Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Alasan Biar Ketemu Kamu Lagi.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Iya, Uncle tadi abis kecelakaan." Mendengar jawaban dari Franklin, sontak kedua mata Alessia langsung membola.


"Apa Uncle terluka, oh tidak! Mommy!" Ale berteriak sambil berlari kedalam, ketika tatapannya tadi bertumpu pada luka memar di dahi Franklin.


"Sayang, kenapa kamu berlari ketika masuk kedalam rumah?" heran Vynnitta. Ia langsung menghampiri gadis kecil dengan raut wajah panik itu.


"Uncle ... Uncle, Mommy--" Alessia tidak meneruskan kalimatnya. Gadis kecil itu menarik tangan Vynnitta agar mengikutinya keluar rumah.


"Uncle Hero kan udah pulang? Kamu kenapa sih sayang?" bingung Vynnitta, karena Alessia mengajaknya berlari.


"Itu, Uncle Ganteng!" tunjuk Alessia ke depan gerbang dimana disana ada Franklin yang berdiri gagah.


'Kenapa dia muncul lagi. Aku masih kesal dengan kejadian siang tadi. Lalu apa maunya dia? kenapa juga Ale sampai panik begitu?' Batin Vynnitta bertanya-tanya.


"Uncle, Mommy pasti akan mengobati mu. Ayo, masuk!" Kini Alessia menarik tangan Franklin agar masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Saya juga terluka, Nona Ale!" panggil Brandy yang seketika juga turun dari mobil. Tak lama kemudian Maria ikut keluar karena mendengar begitu ramai dari dapur sana.


"Apa yang terjadi?" tanya Vynnitta, ketika ia melihat kening Franklin yang keunguan dan juga bibir serta hidung Brandy yang berdarah. Bahkan bibir atas dokter tampan itu nampak sedikit bengkak. Karena itu Brandy menutupi nya dengan tangan.


"Kami kecelakaan, mobil menubruk pohon karena menghindari kambing yang tengah menyebrang," jawab Franklin dengan cerita karangannya. Membuat Gill, terkekeh kecil secara diam-diam.


"Ya, itu sering terjadi memang di desa ini. Karena pemilik kambing suka melepas hewan ternak mereka. Syukurlah kalian hanya luka sedikit. Masuklah, biar ku obati lukanya," ajak Vynnitta pada Franklin yang langsung mengembangkan senyumnya.


"Maria, tolong kawan dari tuan Franklin ya. Kau pasti tau apa yang harus kau lakukan. Bawa saja ke klinik sekalian!" titah Vynnitta pada Maria, yang mana membuat gadis itu langsung mengarahkan pandangannya pada Brandy.


"Ya ampun, Pak Dokter!" pekik Maria. Ia pun menghampiri Brandy dan menuntunnya kedalam.


"Kalau bicara itu lihat orangnya Pak," sindir Maria yang kini sudah berada di depan Brandy sambil memegang kapas dan juga air hangat.


"Sa–saya malu. Wajah ini rusak sudah," lirih Brandy seraya menundukkan wajahnya. Dengan kedua tangan yang menangkup untuk menutupi hidung dan bibir yang luka.


"Aish, tidak lah Pak. Nanti juga sembuh, lagipula ini hanya luka luar dan memar saja. Tidak akan membekas dan mengurangi ketampanan anda," ucap Maria yang mana membuat Brandy akhirnya mendongak.

__ADS_1


"Anda jadi sangat lucu Pak Dokter," kekeh Maria yang mana membuat Brandy mengerucutkan bibirnya yang memang agak maju di atas.


"Kasian, sampai bengkak begini," ucap Maria sambil mengompres pelan bibir dan juga hidung mancung Brandy. Posisi mereka yang cukup dekat membuat jantung dokter tampan itu tak dapat di kondisikan. Baru kali ia Brandy merasa berdebar saat dekat dengan wanita cantik.


"Aw ...!" pekiknya kala Maria mengoles ujung bibirnya dengan salep.


"Ish, anda ini kan laki-laki. Harus tahan sakit. Gimana kalau patah hati. Sementara baru memar di hidung saja sudah begini!" sindir Maria membuat Brandy kembali merengut.


"Saya belum pernah jatuh cinta, jadi mana pernah patah hati. Jadi tidak pernah tau rasanya," sungut Brandy yang mana membuat Maria terkekeh geli.


"Bohong sekali jika pria setampan anda tidak pernah jatuh cinta. Tolonglah Pak, kalau menggombal juga harus sewajarnya. Saya mana percaya," ucap Maria yang menekan sedikit ketika memasangkan plester di hidung Brandy.


"Aduhh!" pekik Brandy yang kemudian menarik tangan Maria. Sehingga membuat gadis itu tak seimbang dan malah menubruk dada bidang Brandy. Sontak keduanya pun beradu pandang dalam jarak yang cukup dekat. Hingga detak jantung keduanya pun terdengar beradu dentuman. Maria buru-buru membenarkan posisinya. Ia berusaha menenangkan hatinya yang tiba-tiba saja tak karuan rasanya.


'Pria ini sangat tampan, jantungku hampir copot keluar. Ya Tuhan, berikan dia untukku ya!' Batin Maria.


"Kalau saja bibir anda tidak luka. Pasti sudah saya cium," celetuk Maria yang langsung membuat Brandy menelan ludahnya. Sementara, Maria pun berlalu ke dalam dengan kekehannya.

__ADS_1


"Ternyata, dia polos sekali." Gumam Maria, yang kemudian mengambil beberapa obat di lemari penyimpanan. Hingga tanpa sadar ia melihat kejadian antara Vynnitta dan juga Franklin.


Bersambung>>>


__ADS_2