
🌹🌹🌹🌹🌹
𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘯𝘨𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯.
"Aku telah menyewa Klan Yakuza, terimakasih atas tawaranmu. Sahabatku." Franklin menolak bantuan dari Arjuna. Karena kali ini ia tak ingin menyusahkan sahabatnya di negara I.
𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘈𝘭𝘦𝘹 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶𝘢𝘯! 𝘉𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢.
"Tak perlu Arjuna. Jika aku membutuhkan bantuanmu. Aku pasti akan mengatakannya."
𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘮𝘶 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪. 𝘏𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯𝘱𝘶𝘯. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘬𝘦!
"Thanks My Brother!" Franklin memasukkan ponselnya ke saku setelah memutuskan panggilannya.
"Satu-nya sangat care dan baik. Satu-nya lagi sangatlah jahat. Kenapa kau seperti ini Lex. Setan apa yang merasuki mu?" gumam Franklin dalam kebingungannya akan sikap Alex yang berubah 360 derajat.
__ADS_1
"Tuan. Kami sudah siap. Lokasi telah terkunci." Jhonny yang telah di tunjuk Franklin sebagai pemimpin operasi penyelamatan oma Elli. Telah menyatakan kesiapan pasukan kepada Franklin.
"Kita tunggu dini hari. Baru menyerang markas mereka," ucap Franklin mengatakan strateginya.
"Baik Tuan. Salah satu informan kiriman saya telah mengirim koordinat lokasi serta perkiraan dari jumlah musuh," lapor Jhonny kembali.
"Aku telah mengecoh Alex. Mengirim sekian jumlah uang melalui beberapa transaksi. Biarlah rugi sedikit, asalkan aku dapat menyelamatkan oma serta menghabisinya." Franklin berbicara sambil menahan emosi. Terlihat dari suara gerahamnya yang saling beradu.
Di tempat lain di waktu yang sama.
"Bos! Anak buah saya menemukan penyusup. Akan tetapi pria itu berhasil kabur. Kami hanya menemukan ini." Salah satu anak buah Alex yang merupakan gangster bayarannya itu melaporkan hal yang membuat kedua tangan Alex mengepal. Hingga buku-buku jarinya memutih.
"Franklin sialan. Pasti dia yang telah mengirim salah satu anggota klan pembunuh bayaran itu sebagai mata-mata. Kalian bersiaplah. Bangunkan pasukan yang tertidur!" titah Alex dengan rahang mengeras.
"Bos! Kita mendapat serangan dari Klan Yakuza. Setau kami, mereka bersembunyi di daerah perbukitan sebelah timur." Anak buah Alex datang tergopoh-gopoh. Karena di luar sana teman-temannya tengah mendapat serangan dadakan. Mereka sangat kewalahan. Karena Klan Yakuza menggunakan senjata canggih.
__ADS_1
"Franklin sudah benar-benar gila. Ia rela mengeluarkan harta begitu banyak demi menyewa Yakuza untuk menghabisi ku." Alex mulai gentar. Ia merasakan lututnya gemetar. Karena pasukan bayarannya tak sebanding dengan pasukan yang dikerahkan oleh Franklin.
Di luar sana.
Para pasukan Yakuza menyerang anggota gangster bayaran Alex dengan membabi buta. Pasukan yang rata-rata memiliki tato di sekujur tubuhnya itu, seakan tak memiliki rasa takut. Mereka menyerang dengan brutal dan juga sadis.
Pasukan gangster bayaran yang membekingi Alex, memiliki senjata yang kurang lengkap. Pasukan gangster tersebut juga kalah jumlah. Mereka kena mental dengan tampang para anggota Yakuza yang lebih kejam dan bengis dari mereka.
"Jhonny. Kenapa kita hanya melihat saja dari sini?" tanya Franklin heran dan geram karena ia dilarang ikut menyerang oleh Jhonny.
"Kita hanya akan mengacaukan rencana mereka Tuan. Klan Yakuza tidak suka di recoki. Atau kita akan ikut terbunuh di sana. Anda bisa lihat kan? Betapa beringas dan kejamnya mereka," terang Jhonny membuat Franklin bungkam. Ia kembali memasang matanya untuk memantau keadaan di depan sana saat ini. Ia khawatir akan keadaan oma Elli.
"Hei Nyonya tua! Sebaiknya kau ke neraka sana!" Alex menodongkan senjata api pada Elli yang tengah melihatnya dengan syok.
Bersambung>>>
__ADS_1