
🌹🌹🌹🌹🌹
Seketika Vynnitta berpikir keras. Di saat seperti ini, NYI Laluna justru bermain teka-teki. Ia berusaha mengaitkan perkataan wanita paruh baya ini. Sisi negatif dan positif jika dipertemuan maka akan menempel. Ini rumus magnet bukan? Lalu jika menggunakan rumus matematika, positif ketemu negatif maka hasilnya adalah? negatif. Vynnitta menggelengkan kepalanya, ketika ia belum menemukan arti yang dapat menghubungkan hal tersebut dengan penyakit yang di derita oleh Alessia.
Melihat kebingungan Vynnitta, maka Franklin pun memberanikan diri mengemukakan pendapatnya. Hasil, analisa dari petunjuk yang diberikan oleh NYI Laluna. "Bolehkah saya bicara, ini menurut pendapat saya. Mohon, di koreksi jika salah." Franklin pun menarik napas dalam dahulu sebelum ia menjelaskan hasil pemikirannya.
"Pada saat itu, Vynnitta menyerap racun saya secara keseluruhan karena persetubuhan. Pada saat itu, akar menjalar bekerja dengan menyalurkan kekuatannya pada Vynnitta. Ternyata racun tersebut juga ikut terserap oleh janin yang tumbuh dalam rahim Vynnitta. Setelah melahirkan Vynnitta tidak lagi bisa menyerap racun, akan tetapi hanya bisa mendeteksi penyakit dalam tubuh. Apakah untuk dapat mengaktifkan kekuatan penyerapan dari akar menjalar, Vynnitta harus melakukan hubungan badan terlebih dahulu dengan pria yang telah menyerap tenaga murni dari akar menjalar?" tutur Franklin dengan tegang.
Apalagi, selama ia bicara harus rela menelan tatapan tajam nan menghunus dari Vynnitta. Sementara, NYI Laluna hanya mengangguk pelan sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila!" ujar Vynnitta tanpa suara kearah Franklin. Terlihat hanya dari gerak bibir dan juga sorot matanya saja. Menandakan bahwa dirinya amatlah Franklin hanya bisa meringis sambil mengusap tengkuknya yang merinding. Sungguh, tatapan dari Vynnitta itu sangatlah menyeramkan, tapi juga menggemaskan. Tanpa sadar, Franklin tersenyum tipis.
"Tunggu apa lagi? Lakukanlah!" ujar NYI Laluna yang hal tersebut membuat Vynnitta dan Franklin tersedak udara.
" Jangan asal bicara NYI! Maksud ku, jika memang caranya seperti itu. Aku tidak ingin sembarangan dan asal saja!" ucap Vynnitta.
"Menikahlah sekarang! Kau pikir Alessia bisa menunggu sampai kapan!" seru NYI Laluna penuh emosi. Di suruh yang enak saja sudah, bagaimana di suruh yang susah. Pikir wanita paruh baya, yang usia sebenarnya ini sepuluh kali lipat dari usia Oma Elli.
"NYI!" Lagi-lagi, Vynnitta protes. Memangnya menikah itu semudah mengawinkan ayam. Kenapa NYI Laluna selalu bicara seenaknya. Kenapa juga syaratnya harus berhubungan badan kembali dengan Franklin. Memikirkannya saja, membuat Vynnitta merinding.
__ADS_1
"Kenapa? Apa susahnya? Aku, yang akan menikahkan kalian berdua malam ini!" Sontak, kalimat yang keluar dari bibir merah merona milik NYI Laluna membuat semua orang yang disana terkejut. Bagaimana bisa seorang wanita yang seperti dukun modern ini menikahkan sepasang manusia?
"Percayakan semua padaku. Bukankah, karena itu kalian datang kesini?"
"Tata, Momo, Susu ...! Siapkan altar sekarang!" NYI Laluna memerintahkan pada beberapa kurcaci andalannya. Vyn dan Franklin di bawa ke sebuah ruangan terbuka yang berada di belakang ruangan sebelumnya. Dalam sekejap, altar yang begitu indah telah siap. Bahkan burung-burung kecil berwarna-warni mengantarkan hiasan kepala untuk Vynnitta.
'Aku, seperti Alice In Wonderland. Meskipun dulu aku pernah berada di sini. Lalu, di perlakukan bagai putri. Aku, sempat mengira saat itu aku hampir gila karena tekanan dari ayah. Ternyata, semua ini bukan ilusi. Aku kembali, setelah memilki seorang putri, dengan pria yang aku cintai. Haruskah, aku menerima ini semua dengan senang hati? Ataukah takdir ku memang harus kembali padanya lagi. Pria arogan yang membuatku tak lagi mengenal diri sendiri. Ale, apakah ini cara semesta mengembalikan Daddy padamu ...' Vynnitta memejamkan mata, membiarkan para kurcaci itu mendandaninya.
...Bersambung ...
__ADS_1