Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Menjalankan Misi Kejutan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Objek apa maksud mu?" telisik Vynnitta menatap intens kearah Gill.


"Tuan Franklin sangat menyayangi Alessia, setiap saat selalu membicarakannya dengan kami Aku harap nona Saga dan nona kecil ini mau bekerja sama membuat sahabat kami itu kelimpungan serta kaget. Sebab itu, saya akan menyiapkan sebuah kejutan di sebuah kamar yang di dominasi warna putih. Dengan nona kecil yang tergeletak lemah diatas pembaringan. Saya juga akan meminta bantuan pada pak kades dan nyonya Prita. Sesekali, kami ingin mengerjainya. Jangan kami terus yang di kerjai oleh bos kejam itu," tutur Gill. Membuat Vynnitta melongo.


"Tuan, apa anda berpikir menggunakan otak? Kenapa harus membuat drama seperti itu!" protes Vynnitta geram. Ia tak habis pikir kenapa putri satu-satunya harus berpura-pura seakan tengah sakit keras. Sementara Alessia dalam keadaan yang sehat-sehat saja. Pikir Vynnitta.


"Nona Saga, ah maksud saya ... Nona Vynnitta. Tenanglah, kita hanya bersandiwara. Anda tidak perlu marah dan panik seperti itu." Gill dengan santainya menenangkan Vynnitta yang hampir emosi. ' Aku akan membuktikan ikatan batin antara mereka berdua. Seraya mencari cara untuk mengambil sampel dari rambut Alessia. Semoga kau mau bekerja sama, Vynnitta. Ini juga demi kebaikan kalian. Aku lelah, melihat tuan tersiksa. Kalian berdua juga pasti merana karena rindu tertahan. Aku akan memperbaiki keadaan yang berusaha kau sembunyikan dari kami.' batin Gill tulus. Bahkan demi ini semua, ia rela meninggalkan sang istri yang tengah hamil delapan bulan. Sebab itu ia harus segera dan secepatnya menyelesaikan polemik cinta tuannya.

__ADS_1


"Nona Saga. Bantulah kami. Maka aku pun akan membantumu mendapatkan sertifikat agar kau dapat membuka klinik secara resmi," tawar Brandy, yang membuat kedua mata Vynnitta berbinar. Ya ia butuh titel dan pengakuan dari pemerintah serta dinas kesehatan. Dengan begitu, ia dapat membantu warga desa dengan leluasa. Ia juga membutuhkan sebuah laboratorium untuk meneliti beberapa jenis tanaman yang baru ia temukan.


"Ale, apa kau bersedia sayang? Membantu para Uncle mu ini untuk membuat kejutan?" tanya Vynnitta lembut pada putrinya sambil mengelus rambut Alessia yang panjang sepunggung. Keningnya berkerut ketika beberapa helai rambut Alessia nyangkut diantara jarinya. Apa ia terlalu kuat mengusap rambut? pikir Vynnitta.


"Ale siap Mommy. Ale akan berperan sebaik mungkin. Ale harus menyiapkan hadiah untuk Uncle tampan. Ale pergi dulu ya, dah uncle semua. Pokoknya Ale siap yah!" Alessia pamit ke dalam sambil menenteng alat lukisnya. Gadis kecil itu akan kembali asik dengan dunia kanvas dan juga cat minyak. Untuk memoles warna dan garis sehingga membentuk sebuah karya yang indah.


"Dia begitu antusias mengenai apapun tentang Franklin. Kedekatan dan perasaan keduanya, sudah seperti ayah dan anak." Brandy berkata santai, akan tetapi mampu membuat Vynnitta tersedak seketika.


"Kak, Vyn!" Maria mendekat kemudian menyerahkan segelas air. Sebab wajah Vynnitta menjadi pucat tiba-tiba.

__ADS_1


_____


Gill dan Brandy pun memutuskan untuk segera memulai aksi mereka. Setelah membicarakannya dengan Vynnitta dan juga Maria, keduanya kini sepakat membuat syok theraphy untuk Franklin. Sesekali mengerjai bos tidak apa kan?


"APA!" Franklin seketika Bangun dari duduknya.


"Antarkan aku kesana!" Dengan begitu panik Franklin langsung menarik Brandy dan juga Gill. Hari bahkan sudah malam, dan pria itu tidak sadar bahwa ia hanya mengenakan piyama saja. " Cepat jalankan mobilnya!" titah Franklin pada Gill yang sebenarnya sudah mengantuk. Seketika ia menyesal, telah memilih waktu yang salah. Kenapa tidak besok pagi saja mengabarkannya.


'Asem !' batin Gill karena ia sebenarnya sudah lelah dan mengantuk. Sementara itu terlihat Brandy memainkan ponselnya mengetik sesuatu pada Maria.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2