
🌹🌹🌹🌹🌹
"Maria Goldia. Kenalkan itu namaku Kak," sapa gadis cantik berambut panjang sebahu. Entah sejak kapan dia ada di depan pintu rumah kontrakan Vyn.
"Ah ya, aku Vynnitta. Pendatang baru di kota ini," sambut Vyn seraya meraih uluran tangan Maria.
"Aku adalah anak dari pemilik rumah ini. Aku datang kesini untuk memberi kabar jika listrik bulan ini sudah kami bayar. Jadi, Kakak bisa tenang. Kami juga memberi bonus air mineral satu dus. Sebentar aku ambilkan dulu, soalnya tadi aku letakkan di teras Kak." Maria berlalu keluar, tak lama kemudian ia kembali masuk membawa satu dus air mineral botol menggunakan troli.
"Terimakasih banyak. Tolong sampaikan itu kepada ibumu ya. Beliau sangat baik dan perhatian," puji Vyn dengan senyum yang dipaksakan.
"Aku perhatikan. Sepertinya Kakak sedang kurang sehat. Bagaimana kalau aku antar ke rumah sakit. Memang sih agak lumayan jauh dari sini jaraknya," saran Maria, mengajak Vyn untuk berobat.
"Aku boleh minta tolong tidak. Maria, aku butuh air hangat," ucap Vyn dengan nada lemah. Ia bahkan merasakan matanya ikut berkunang-kunang.
"Baik Kak. Aku ambilkan dulu di rumah ya. Selain itu, kiranya Kakak butuh apa lagi?" tanya Maria sebelum ia bertolak pergi.
__ADS_1
"Hanya itu--" baru saja selesai bicara, tau-tau tubuh Vyn ambruk ke lantai.
"Oh tidak!"
Maria segera berlari keluar untuk meminta pertolongan. Mendengar ada yang berteriak di siang hari. Para warga yang letak rumahnya memang agak berjauhan segera menghampiri Maria.
"Kenapa Maria. Kenapa mau berteriak? Apa ibumu sakit lagi?" tanya beberapa warga yang datang mendekati Maria.
"Tidak, Pak. Buk. Tapi penghuni baru yang mengontrak di rumah ibu jatuh pingsan," jelas Maria. Langsung saja para warga tersebut menghampiri Vyn yang sudah tergeletak tak bergerak.
"Rumah sakit kita sangat jauh. Klinik di balai desa pun sudah tutup. Bagaimana ini?" tanya beberapa warga yang bingung.
"Baiklah jika Tuan muda Xilondra sudah berkata demikian," ucap salah satu warga. Xilondra adalah penguasa si desa itu. Ia adalah salah satu dari warga setempat yang bisa dibilang keluarga kaya. Memiliki kebun yang luas. Rumah besar, kendaraan pribadi serta beberapa kontrakan.
Xilondra juga memiliki sifat yang baik, ia peduli terhadap kesejahteraan warganya. Karena meskipun terbilang usia muda, ia telah terpilih menggantikan sang kakek menduduki jabatan tersebut.
__ADS_1
"Hubungi saja jika nona itu tidak memiliki biaya," ucap Xilondra. Kemudian ia menyerahkan kunci mobilnya pada salah satu warga yang bisa menyetir.
"Maaf saya tidak bisa mengantar, ada pertemuan di balai desa." Setelahnya Xilondra langsung pergi menggunakan kendaraan roda dua miliknya.
"Tuan muda sangat baik dan peduli. Kita belum laporan tapi beliau sudah mendengar kabar ini."
"Karena kebetulan beliau lewat tadi."
Akhirnya para warga tersebut membawa Vyn kerumah sakit. Jarak yang lumayan dari desa ternyata membuat Vynitta keburu sadar. Namun keadaannya sangatlah lemah. Ia hanya dapat membuka matanya sebentar lalu mengucapkan terimakasih dengan sangat pelan.
"Kakak istirahat saja. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Maria yang setia berada di samping Vynnitta.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit kecil tersebut. Setelah di periksa oleh dokter kening Maria pun berkerut.
"Mana suami dari nona tersebut. Karena kami harus menyampaikan keadaannya yang harus terpantau," ucap sang dokter wanita kepada Maria.
__ADS_1
" Ehm, suami ya. Sepertinya sedang bekerja di kota Dok. Karena itu, kami para warga yang membawa Kak Vynnitta. Saat dirinya pingsan dirumah," jelas Maria sedikit kikuk. Dikarenakan dirinya harus mengarang cerita seketika.
Bersambung>>>>