
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kakak mencari apa atau, sia--"sontak pertanyaan yang meluncur dari mulut Maria terputus seketika, saat sebelah telapak tangan Vynnitta memasukkan ubi merah rebus kedalam mulut Maria.
"Tega banget si Kak?" sungut Maria seraya mencebikkan bibirnya.
"Darimana aja sih kamu? Tolong bersihkan temu ireng, temu lawak dan tamu kunci yang baru saja aku panen ya," ucap Vynnitta dengan nada pelan namun bernada perintah yang tak bisa dibantah.
"Temu kangennya gak sekalian?" selak Gill. Membuat Vyn dan Maria menoleh kearahnya bersamaan. Kedua wanita tersebut pun tidak dapat lagi menahan tawa mereka.
__ADS_1
"Yang saya sebut tadi itu, semuanya adalah nama tanaman herbal yang bisa di jadikan obat. Sangat berbeda jauh dengan temu yang anda sebutkan," jelas Vyn dengan seulas senyum ramahnya.
"Tentu saja akan menjadi berkaitan dan memiliki kesamaan. Sebab itu saya dan Pak Dokter datang kesini untuk melakukan temu wicara dengan anda nona Saga," tutur Gill dengan tawa kemenangan.
"Baiklah, kalau begitu kita kedalam," ajak Vynnitta pada tamu dadakannya itu. Ia tetap harus waspada takut jika ada sebuah niat dan rencana dari asisten Gill yang pintar berkata- kata ini. Bagaimana pun Vynnitta masih ingat dengan baik akan sepak terjang dari asisten Gill yang terkadang mampu membuat para klien dari Franklin terjebak dengan kata-kata mereka sendiri.
"Kenapa uncle ganteng tidak ikut?" tanya Alessia polos. Gadis kecil itu baru sadar jika Franklin tidak ada ikut bersama mereka berdua. Sebab Alessia terus melihat kearah mobil berharap Franklin turun belakangan.
"Silakan di minum dulu teh ginsengnya. Ini dapat meningkatkan daya tahan serta vitalitas," ucap Vyn seraya meletakkan minuman yang dibuat oleh Maria.
__ADS_1
"Apa ini kau yang membuatnya?" tanya Brandy yang saat ini tengah menghirup uap panas dari teh tersebut. " Wangi,"
'Tentu saja aku. Kan yang bawa aku, gimana sih Pak Dokter ...," tukas Maria kemudian ia terlihat terkekeh sebentar. Sebelum akhirnya kembali kedalam. Maria pun keluar lagi dengan camilan keripik ketela buatan langsung dari Maria dan juga Vynnitta. Karena kebetulan mereka belum lama panen di kebun belakang. Ini juga menjadi salah satu usaha keduanya ke depan. Dikarenakan banyak warga desa yang memiliki kebun ketela rambat. Membuat Vynnitta memiliki ide untuk membuat lapangan pekerjaan baru bagi beberapa warga yang notabene adalah ibu rumah tangga.
"Waw, jadi ini adalah salah satu produk yang akan di pasarkan hingga ke kota?" tanya Brandy dengan kekaguman yang tak dapat ia sembunyikan. Betapa otak Vynnitta begitu jalan dan cekatan dalam memanfaatkan kelebihan pangan di desa ini, agar tidak terbuang sia-sia. Bagaimana tidak di sayang oleh warga desa dan di jadikan sebagai maskot baru desa Cenderawasih ini.
"Benar. Aku telah memperkenalkannya secara online. Semua bahan dan komposisinya alami tanpa pengawet. Akan tetapi kemasannya lah yang akan membuat cemilan kami ini awet hingga sebulan," jelas Vynnitta.
"Nona Saga memang hebat. Wajar saja jika kepala desa menginginkan anda sebagai istrinya. Lalu kapan kalian akan benar-benar resmi menikah, kami sangat berharap ada disaat bahagia kalian," ucap Gill, sengaja memancing. Ternyata raut wajah Vynnitta berubah seketika, meskipun setelahnya ia segera mengembalikan rautnya seperti semula. Akan tetapi semua kejadian itu tak lolos dari perhatian Gill.
__ADS_1
'Ternyata tuan masih memiliki kesempatan.' batin Gill seraya menghela napas lega.
...Bersambung ...