
๐น๐น๐น๐น๐น
๐๐บ๐ฏ๐ฏ๐ช๐ต๐ต๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ?
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ข๐ธ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ต๐ถ-๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ฐ๐ต๐ข ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ธ๐ข.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฏ
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ญ๐ด๐ข.
๐๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช๐ฎ๐ถ ๐๐บ๐ฏ๐ฏ๐ช๐ต๐ต๐ข.
๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ต๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ.
๐๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐ข๐ด๐ข.
Batin Franklin dengan bongkahan padat yang seakan menekan dadanya kuat. Ingin rasanya ia berteriak bahagia lalu menangis dan tertawa dalam waktu bersamaan. Betapa ia merasa sangat senang dapat melihat Vynnitta lagi.
__ADS_1
"VyโVynnitta ...," lirih Franklin dengan sedikit parau, memberanikan diri memanggil wanita yang teramat di rindukannya ini.
Vynnitta bertahan untuk tidak menoleh, tatkala telinganya kembali mendengar suara yang dulu sangat memekakkan telinganya. Namun, hatinya ternyata tak seiras dengan pikirannya. Vynnitta menoleh, bahkan menatap wajah Franklin lekat. Ia seakan kembali teringat kala Franklin memarahinya, berteriak padanya. Hingga desah dan jeritan sakit pada saat racun beku menyiksa Franklin kala itu. Hingga, kalimat janji dari Franklin yang kembali berdengung di telinga Vynnitta. Membuat langkahnya untuk mendekati pria itu terhenti seketika.
๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฉ?
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข?
๐๐ฉ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐บ๐ฏ๐ฏ๐ช๐ต๐ต๐ข.
๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ!
๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ฆ๐ด๐ด๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ.
๐๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฌ!
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ!
Batin Vynnitta gamang dan risau.
__ADS_1
Logikanya berusaha melawan keinginan hatinya.
"Terima kasih, karena telah menemukan dan mengembalikan putri saya," ucap Vynnitta haru, seraya merunduk. Ia berusaha menghindari tatapan dari Franklin. Sebelum pria itu menyadari sesuatu ia pun segera pamit undur diri.
"Tunggu, Vynnitta!" Akhirnya Franklin tersadar dan dapat mengeluarkan suaranya, akan tetapi Vynnitta telah menghilang dari hadapannya.
"Jangan kejar dia! Kita hanya akan membuatnya takut dan tidak nyaman!" cegah Oma Elli, seraya mencekal pergelangan Franklin, cucunya.
"Tapi, Oma ... Frank tidak mau kehilangan dia lagi," lirih Franklin dengan wajah memelas nya. Rasanya ia sudah tak sanggup menahan gejolak emosi yang hendak tumpah daro dalam dadanya. Tapi, tidak mungkin seorang pria gagah sepertinya menangis di tempat umum begini.
"Pengawal Oma, sudah mengikutinya secara diam-diam. Kau tenang saja, setidaknya kini kita tau bahwa Vynnitta baik-baik saja. Bahkan, dia terlihat hebat dan luar biasa," tutur Elli.
Franklin menarik napasnya dalam. Rongga dadanya sesaat terasa penuh. Benar apa kata sang Oma. Setidaknya, ia bisa sejenak bernapas lega karena kini telah mengetahui keadaan Vynnitta.
"Oma, apa Alessia adalah puteri ku?" tanya Franklin menatap Elli mengharap sang Oma mendukung pendapatnya.
"Oma pun berpikir demikian. Awalnya Oma pikir ini hanya kebetulan. Kala melihat matanya yang mirip denganmu dan juga tangisnya yang sangat mirip dengan mami-mu. Kini, Oma mengerti. Semoga, harapan kita ini benar adanya," tutur Elli kembali. Seketika, sebuah kekuatan dari harapan mengembalikan semangatnya.
_____
"Mommy, maafkan Ale ...," ucap Alessia yang seakan menahan tangisnya. Karena, Vynnitta tanpa sadar berjalan begitu cepat. Ia seakan tengah menyeret putrinya itu.
"Mommy sudah memaafkanmu, sudah jangan di bicarakan lagi," ucap Vynnitta sedikit kencang, ia bahkan berjalan sambil menolehkan kepalanya ke belakang.
"Hiks, Mommy marah padaku!" pekik Alessia kemudian gadis kecil itu pun menangis tersedu.
__ADS_1
Bersambung>>>