
🌹🌹🌹🌹🌹
Pernikahan romantis ala peri hutan selesai di gelar. Vynnitta sudah tidak sabar. Hei! Jangan berpikiran macam-macam! Wanita yang kini sangat cantik dengan gaun menjuntai ala hutan Jatiwarna itu sejak tadi risau. Ia memikirkan keadaan Alessia. Apakah, semua yang dilakukannya saat ini, sungguh akan mengembalikan fungsi kekuatannya.
Tak ada raut kebahagiaan dari ritual yang ia jalani hampir satu jam lebih itu. Bahkan ketika Franklin mengucapkan janji setia sehidup semati, Vynnitta hanya dapat tertawa getir. Entahlah, Vynnitta tidak terlalu menganggap serius setiap kata yang di ucapkan oleh pria yang sangat gagah dengan kostum pangeran hutan itu. Bahkan, semua kurcaci berdecak kagum kala melihat ketampanan Franklin yang begitu mempesona.
Apalagi NYI Laluna, yang mana sejak tadi memasang senyum simpulnya ketika menyatukan tangan kedua mempelai. Wanita paruh baya itu berpesan. Agar keduanya saling melindungi dan percaya. Satu kalimat dari wanita itu yang membuat Vynnitta ragu. Dalam hati kecilnya ternyata Vyn telah merencanakan sesuatu.
"Tidak akan ada yang dapat memisahkan penyatuan yang di berkati oleh NYI Laluna dan seluruh Guardians hutan Jatiwarna." Begitulah, ucapan terakhir kala wanita paruh baya itu memeluk keduanya.
__ADS_1
"Istirahatlah kalian, lakukan apa yang seharusnya kalian lakukan. Lebih cepat maka lebih baik. Ingatlah, racun beku dalam tubuh Alessia hanya akan sembuh karena ketulusan cinta dari kalian berdua. Saran ku, lakukan di saat hati telah memaafkan dan menerima segalanya dengan ikhlas. Karena itu, manfaatkanlah momen ini dengan sebaik mungkin. Kekuatan akar menjalar tidak akan kembali jika salah satu dari kalian terpaksa melakukan penyatuan. Aku sudah mengatur semuanya agar kalian rileks. Jadi, nikmatilah. Jangan pikirkan apapun." Setelah mengatakan wejangannya yang cukup panjang, NYI Laluna berlalu.
Meninggalkan, Vynnitta yang terpaku sambil menelaah kalimat demi kalimat yang NYI Laluna ucapkan. Ia memejamkan kedua matanya, berusaha menerima kejadian dan kenyataan ini dengan ikhlas. Berusaha membuka kembali hatinya yang ia kunci untuk siapapun. Meskipun ia mengakui bahwa tempat itu memang masih terisi oleh pria di sampingnya ini. Hanya saja, Vyn berusaha menjaga hatinya. Juga kehormatan dirinya.
"Vyn, ayo!" ajak Franklin seraya mengulurkan tangan untuk meraih jemari wanita yang baru beberapa menit lalu menjadi istrinya. Senyumnya tak kuasa ia tahan untuk tidak mengembang diantara kedua pipinya. Tiada hal lain yang mampu menandingi kebahagiaannya pagi ini. Ya, mereka berdua menikah bersamaan dengan terbitnya matahari. Sebab, mereka tiba di hutan ini sudah tengah malam. Anehnya, antara Vyn maupun Franklin tidak ada yang merasakan kantuk.
Namun, tidak dengan kawan-kawan mereka. Semua telah tertidur dengan pulas. Setelah Semuanya menikmati santapan lagi yang di sediakan oleh kurcaci-kurcaci imut itu. Makanan yang belum pernah mereka temui, akan tetapi mampu menggoyang lidah mereka hingga timbul rasa suka cita dan tentram.
Bahkan, alas yang dilapisi kain sutra telah di taburi berbagai macam kelopak bunga. Wangi semerbak menguar di dalam kamar ini. Membangkitkan sensasi rasa tenang dan juga bahagia. Terutama bagi Franklin, ia tidak pernah menyangka jika penyakit yang di derita oleh Alessia telah memberi dia berkat baginya.
__ADS_1
Apakah, harus sedih atau bersyukur? Dua rasa yang tak dapat Franklin jabarkan rasanya. Ataukah, ini yang dinamakan anugerah di tengah kemalangan. Nikmat dan bahagia setelah rasa sakit juga derita. Ketika Franklin masih asyik dengan jalan pikirannya, pintu kayu terbuka. Menampilkan sosok. Vynnitta yang telah berganti kostum.
Dengan gurat malu dan canggung yang begitu kentara, Vynnitta melangkah kedalam meskipun ia tau bahwa tatapan Franklin begitu terpesona. Bagaimana tidak, jika dirinya kini mengenakan pakaian yang yang menerawang. Asal tau, ia baru saja melakukan ritual Dewi Manjakani. Bahkan, kedua pipi Vynnitta kembali bersemu kala mengingat apa yang baru saja ia lakukan di prosesi ritual penting bagi pengantin baru itu.
'Perasaan apa ini? Kenapa aku begitu berdebar. NYI Laluna juga apa-apaan sih. Kenapa juga aku harus mengenakan pakaian dan juga wewangian seperti ini? Lihatlah, ekspresi tuan arogan itu.' batin Vynnitta yang telah keluar keringat dingin saking gusarnya.
"Vyn ...,"
"Hah, astaga!"
__ADS_1
...Bersambung ...