Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Vynnitta Atau Erriana.


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Mendapati sang putri yang justru menangis hebat. Vynnitta tersadar, hingga membuatnya menghentikan langkah seketika.


"Sayang ... Mommy tidak marah padamu. Sungguh, hentikan tangisanmu ya. Mommy minta maat telah berteriak pada Ale. Mommy tidak sengaja berjalan terlalu cepat tadi," tutur Vynnitta penuh sesal. Ia menyusut air mata sang putri dengan jarinya, lalu menyibak surai yang berantakkan menutupi dahi Alessia.


"Lalu, kenapa Mommy menyeret Ale?" tanya Alessia dengan sisa isak tangisnya.


"Mommy, hanya ingin agar kita cepat sampai di hotel. Kepala Mommy sedikit pusing," jelas Vynnitta sedikit berbohong pada putrinya.


𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨.


𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘤𝘰𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢.


𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘤𝘢𝘬.


𝘌𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘺𝘪𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘋𝘢𝘥𝘥𝘺.


𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺, 𝘈𝘭𝘦.


𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪𝘮𝘶.


𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪, 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯.

__ADS_1


𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘣𝘢𝘵, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪.


𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢, 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 ... 𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱. 𝘚𝘪𝘢𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶.


"Ale ...." Vynnitta sontak menarik raga mungil Alessia kedalam pelukannya. Ia mendekap erat putri yang lebih berharga dari nyawanya sekalipun.


Entah sampai kapan ia akan bersikap egois, hingga menyembunyikan status Alessia sebenarnya. Memisahkannya dari Daddy dan juga Oma Elli, buyutnya.


"Mommy ... maafkan Ale. Jangan marah dan sedih ya. Ale janji tidak akan melakukannya lagi." Alessia menyentuh pipi Vynnitta yang basah kemudian mengusap dengan telapak tangan kecilnya. Ternyata Vynnitta tak sadar jika sampai mengeluarkan air mata.


"Sudahlah sayang. Sekarang kita harus kembali ke hotel. Karena malam ini juga kita harus kembali ke desa," ajak Vyn kemudian kembali menuntun Alessia. Vyn sengaja menaiki bus umum untuk kembali ke hotel. Agar pria yang mengikutinya, kehilangan jejak untuk saat ini.


_______


"Lalu, apa kau telah mencari nama Vynnitta di seluruh hotel di sekitar mall tadi?" selidik Elli.


"Sudah Oma, akan tetapi tak ada nama tersebut dalam daftar," ucapnya.


"Huuhh ... bagaimana ini!" Elli sontak menghela napas kasar dan memijat pangkal hidungnya.


"Oma ...," panggil Franklin yang ikut bergabung di ruang keluarga.


"Sekarang cepat pikirkan bagaimana cara menemukan Vynnitta dan Alessia kembali. Oma sudah tak mampu lagi berpikir," titah Elli.

__ADS_1


"Sepertinya, Vyn telah mengganti namanya. Oma ingat tidak ketika Alessia menyebut nama belakang Vynnitta?" ujar Franklin. Membuat Elli memeras otak tuanya itu lebih keras lagi.


"Mira ... Mira! Kemarilah!" panggil Elli pada perawatnya itu.


"Maaf, Oma. Saya tadi ke toilet sebentar, karena perut saya sakit," sahut Mira yang memang semenjak dari mall ia nampak kurang sehat.


"Lain kali jangan makan taco lagi jika memang kau tidak menyukainya," ucap Elli seraya menggelengkan kepalanya.


"Maaf, Oma. Mira menyangka taco itu sejenis makanan menggunakan tauco. Seperti yang sering Mira konsumsi di desa," jelasnya seraya menunduk malu. Mira menyesal memaksakan dirinya demi gengsi. Jika tau begini jadinya, lebih baik ia jujur dari awal saja.


"Haiih, kau ini ada-ada saja. Sudah, nanti panggil Brandy kesini. Sekarang cepat katakan, apa kau mendengar ketika Alessia menyebut nama mommy-nya?" cecar Elli sedikit gemas dengan kelakuan Mira.


"Em, tunggu sebentar. Sepertinya, kalau tidak salah ... Ah iya benar! Alessia menyebut jika Mommy-nya bernama Erriana, bukan Vynnitta," ungkap Mira lugas. Membuat kedua mata Franklin berbinar.


"Ia pun segera memerintahkan Jhonny untuk mencari data tentang Erriana. Kebetulan anak buahnya itu sengaja ia ajak untuk mendiskusikan kejadian sore tadi.


_______


" Kenapa kita harus pulang malam ini, Mom? Bukankah, Mommy masih ada seminar sekali lagi?" tanya Alessia bingung. Karena Vynnitta sang mommy tengah membereskan barang-barang mereka.


"Mommy tidak enak badan sayang. Sementara, vitamin Mommy ketinggalan di desa. Biarlah nanti via streaming saja mengisi acaranya," jawab Vynnitta dengan kebohongan lainnya.


"Aneh sekali, Mommy kan sangat teliti. Kenapa bisa tertinggal?" selidik Alessia.

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2