Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Perasaan Terdalam


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Uhuukkk !" Vyn seketika tersedak kuah soto ketika Xilo menanyakan kejadian di atas bukit.


" Hei, sayang. Pelan-pelan makannya." Xilondra segara menyodorkan segelas air kepada Vyn. Namun, wanita itu justru terkesiap memandangnya. Seraya mendorong gelas yang sudah menempel di bibir merahnya itu.


Vyn kemudian meneguk air dari gelas yang lain. Ia berusaha menetralisir rasa kagetnya dia kali. Pertama, bagaimana Xilondra tau akan kejadian itu. Kedua, panggilan sayang yang meluncur keluar dari mulut Xilondra.


"Maaf, Vynnitta. Aku kelepasan karena--" Xilondra tak meneruskan kata-katanya karena Vynnitta telah bangun dan beranjak menjauhinya.

__ADS_1


Xilondra mengejar, kemudian hendak menggapai lengan Vyn demi menghentikan pergerakan wanita itu. Akan tetapi, Vynnitta telah lebih dulu berbalik dan menjauhkan tangannya dari Xilondra.


"Sudah ku katakan. Buanglah jauh-jauh harapanmu dariku. Aku tidak sebaik yang kau pikirkan. Kau hanya menyakiti dirimu sendiri dengan harapan yang tidak akan bisa ku jadikan kenyataan. Kau pria yang sangat baik Xilondra, aku tidak akan bisa menyakiti hatimu," ucap Vyn parau dengan pandangan ke sembarangan arah.


Ia tak mau menatap wajah teduh Xilondra yang nantinya akan membuat nya luluh dan tak tega. Vyn tidak mau menerima Xilondra hanya lantaran kasian atau sekedar empati. Bukan Vyn tidak bisa mencintai pria di hadapannya ini. Hanya saja ia merasa bahwa dirinya sangatlah tidak layak bagi pria sebaik Xilondra.


'Seandainya kau tau siapa aku yang sebenarnya. Bagaimana aku yang dengan bodohnya menyerahkan mahkota satu-satunya milikku pada pria yang masih berstatus suami orang. Kau pasti akan menganggap ku wanita sampah yang bodoh lagi hina. Meskipun kala itu aku melakukannya demi menyelamatkan nyawanya. Bodoh nya lagi, pria itu bahkan tidak peduli padaku sedikitpun. Hidup atau matiku, ia tak peduli. Karena hanya Raisa-lah yang ada di dalam hatinya. Aku ini wanita terbodoh di dunia. Aku adalah pemuja cinta buta. Selamanya aku hanya mencintainya.' Batin Vyn, sesak dengan segala perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.


' Andai kau tau Vyn. Aku tak masalah meskipun kau adalah wanita yang berasal dari rumah bordil sekalipun. Aku mencintaimu, rasa nyaman ini datang begitu saja. Rasa yang belum pernah aku temukan pada wanita yang lainnya. Hanya bersama mu aku bisa menjadi diriku sendiri. Tertawa bahkan menjadi pria perayu yang selalu kau patahkan gombalannya. Aku tau kau adalah wanita baik-baik. Hatiku tidaklah mungkin salah. Aku ingin kau berhenti merendahkan dirimu.' Batin Xilondra. Karena ia hanya mampu menyimpan kata-kata ini dalam hatinya. Vyn akan selalu mematahkan sanggahannya dengan kalimat bantahan lainnya.

__ADS_1


" Lupakan saja. Aku ingin bertanya, darimana kau tau jika aku bertemu hantu di bukit air terjun kekasih? Apa Maria yang telah memberitahukannya padamu?" tanya Vynnitta serius. Kali ini ia berani menatap mata Xilondra.


" Bukan, Maria. Akan tetapi tamuku sendiri yang menceritakan nya. Karenanya ia memintaku untuk mempertemukan nya padamu. Aku tau pasti ada kesalahpahaman diantara kalian," jelas Xilondra yang juga telah kembali ke mode formalnya.


" Tamu?" Vyn mengerutkan dahinya tanda tak mengerti.


"Jadi, desa kita kedatangan turis lokal yang menginap di paviliun milik ibu selama satu pekan. Dia tertarik dengan keindahan desa ini setelah mendengar isi seminar mu. Ia ingin melihatnya langsung, dan akan mempromosikan desa ini sebagai wisata etnik yang belum pernah tersentuh dunia luar. Dia juga adalah salah satu pengusaha terbesar dan terkaya di negeri ini. Kebetulan ia berada di bukit yang sama denga mu, dan kau meneriakinya sebagai hantu, lalu memukulinya. Vyn, aku mohon kerja sama mu sekali lagi. Kau tenanglah, aku akan tetap berada di pihakmu. Jika pria itu menuntut mu macam-macam," tutur Xilondra.


"Jadi, yang aku pukuli itu bukan hantu!" Vyn membekap mulutnya dengan kedua mata yang membola.

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2