di hadapan Xilondra.


" Hei, sudahlah. Sudah ku katakan jika kau tidak perlu khawatir. Ini hanya kesalahpahaman yang pasti bisa di luruskan dengan bicara baik-baik. Karenanya, aku ingin kau datang ke rumah sore nanti. Kau boleh mengajak si cantik, ibu kangen katanya." Xilondra berkata dengan tetap menempatkan senyum di wajahnya. Ia tidak ingin membuat Vyn takut.


"Jangan khawatir, semua pasti akan baik-baik saja," ucap Xilondra lagi.


"Baiklah aku akan datang," ucap Vyn dengan segenap perasaan tak enak hati. Ah, ia pasti sudah membuat Xilondra sangat malu.


_____


"Jadi benar jika yang kita pukuli itu bukan hantu!" Maria memekik sambil memegangi kedua pipinya.

__ADS_1


" Bagaimana ini ... aku malu sekali pada Xilondra. Bagaimana jika pria itu tidak akan memaafkan ku?" Vyn meletakkan kepalanya di atas meja dengan tangan menjulur ke depan. Ia lesu sekali. Baru kali ini dirinya tidak sanggup menemui orang.


"Sudahlah Kak. Tenang saja. Aku akan menemanimu. Lagipula kan kita berdua yang memukulinya. Aku juga akan meminta maaf pada pria itu," ucap Maria lantang dan percaya diri.


" Terima kasih Maria. Kau membuat keberanian ku muncul kembali. Kau adalah asisten, sahabat dan adik terbaik." Vyn seketika berdiri, kemudian memeluk Maria yang kini terkekeh kecil.


"Ayo kita kesana sekarang. Jangan biarkan tuan hantu menunggu terlalu lama," kelakar Maria yang otomatis mendapat jitakan dari Vynnitta.


" Alessia, ayo sayang. Nek Prita pasti sudah menunggumu!" panggil Vynnitta pada putrinya yang masih saja sibuk di depan cermin kamarnya.


" Baik Mommy." Gadis kecil itu pun segera berlari menghampiri Vynnitta dan meraih uluran tangannya.


"Sudah sayang. Ale selalu cantik setiap hari," puji Vyn yang sontak membuat Alessia tersenyum senang.


Gadis kecil itu selalu ingin tampil sempurna ketika bertemu dengan orang lain. Apalagi orang itu adalah Nek Prita, ibu dari Xilondra yang sangat menyayangi Alessia. Selalu membacakan cerita untuknya. Terutama kisah tentang desa Cenderawasih ini.


Prita juga tidak segan menjadi objek dari model lukisan Alessia. Prita tidak pernah keberatan jika Alessia menyuruhnya bergaya ini dan itu. Justru ia merasa terhibur dengan kehadiran Alessia.

__ADS_1


Sesampainya di rumah kepala desa, ternyata ketiganya di sambut oleh Prita di pintu utama.


"Ale sayang ...!" Prita merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan gadis kecil menggemaskan yang selalu menjadi penghiburnya itu.


"Nek Prita cantik!" sapa Alessia dengan pekikan renyah khas anak seusianya.


"Ale juga cantik banget sore ini. Siap nih yang menghias rambutnya jadi begini. Seperti telinga koala?" tanya Prita seraya menyentuh dua gelungan rambut Alessia.


" Ini hasil stylist dari Aunty Maria, Nek. Lucu kan," jawab Alessia dengan gaya centil bak model cilik.


" Sangat lucu dan menggemaskan. Nenek jadi ingin memakan mu sampai habis tak bersisa." Prita pun menduselkan hidungnya ke seluruh area wajah Alessia, kemudian menciumi gemas gadis kecil itu hingga Ale terpingkal kegelian.


"Ibu, kenapa tamu tidak di suruh masuk." Xilondra yang tiba-tiba muncul karena mendengar tawa renyah cekikikan nya Alessia. Gadis kecil yang ia panggil si cantik.


Ternyata tawa Alessia bukan hanya mengundang kedatangan Xilondra, ada sesosok pria gagah yang juga datang karena merasa mengenal tawa itu.


"Vynnitta ... Alessia ...," gumam Franklin pelan.

__ADS_1


Sementara kedua pria di sampingnya melongo tak percaya dengan penglihatan mereka. Kala tatapan mereka tertumpu pada bocah kecil yang begitu menggemaskan.


Bersambung>>>>


__ADS_2