Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Pertanyaan Alessia.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Aku Benar-benar akan memotong rambutmu!" ancam Franklin dengan sorotan mata yang tajam. Sehingga membuat Brandy terkesiap sampai pucat.


Gill pun tertawa tanpa suara, melihat laki-laki tampan bergelar dokter itu memasang tampang tak berdaya kini.


"Aku tunggu laporan mu dalam waktu dekat ini. Kau, belajarlah dari Gill. Bagaimana cara mendekati wanita," ucap Franklin memberi saran, membuat Gill sontak mencebik.


"Anda juga harus banyak belajar dari saya Tuan. Jika, hubungan anda dengan nona Vyn ingin segera membaik," sindir Gill yang dengan tenang menyeruput kopinya hingga batas alas cangkir.


Gill pura-pura tak tau, jika kedua pria kesepian itu tengah menatapnya jengah. Bahkan, Gill juga tau jika Brandy tengah mengumpatinya tanpa suara. Pria berwajah cantik itu hanya komat-kamit sambil memajukan bibirnya. Sebab, Gill dapat melihat hanya melalui ekor matanya.

__ADS_1


"Anda itu akan bergantung pada saya. Jadi, mulai sekarang bersikap baiklah." Gill berkata masih dengan tanpa melihat lawan bicaranya. Ia kini asik memakan singkong keju sebagai sarapannya.


"Sumpah, makanan di desa ini tuh gak ada yang gak enak. Semuanya serba lezat. Padahal hanya makanan sederhana. Menu yang gak akan kita temukan di kota besar. Sekalipun mencarinya di restoran. Berat badan saya bisa nambah berkilo-kilo deh ini." Gill bermonolog sendiri. Seakan hanya ada dirinya sendirian di tempat itu.


'Sekali-sekali berlagak boleh lah ya.' Batin Gill, seraya tersenyum tipis.


_______


Vynnitta melakukan aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya dengan begitu ceria. Ia mencoba mengesampingkan masalahnya baru-baru ini. Ia ingin merefresh pikirannya, yang mana belakangan ini selalu membuatnya susah tidur. Tadi lagi Vyn sudah berendam dengan racikan dari rebusan dedaunan buatannya sendiri. Racikan yang dapat membuat tubuhnya lebih relaks. Sekarang, Vynnitta ingin menghirup sepuasnya udara lagi dan juga cahaya pertama matahari. Dengan cara merentangkan tangan, lalu menarik napas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"Apa Mommy, masih suka susah tidur kalau malam?" tanya Alessia lembut, setelah bocah kecil perempuan itu sampai di samping Vynnitta. Ternyata sangkaan Vyn salah terhadap putrinya. Ia pun membuka mata dan menoleh kesamping bawah. Lalu segera berjongkok mensejajarkan posisinya.

__ADS_1


"Kok, Ale tau kalau Mommy kesulitan untuk tidur?" selidik Vynnitta heran. Ia menyingkirkan poni gadis kecilnya itu. Dimana surai itu melambai karena tertiup angin lembut pagi hari.


Ale mengangguk sambil mengelus Mommy-nya itu. " Ale juga sering dengar saat Mommy mengigau. Mommy memanggil nama seorang laki-laki. Apa itu bos Mommy sewaktu bekerja dulu?" tanya Alessia dengan wajah polosnya. Namun mampu membuat wajah berseri kemerahan Vynnitta menjadi pucat pasi.


"Memangnya, Mommy menyebut seperti apa?" tanya Vynnitta mencoba tenang dan menstabilkan ekspresi wajahnya.


Mommy berkata begini, tuan ... tuan ... jangan. Lalu, Mommy juga pernah bilang, jangan mati ... ku mohon bertahanlah. Setelah Ale mendekati Mommy dan mengusap kepala, kemudian Mommy tenang dan tertidur lagi," tutur Ale dengan tatap lembut penuh cinta.


'Jadi, selama ini putriku lah yang sudah membuatku merasa tenang. Pantas saja, saat itu aku merasa mendapat sentuhan hangat yang mendamaikan. Ternyata putri kecilku yang menjaga ku ketika malam.' Batin Vynnitta dengan keharuan yang tiba-tiba menyeruak di dadanya.


"Jadi, selama beberapa hari ini. Ale sudah menjaga Mommy ya ...," ucap Vyn kemudian memeluk putri kecilnya yang cantik jelita.

__ADS_1


"Ale boleh tau tidak. Siapa tuan yang sudah membuat Mommy tak nyenyak tidur?" tanya Ale polos yang justru sontak membuat Vyn tersedak udara.


Bersambung>>>


__ADS_2