Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Maaf, Memanfaatkan mu.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


'Kenapa dia tiba-tiba muncul? Apa mereka benar-benar sehati?' Batin Franklin mengumpat kedatangan Xilondra yang tiba-tiba ada di depan pintu klinik. Membuat Franklin seketika berwajah masam. Tapi tidak dengan Vynnitta, baru kali ia merasa sangat senang karena kedatangan kepala desa tampan itu. Vyn merasa terselamatkan dari situasi dan kondisi yang akan semakin menyudutkan nya nanti.


"Bukankah anda sedang menemui gubernur. Kenapa sudah pulang?" tanya Franklin dengan nada tak suka yang begitu kentara.


"Saya mempercepat pertemuan itu karena telah memiliki janji dengan seseorang yang beberapa tahun ini lebih berarti dari apapun. Karenanya, tugas negara pun dapat saya sisihkan demi dia. Karena, saya tidak ingin mengecewakan hati yang begitu ingin saya jaga," jawab Xilondra dengan penuh kemenangan. Rupanya ia tak sengaja telah mendengar sedikit banyak percakapan keduanya. Ia tahu bahwa Vynnitta membutuhkannya sebagai pahlawan sekali lagi.


"Terimakasih Xilo, karena telah menyempatkan waktumu. Aku sebenarnya tidak seberharga itu," ucap Vynnitta seraya menghampiri Xilondra dengan senyum yang terus mengembang di wajah cantiknya.


"Tentu saja kau berharga, bahkan sangat. Kau adalah Dewi untuk desa ini. Terutama, Dewi di dalam hatiku," ucap Xilondra sedikit puitis membuat pria di hadapannya yang kini jelas sebagai rival-nya itu mendengus. Franklin memasang wajah kecut bin masam ke arah dua orang yang tengah kasmaran itu.


"Terimakasih Xilondra, Kau membuatku begitu merasa berarti. Sehingga aku tidak merasa sebagai alat yang kau manfaatkan lalu kau buang setelah kau mendapatkan keuntungan dari ku," ucap Vyn dengan maksud penuh arti. Sengaja ia menatap Xilondra seraya memberikan senyum terbaik pada pria dihadapannya ini.

__ADS_1


'Apa Vynnitta tengah menyindir ku? Apa maksudnya ini? Bukankah ia bilang telah ikhlas dan melupakan semuanya?' Batin Franklin bingung. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Vynnitta, bahkan ia bermaksud mempertanggungjawabkan semuanya jika Vynnitta menuntutnya. Memberikan seluruh harta miliknya pun Franklin rela. Asalkan Vynnitta memaafkannya dan mengetahui yang terjadi sebenernya, bahwa selama ini ia telah berusaha menemukan keberadaannya.


"Apa begini sikap kalian terhadap tamu?" sindir Franklin pada keduanya. Vyn dan Xilo pun menoleh seketika.


"Maaf, Tuan Franklin. Jika anda terganggu dengan sikap kami barusan. Saya hanya mempertegas pada anda bahwa Vynnitta lebih berharga dari apapun bagi saya. Jadi, jika anda berpikir bahwa saya tidak akan datang menghadiri makan siang hari ini. Anda salah besar," tegas Xilondra.


'Maaf, Xilo. Aku terpaksa menggunakan mu. Terimakasih atas pengertian mu. Kau memang ahli membaca situasi, kau yang selalu menyelamatkanku di saat tersudut. Entah sudah berapa banyak hutang budiku padamu.' Batin Vynnitta tak enak hati. Karena bagaimanapun juga akhirnya Xilondra tau, bahwa Franklin adalah masa lalunya.


"Bukan terganggu. Tapi saya lapar!" celetuk Franklin menutupi perasaan yang sebenarnya.


"Wah, Nona Saga masak apa? baunya enak sekali. Apalagi tampilannya, begitu menggoda. Hingga cacing di dalam perutku goyang samba," komentar Xilondra menghidupkan suasana.


'Ini kan tongseng. Makanan kesukaan ku. Vyn dulu sering memasak kala ia bekerja di mansion sebagai pelayan pribadiku. Ternyata ia sengaja memasakkan makanan ini untukku. Masih bilang jika kau sudah melupakan ku Vynitta.' Batin Franklin penuh suka cita. Setidaknya Vynnitta masih ingat jenis makanan favoritnya.

__ADS_1


"Ini tongseng domba muda, kesukaan Pak Kades yang paling berwibawa," sahut Vynnitta menjawab pertanyaan komentar dari Xilondra.


'Kau manis sekali kala memujiku seperti itu Vynnitta. Seandainya ini bukan sekedar akting, tentu aku pasti akan sangat senang. Tapi tak apa, asal kau bahagia. Apapun akan ku lakukan untukmu.' Batin Xilondra.


Franklin berdecak mendengar ungkapan Vynnitta , ternyata ia salah. Ia mengira jika Vynnitta tidak melupakan makanan favoritnya, ternyata bukan seperti itu. Franklin mendadak jadi hilang selera.


"Mari, makan!" tawar Vynnitta pada kedua tamunya itu. Ia pun menyendok kan nasi untuk Xilondra, membuat kedua pipi sang kades merona karena telah di perlakukan begitu spesial hari ini oleh Vynnitta.


"Tolong ambilkan aku nasi juga!" seru Franklin seraya menyodorkan piringnya ke arah Vynnitta. Namun, yang terjadi justru diluar dugaannya. Vynnitta menyodorkan bakul nasi ke arah Franklin.


"Silakan, Tuan ambil sendiri." Vynnitta berkata dengan enteng tanpa memikirkan perasaan Franklin yang tengah di landa kecewa campur malu saat ini.


' Awas saja kau Vynnitta! Tidak ada yang boleh memilikimu! Aku akan mengembalikan cintamu padaku.' Batin Franklin seraya menusuk daging dengan kencang menggunakan garpu di tangannya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong. Apakah anda sudah berkeluarga, Tuan Franklin?" tanya Xilondra yang mana pertanyaan nya itu membuat Vynnitta memasang telinganya.


Bersambung>>>>


__ADS_2