Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Tuntutan Dari Alex.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Lakukan. Mungkin para manusia underground itu telah di kuasai oleh Alex," ujar Franklin geram.


Setelah melakukan kesepakatan dengan klan Yakuza yang berada di negara itu, maka Franklin dan anak buahnya segera bertindak untuk menyelamatkan Oma Elly.


"Jhonny. Kau cukup awasi Raisa. Sadap semua alat komunikasi dan juga sosmed nya." Franklin akhirnya memberi perintah tegas untuk menangani Raisa. Dirinya yakin jika penculikan Om mail ini atas dasar dari rencana Alex dan juga Raisa.


"Katakan di mana Oma! Bukankah aku telah menawarkan harta serta kedudukan tinggi padamu, tapi kenapa kau ingkar janji Rai!" Franklin membentak Raisa sambil mencekal pergelangan istri durjana-nya itu.


𝘗𝘦𝘳𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘯𝘪𝘩 𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘢𝘩𝘪𝘮𝘮𝘶 𝘙𝘢𝘪. 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘧𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬𝘮𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭 𝘙𝘢𝘪. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘪𝘳 𝘝𝘺𝘯𝘯𝘪𝘵𝘵𝘢. 𝘌𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘮𝘶? 𝘒𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯.


Franklin menatap Raisa dengan pikirannya yang berkelana.


"Aku tidak tau menahu perkara wanita tua renta itu! Aku juga tidak tau dimana Alex berada. Tunggu saja, dia pasti akan menghubungimu." Raisa berkata seraya meronta dari cekalan Franklin.


"Bisakah kau buang dendam tak berujung mu Rai. Kembalilah menjadi Raisa yang dulu. Aku akan mencoba melupakan perlakuan mu demi anak kita." Franklin mencoba membujuk Raisa. Ia melakukannya demi anak yang dikandung oleh Raisa.


𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢? 𝘊𝘪𝘩!

__ADS_1


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘥𝘪 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘬.


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘮𝘶.


𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩.


𝘒𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢.


Raisa mencuatkan seringainya seiring pikiran jahat yang mendoktrin otaknya.


"Kalau begitu, lepaskan aku. Kau telah menyakiti ibu dari calon anakmu Franklin. Asal kau tau. Dendamku takkan usia selama itu belum terbalaskan." Setelah Franklin melepaskan Raisa, wanita itu pergi dengan langkah cepat.


"Rai jangan lari! Ingat kandunganmu!" teriak Franklin khawatir.


______


"Tuan, Alex telah menghubungi pihak kita." Jhonny memberi laporan pada Franklin di ruang kerja pria dingin itu.


"Nyalakan!"

__ADS_1


Lalu Jhonny menyalakan rekaman yang diambil semalam dari panggilan pihak tak bertanggung jawab yang telah menculik Oma Elly.


[ Serahkan semuanya dalam waktu kurang dari 2x24jam. Atau aku akan mengirim potongan tubuh wanita tua itu satu persatu setiap satu jam sekali. Jika kau terlambat satu menit maka aku akan memotong satu jari.]


"DAMN IT!"


"Sialan kau Alexander!" Franklin mengumpat lalu membalik meja dengan tendangannya. Hingga meja kerjanya itu terbalik berikut dengan benda yang ada di atasnya.


Jhonny dan Gill yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa saling pandang. Mereka berdua telah menahan napasnya karena kaget. Ini pertama kalinya Franklin marah sedemikian rupa. Bahkan tenaga pria itu sepertinya cukup kuat. Beda dengan Franklin yang sebelumnya..


"Jhonny. Antar aku ke perusahaan. Gill, kumpulkan dewan direksi dan pemilik saham sekarang!" titah Franklin pada kedua anak buah di hadapannya itu.


Setelahnya Franklin mengadakan rapat tertutup untuk membicarakan mengenai permintaan dari Alex.


"Apapun akan saya korbankan demi Oma. Bahkan, jabatan presdir ini. Saya, akan memegang perusahaan kecil di kota lain." Franklin menerangkan dengan jelas apa yang telah menimpanya dan juga ancaman terhadap perusahaan.


"Anda dapat mempertahankan perusahaan ini Tuan. Kita hanya perlu menjebak Alex." Seorang pemimpin dari divisi tekhnik maju dan bicara dengan lugas.


"Siapa kau? Apa yang kau tau tentang Alex?"

__ADS_1


"Rencananya masuk akal Tuan. Anda tak perlu menuruti keinginan dari Alex." Jhonny menanggapi celetukan ide dari salah satu divisi tersebut.


Bersambung>>>


__ADS_2