
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sshhh!' Franklin mengusap-usap Telinganya yang berdengung. Apakah ini pertanda ada yang tengah membicarakan dirinya? Tapi siapa? Franklin hanya bisa menduga-duga. Ia berharap jika Vyn-lah yang telah menyebut-nyebut namanya.
𝘝𝘺𝘯, 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶.
𝘐𝘫𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘣𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶.
𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘤𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶.
𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪, 𝘳𝘢𝘤𝘶𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶.
𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶, 𝘝𝘺𝘯𝘯𝘪𝘵𝘵𝘢.
𝘋𝘦𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘮𝘶.
𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
Franklin, terlihat memberi remasan kuat pada rambutnya. Ia terlihat nampak semakin galau dan resah. Memiliki istri tapi hanya membuatnya emosi kala dekat. Bahkan Raisa seakan sengaja makan aneka jajanan yang dapat mempengaruhi kesehatan janin. Wanita itu masa bodoh. Tak ada agenda mual muntah. Justru kehamilannya sehat dan kuat, membuat dirinya semakin kesal.
Sangat berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh Vynnitta. Di mana wanita hamil itu kini berada di desa terpencil. Vynnitta, bahkan tak mampu menelan sesuap makanan pun. Ia akan memuntahkan semua isi perut ketika ada makanan yang masuk ke mulutnya.
__ADS_1
Ketika tubuhnya tidak lemas Vynnitta akan berjalan-jalan ke pinggiran hutan demi mencari beberapa tumbuhan herbal. Dirinya yang dulu ketika beberapa tahun lalu pernah tersesat di hutan. Akibat sebuah konspirasi yang di lakukan oleh sang mama tiri. Bahkan, Vyn sampai di gigit oleh hewan berbiasa dan tak sadarkan diri selama empat belas hari. Dewa penyelamatnya adalah seorang nenek tua yang memiliki gubuk di tengah hutan.
Dari wanita tua itulah Vyn belajar tentang obat-obatan alami yang berasal dari tumbuhan akar dan juga biji-bijian. Ketika sampai di desa ini ia melihat banyak sekali tumbuhan dan akar yang bisa digunakan sebagai obat. Vynnitta,juga berencana akan meracik vitamin yang dapat mengurangi rasa mual pada kehamilannya ini.
Berhubung gedung kesehatan sangatlah jauh dari tempat ini, maka Vynnitta menggunakan keahlian serta ilmu yang ia miliki untuk dapat meracik obat-obatan sendiri. Siapa tahu obat herbal racikannya bisa berguna untuk dirinya dan juga orang di sekitar tempat tinggalnya.
Karena pada tetangganya adalah orang-orang yang baik dan penuh perhatian. Mereka tidak bertanya macam-macam tentang keadaan Vyn yang saat ini mereka tahu dalam keadaan hamil tanpa suami. Meskipun dirinya harus berbohong dan mengarang cerita agar anaknya nanti tidak dikucilkan atau dipandang remeh.
"Kakak sangat tegar sekali," ucap Maria. Ia nampak tengah membantu Vyn memetik tanaman obat di kebun sang ibu.
Vyn hanya menoleh lalu tersenyum sekilas. Tangannya kembali cekatan memetik apa saja tumbuhan yang dapat di jadikan obat herbal. Inilah kesibukan Vynnitta di sela-sela kehamilannya. Ia menggunakan uang yang ia miliki untuk membeli perlengkapan meracik dan menyimpan obat-obatan.
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢.
𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘶, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.
𝘈𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳.
𝘔𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨.
𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯𝘬𝘶.
__ADS_1
𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘣𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪, 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵.
𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢.
𝘒𝘶 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢.
Vynnitta, menyeka kasar kristal bening yang mengalir tanpa ijin. Sebelum Maria melihat betapa sungguh ia teramat rapuh nyatanya.
"Sudahlah Maria. Hidup itu harus melangkah ke depan. Untuk mencapai tujuan demi meraih kebahagiaan. Ciptakan kebahagiaanmu sendiri, jangan berharap datang dari orang lain. Maka kau tidak akan kecewa." Vynnitta berbicara seraya memasang senyumnya. Maria lega, karen a raut wajah Vyn tak sepucat kemarin.
"Sekarang, temani aku ke pasar ya. Selagi tubuh ini bersahabat," ucap Vynnitta yang kemudian diangguki cepat oleh Maria.
"Kalau lagi begini, Kakak gak terlihat seperti wanita hamil," tawa Maria. Ia pun mendapat cubitan gemas dari Vynnitta. Mereka terus bercanda sepanjang jalan. Tiba-tiba ....
CKIITT ...
Sebuah motor berhenti tepat di depan kedua wanita yang tengah tertawa ini. Pengendara tersebut membuka helm full-face yang menutupi kepalanya.
"Jadi, kau yang bernama Vynnitta?"
Bersambung>>>
__ADS_1