
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku tidak bisa menyerah dan kembali dengan tangan kosong. Bagaimana pun, semua harus nampak jelas. Bukan remang-remang seperti ini," ucap Franklin dikala ketiganya menikmati kopi dan sarapan pagi mereka di balkon paviliun.
Ibu Prita memang mempekerjakan orang untuk melayani tamu desanya itu. Menyiapkan segala keperluan tiga pria yang tengah terdiam karena tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
"Tetap pada rencana semula. Kita harus menyelidiki, benarkah jika memang kala itu nona Vyn tidak dalam keadaan hamil. Sebab, menurut perhitungan ku, jika kalkulasi dari waktu kepergian dan kelahiran nona Alessia, semua sangat berhubungan. Belum lagi, anda yang kala itu mengalami sindrom kehamilan simpatik hingga sembilan bulan lamanya. Bahkan, semua berakhir bertepatan dengan hari lahir anda. Saya rasa, kita harus mencari tau kapan waktu nona kecil Alessia lahir. Juga, jejak apakah Nona Vyn pernah menikah dengan pria lain setelah kepergiannya. Kita tidak bisa pergi begitu saja Tuan. Anda harus berjuang keras," tutur Gill panjang lebar, yang sontak membuat mata, hati dan pikiran Franklin terbuka lebar.
Baru kali ini Brandy menatap Gill dengan tatapan kagumnya. Bahkan ia sempat tersenyum untuk asisten dari sahabat nya itu.
"Anda jangan menatap saya seperti itu, Pak Dokter. Saya jadi takut," ucap Gill seraya menggeser kursinya agak menjauh dari dokter berambut silver itu.
BRUAK!
__ADS_1
Brandy menendang kursi yang diduduki oleh Gill hingga pria itu terjatuh kesamping dengan sangat epic.
"Sialan kau! Baru saja aku merasa bangga padamu! Kau malah membuatku tersinggung!"kesal Brandy geram.
"Sakit!" pekik Gill seraya melotot ke arah Brandy.
Franklin hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat interaksi dari keduanya. Para sahabatnya ini cukup menghibur di saat kegalauan hatinya.
"Siapa diantara kalian yang dapat menyelidiki tentang asal-usul Alessia? Mungkin, kita harus mencari informasi dari orang-orang sekitar mereka." tanya Franklin serius pada kedua pria yang saling melempar pandangan sinis di hadapannya ini.
"Dengar tidak!" teriak Franklin karena Gill dan Brandy masih saja adu tatapan tajam. Sehingga suara baritonnya itu membuat keduanya terjengit kaget.
"Dengar!" pekik keduanya nyaring secara berbarengan. Kini keduanya beralih menatap tajam kearah Franklin. Hingga mendapatkan ekspresi wajah datar dan dingin dari pria kesepian ini. Sungguh ekspresi yang menakutkan.
__ADS_1
Gill pun sontak menatap Brandy sambil menaikturunkan alisnya. Membuat yang di tatap mengerutkan dahi pertanda bingung dan langsung berpikir keras.
"Tidak usah berpura-pura bingung Pak Dokter. Anda kan bisa mendekati nona Maria. Sekali dayung, dua pulau terlampaui," ucap Gill yang menurut Brandy sangatlah ambigu.
Sehingga, Gill pun mendengus geram. Sebab, tidak Franklin tidak juga Brandy, keduanya benar-benar berpikir lambat saat menemui masalah percintaan. Mereka hanya jago di bidang pekerjaan. Akan tetapi soal kepekaan dan hati, zonk! Membuat, Gill lelah karena harus menjelaskan segalanya secara mendetail.
"Gini banget sih ngadepin jomblo akut," gumamnya, lirih, akan tetapi masih dapat didengar oleh Brandy.
"Bicara yang jelas. Jangan sambil menggerutu!" omelnya. Franklin terus memperhatikan secara seksama apa yang akan di katakan oleh asistennya itu.
Lantas Gill, menghela napasnya dalam sebelum memberikan penjelasan yang pastinya harus panjang kali lebar lagi ." Begini lho Pak Dokter yang keren. Dengan cara ini, -anda akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, anda akan semakin dekat dengan nona Maria. Bahkan kemungkinan, anda akan melepas sttus lajang Anda di desa ini. Kedua, anda akan membantu dua hati yang terpisah bersatu kembali. Bukankah kisah ini akan menjadi happily every after. Endingnya haruslah bahagia," tutur Gill menjelaskan dengan sabar dan telaten. Mendadak ia akan menjadi pakar cinta dari kedua pria kesepian ini.
"Aku--" Brandy kembali memainkan rambut panjangnya yang terurai.
__ADS_1
PLAK!
Bersambung>>>>